Rabu, 25 April 2018 | 21.26 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Pembunuhan Sekeluarga, Arist Merdeka: Tak Ada Alasan Polisi Tak Temukan Pelaku

Pembunuhan Sekeluarga, Arist Merdeka: Tak Ada Alasan Polisi Tak Temukan Pelaku

Reporter : Nur Fatimah | Selasa, 11 April 2017 - 14:09 WIB

IMG-5182

Sumarni (60), mertua Riyanto yang juga tewas dibantai (Ist)

MEDAN, kini.co.id – Pembantaian yang berujung penghilangan paksa nyawa 5 orang anggota keluarga di Jalan Mabar, Pasar 1 Medan, Sumatera Utara menyisakan luka dan trauma bagi anak bungsu korban berinisial KN (3).

KN yang kini masih dirawat di RS Bhayangkara Medan masih sering terbangun dan histeris memanggil orangtua dan kakak-kakaknya yang telah tewas.

Terkait hal ini, Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mengecam tindakan pelaku pembunuhan tersebut.

“Kita mengecam keras dan mengutuk perbuatan keji yang dilakukan terhadap keluarga besar RT di Medan. Tidak ada alasan bagi Polisi untuk tidak mampu menangkap pelaku. Pelaku harus ditangkap dan diadili akibat perbuatannya,” kata Arist kepada Kini.co.id, Selasa (11/4/2017).

Ia menyebut berdasarkan kronologi dan beberapa keterangan saksi yang dikumpulkan tim LPA Kota Medan melalui kerja cepat investigasi yang dikordinasi Komnas Perlindungan bersama LPA kota Medan memastikan bahwa pembantaian sadis dan keji terhadap keluarga RN patut diduga dilakukan secara berencana.

“Oleh sebab itu, Komnas Perlindungan dan LPA Kota Medan sebagai lembaga independen yang memberikan pembelaan dan perlindungan anak Indonesia mendesak tim penyidik Kapolda Sumatera Utara dan Kapolres KP3 AKBP Yemi Mandagi untuk tidak ragu-ragu menjerat pelaku dengan pasal berlapis,” ucapnya.

Dimana dengan pasal berlapis itu pelaku diancam hukuman maksimal hukuman mati dan atau se umur hidup seperti yang diatur dakam ketentuan padal 340, 338 KUH pidana serta ketentuan dari pasal 80 UU No. 35 tahun 2014 tentang perlindungan Anak serta UU No. 39 tahun 1999 tetang Hak Asasi Manusia.

Meski trauma, saat ini kondisi KN sudah membaik secara fisik. KN pun telah dipindahkan dari RS Mitra Medhika ke RS Bayangkara Medan kemarin.

KN yang sempat dirawat di RS Mitra Medhika sebelum dipindahkan ke RS Bayangkara Medan menderita luka serius akibat hantaman benda tumpul oleh pelaku. KN selamat dari pembantaian sadis dan biadab itu karena pelaku menduga KN tidak bernyawa lagi tergeletak di bawah tempat tidur setelah membantai kedua orangtuanya, nenek dan kedua kakak korban.

Sementara sore ini Polda Sumut pada pukul 16.00 akan menggelar konferensi pers terkait peristiwa pembunuhan sekeluarga tersebut.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Ridwan Kamil akan perjuangan status guru honor di Jawa Barat
Jawa Barat - Kamis, 19 April 2018 - 20:56 WIB

Ridwan Kamil akan perjuangan status guru honor di Jawa Barat

Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 1, Ridwan Kamil berjanji akan memperjuangkan status guru honor di Jawa Barat. Sehingga, abdi ...
Tim verifikasi nasional lomba lingkungan bersih dan sehat sambangi Desa Aek Tapa
Sumatera Utara - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:37 WIB

Tim verifikasi nasional lomba lingkungan bersih dan sehat sambangi Desa Aek Tapa

Tim verifikasi lapangan pelaksanaan terbaik tingkat nasional lomba lingkungan bersih dan sehat turun langsung ke lapangan ke Labuhanbatu Utara.Tim tersebut ...
Pemko Medan dan LKPP teken MOU pelaksanaan e-katalog daerah
Sumatera Utara - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:11 WIB

Pemko Medan dan LKPP teken MOU pelaksanaan e-katalog daerah

Pemko Medan tandatangani MOU pelaksanaan e-katalog daerah dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Penandatanganan ini dilakukan langsung ...
Balas surat cinta siswa, Bupati Labura kunjungi sekolah
Sumatera Utara - Selasa, 27 Maret 2018 - 05:52 WIB

Balas surat cinta siswa, Bupati Labura kunjungi sekolah

Bupati Labuhanbatu Utara Kharuddin Syah, memberikan kejutan kepada siswa dan siswi SMP Negeri 3 Kualuh Hulu dengan mendatangi langsung sekolah ...
Wabup Labura minta ASN tingkatkan disiplin  
Sumatera Utara - Selasa, 12 Desember 2017 - 10:56 WIB

Wabup Labura minta ASN tingkatkan disiplin  

Wakil Bupati Labuhanbatu Utara ((Labura), Dwi Prantara mengatakan Apartur Sipil paratur(ASN) dituntut untuk selalu meningkatkan kedisiplinan saat bekerja.Hal itu ...
Banjir kembali kepung Jakarta, Anies:  Saya bertanggungjawab
DKI Jakarta - Selasa, 12 Desember 2017 - 10:38 WIB

Banjir kembali kepung Jakarta, Anies: Saya bertanggungjawab

Hujan deras yang mengguyur hampir seluruh wilayah Ibukota pada Senin (11/12) siang kemarin mengakibatkan banjir di beberapa titik seperti kawasan ...