Rabu, 18 Oktober 2017 | 16.24 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Pembunuhan Sekeluarga, Arist Merdeka: Tak Ada Alasan Polisi Tak Temukan Pelaku

Pembunuhan Sekeluarga, Arist Merdeka: Tak Ada Alasan Polisi Tak Temukan Pelaku

Reporter : Nur Fatimah | Selasa, 11 April 2017 - 14:09 WIB

IMG-5182

Sumarni (60), mertua Riyanto yang juga tewas dibantai (Ist)

MEDAN, kini.co.id – Pembantaian yang berujung penghilangan paksa nyawa 5 orang anggota keluarga di Jalan Mabar, Pasar 1 Medan, Sumatera Utara menyisakan luka dan trauma bagi anak bungsu korban berinisial KN (3).

KN yang kini masih dirawat di RS Bhayangkara Medan masih sering terbangun dan histeris memanggil orangtua dan kakak-kakaknya yang telah tewas.

Terkait hal ini, Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mengecam tindakan pelaku pembunuhan tersebut.

“Kita mengecam keras dan mengutuk perbuatan keji yang dilakukan terhadap keluarga besar RT di Medan. Tidak ada alasan bagi Polisi untuk tidak mampu menangkap pelaku. Pelaku harus ditangkap dan diadili akibat perbuatannya,” kata Arist kepada Kini.co.id, Selasa (11/4/2017).

Ia menyebut berdasarkan kronologi dan beberapa keterangan saksi yang dikumpulkan tim LPA Kota Medan melalui kerja cepat investigasi yang dikordinasi Komnas Perlindungan bersama LPA kota Medan memastikan bahwa pembantaian sadis dan keji terhadap keluarga RN patut diduga dilakukan secara berencana.

“Oleh sebab itu, Komnas Perlindungan dan LPA Kota Medan sebagai lembaga independen yang memberikan pembelaan dan perlindungan anak Indonesia mendesak tim penyidik Kapolda Sumatera Utara dan Kapolres KP3 AKBP Yemi Mandagi untuk tidak ragu-ragu menjerat pelaku dengan pasal berlapis,” ucapnya.

Dimana dengan pasal berlapis itu pelaku diancam hukuman maksimal hukuman mati dan atau se umur hidup seperti yang diatur dakam ketentuan padal 340, 338 KUH pidana serta ketentuan dari pasal 80 UU No. 35 tahun 2014 tentang perlindungan Anak serta UU No. 39 tahun 1999 tetang Hak Asasi Manusia.

Meski trauma, saat ini kondisi KN sudah membaik secara fisik. KN pun telah dipindahkan dari RS Mitra Medhika ke RS Bayangkara Medan kemarin.

KN yang sempat dirawat di RS Mitra Medhika sebelum dipindahkan ke RS Bayangkara Medan menderita luka serius akibat hantaman benda tumpul oleh pelaku. KN selamat dari pembantaian sadis dan biadab itu karena pelaku menduga KN tidak bernyawa lagi tergeletak di bawah tempat tidur setelah membantai kedua orangtuanya, nenek dan kedua kakak korban.

Sementara sore ini Polda Sumut pada pukul 16.00 akan menggelar konferensi pers terkait peristiwa pembunuhan sekeluarga tersebut.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 14:16 WIB

Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan tidak bisa memenuhi undangan dari PDI Perjuangan yang akan mengundang sembilan tokoh potensial sebagai ...
Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 12:46 WIB

Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI

Pemerintah Kota Bekasi meminta pada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno agar memandang ...
Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:00 WIB

Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai, Kota Bekasi memiliki hubungan yang erat dengan Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, ia meminta ...
Penyerang Truk Sampah DKI Bakal Sweeping Petugas
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 08:46 WIB

Penyerang Truk Sampah DKI Bakal Sweeping Petugas

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana mengatakan, pihaknya akan melakulan sweeping terhadap penyerang truk Sampah DKI.Ia sendiri mengaku telah ...
Kota Bekasi Bakal Bentuk Barikade Penghalau Batu Truk Sampah DKI
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 08:41 WIB

Kota Bekasi Bakal Bentuk Barikade Penghalau Batu Truk Sampah DKI

Pemerintah Kota Bekasi bakal membentuk barikade untuk menghalau penyerang truk sampah DKI Jakarta yang kerap terjadi di Jalan Raya Narogong. ...
Ketua Dewan Belum Tahu Ada Seleksi Dirut PDAM TP, Kok Bisa?
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 08:38 WIB

Ketua Dewan Belum Tahu Ada Seleksi Dirut PDAM TP, Kok Bisa?

Ketua DPRD Kota Bekasi Tumai belum mengetahui kalau sedang dilaksanakan seleksi Direktur Utama PDAM Tirta Patriot.Orang nomor satu di DPRD ...