Selasa, 12 Desember 2017 | 05.31 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Pembunuhan Sekeluarga, Arist Merdeka: Tak Ada Alasan Polisi Tak Temukan Pelaku

Pembunuhan Sekeluarga, Arist Merdeka: Tak Ada Alasan Polisi Tak Temukan Pelaku

Reporter : Nur Fatimah | Selasa, 11 April 2017 - 14:09 WIB

IMG-5182

Sumarni (60), mertua Riyanto yang juga tewas dibantai (Ist)

MEDAN, kini.co.id – Pembantaian yang berujung penghilangan paksa nyawa 5 orang anggota keluarga di Jalan Mabar, Pasar 1 Medan, Sumatera Utara menyisakan luka dan trauma bagi anak bungsu korban berinisial KN (3).

KN yang kini masih dirawat di RS Bhayangkara Medan masih sering terbangun dan histeris memanggil orangtua dan kakak-kakaknya yang telah tewas.

Terkait hal ini, Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mengecam tindakan pelaku pembunuhan tersebut.

“Kita mengecam keras dan mengutuk perbuatan keji yang dilakukan terhadap keluarga besar RT di Medan. Tidak ada alasan bagi Polisi untuk tidak mampu menangkap pelaku. Pelaku harus ditangkap dan diadili akibat perbuatannya,” kata Arist kepada Kini.co.id, Selasa (11/4/2017).

Ia menyebut berdasarkan kronologi dan beberapa keterangan saksi yang dikumpulkan tim LPA Kota Medan melalui kerja cepat investigasi yang dikordinasi Komnas Perlindungan bersama LPA kota Medan memastikan bahwa pembantaian sadis dan keji terhadap keluarga RN patut diduga dilakukan secara berencana.

“Oleh sebab itu, Komnas Perlindungan dan LPA Kota Medan sebagai lembaga independen yang memberikan pembelaan dan perlindungan anak Indonesia mendesak tim penyidik Kapolda Sumatera Utara dan Kapolres KP3 AKBP Yemi Mandagi untuk tidak ragu-ragu menjerat pelaku dengan pasal berlapis,” ucapnya.

Dimana dengan pasal berlapis itu pelaku diancam hukuman maksimal hukuman mati dan atau se umur hidup seperti yang diatur dakam ketentuan padal 340, 338 KUH pidana serta ketentuan dari pasal 80 UU No. 35 tahun 2014 tentang perlindungan Anak serta UU No. 39 tahun 1999 tetang Hak Asasi Manusia.

Meski trauma, saat ini kondisi KN sudah membaik secara fisik. KN pun telah dipindahkan dari RS Mitra Medhika ke RS Bayangkara Medan kemarin.

KN yang sempat dirawat di RS Mitra Medhika sebelum dipindahkan ke RS Bayangkara Medan menderita luka serius akibat hantaman benda tumpul oleh pelaku. KN selamat dari pembantaian sadis dan biadab itu karena pelaku menduga KN tidak bernyawa lagi tergeletak di bawah tempat tidur setelah membantai kedua orangtuanya, nenek dan kedua kakak korban.

Sementara sore ini Polda Sumut pada pukul 16.00 akan menggelar konferensi pers terkait peristiwa pembunuhan sekeluarga tersebut.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Tanggapi Survei Bekasi Institute, Ini Tantangan Lucky Hakim untuk Petahana
Jawa Barat - Senin, 11 Desember 2017 - 21:46 WIB

Tanggapi Survei Bekasi Institute, Ini Tantangan Lucky Hakim untuk Petahana

Hasil survei Lembaga Survei Bekasi Institute menempatkan politisi PAN, Lucky Hakim pada posisi kedua setelah Rahmat Effendi dan diatas politisi ...
Survei Bekasi Institute: Petahana Masih Unggul
Jawa Barat - Senin, 11 Desember 2017 - 21:42 WIB

Survei Bekasi Institute: Petahana Masih Unggul

Ada tiga nama yang bakal dipilih masyarakat Kota Bekasi apabila pemilihan kepala daerah dilakukan sekarang. Ketiga nama itu, yakni Rahmat ...
Dongkrak literasi, Pemprov Sumut akan pecahkan tiga rekor Muri
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 20:26 WIB

Dongkrak literasi, Pemprov Sumut akan pecahkan tiga rekor Muri

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dias Perpustakaan dan Arsip bekerjasama dengan Forum Masyarakat Literasi akan menggelar pemecahan rekor Museum Rekor ...
Pemprov Sumut juga raih penghargaan peduli HAM
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 19:35 WIB

Pemprov Sumut juga raih penghargaan peduli HAM

Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi kembali menerima penghargaan dari pemerintah pusat. Kali ini, Tengku Erry menerima penghargaan atas upayanya ...
Bupati Labura Ajak Masyarakat Teladani Rasulullah
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 18:39 WIB
Labura

Bupati Labura Ajak Masyarakat Teladani Rasulullah

Bupati Labura Kharuddin Syah mengajak masyarakat untuk meneladani Rasulullah SAW.Hal itu dikatakannya saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 ...
Pelaku pembunuhan siswi SMA di Bekasi bukan pacar tapi..
Jawa Barat - Senin, 11 Desember 2017 - 17:05 WIB

Pelaku pembunuhan siswi SMA di Bekasi bukan pacar tapi..

Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, memastikan jika kasus pembunuhan yang menimpa siswi SMA bernama Mashita Octavian (18) adalah salah salah ...