Senin, 26 Juni 2017 | 01.59 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Pembunuhan Sekeluarga, Arist Merdeka: Tak Ada Alasan Polisi Tak Temukan Pelaku

Pembunuhan Sekeluarga, Arist Merdeka: Tak Ada Alasan Polisi Tak Temukan Pelaku

Reporter : Nur Fatimah | Selasa, 11 April 2017 - 14:09 WIB

IMG-5182

Sumarni (60), mertua Riyanto yang juga tewas dibantai (Ist)

MEDAN, kini.co.id – Pembantaian yang berujung penghilangan paksa nyawa 5 orang anggota keluarga di Jalan Mabar, Pasar 1 Medan, Sumatera Utara menyisakan luka dan trauma bagi anak bungsu korban berinisial KN (3).

KN yang kini masih dirawat di RS Bhayangkara Medan masih sering terbangun dan histeris memanggil orangtua dan kakak-kakaknya yang telah tewas.

Terkait hal ini, Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mengecam tindakan pelaku pembunuhan tersebut.

“Kita mengecam keras dan mengutuk perbuatan keji yang dilakukan terhadap keluarga besar RT di Medan. Tidak ada alasan bagi Polisi untuk tidak mampu menangkap pelaku. Pelaku harus ditangkap dan diadili akibat perbuatannya,” kata Arist kepada Kini.co.id, Selasa (11/4/2017).

Ia menyebut berdasarkan kronologi dan beberapa keterangan saksi yang dikumpulkan tim LPA Kota Medan melalui kerja cepat investigasi yang dikordinasi Komnas Perlindungan bersama LPA kota Medan memastikan bahwa pembantaian sadis dan keji terhadap keluarga RN patut diduga dilakukan secara berencana.

“Oleh sebab itu, Komnas Perlindungan dan LPA Kota Medan sebagai lembaga independen yang memberikan pembelaan dan perlindungan anak Indonesia mendesak tim penyidik Kapolda Sumatera Utara dan Kapolres KP3 AKBP Yemi Mandagi untuk tidak ragu-ragu menjerat pelaku dengan pasal berlapis,” ucapnya.

Dimana dengan pasal berlapis itu pelaku diancam hukuman maksimal hukuman mati dan atau se umur hidup seperti yang diatur dakam ketentuan padal 340, 338 KUH pidana serta ketentuan dari pasal 80 UU No. 35 tahun 2014 tentang perlindungan Anak serta UU No. 39 tahun 1999 tetang Hak Asasi Manusia.

Meski trauma, saat ini kondisi KN sudah membaik secara fisik. KN pun telah dipindahkan dari RS Mitra Medhika ke RS Bayangkara Medan kemarin.

KN yang sempat dirawat di RS Mitra Medhika sebelum dipindahkan ke RS Bayangkara Medan menderita luka serius akibat hantaman benda tumpul oleh pelaku. KN selamat dari pembantaian sadis dan biadab itu karena pelaku menduga KN tidak bernyawa lagi tergeletak di bawah tempat tidur setelah membantai kedua orangtuanya, nenek dan kedua kakak korban.

Sementara sore ini Polda Sumut pada pukul 16.00 akan menggelar konferensi pers terkait peristiwa pembunuhan sekeluarga tersebut.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Pesan Kapolrestabes Medan untuk Pemudik
Sumatera Utara - Kamis, 22 Juni 2017 - 14:53 WIB

Pesan Kapolrestabes Medan untuk Pemudik

Bagi yang mau berangkat mudik ke kampung halaman. Ada baiknya mengikuti saran alias tips untuk para pemudik dari Kapolrestabes Medan, ...
Gubsu dan Kapolda Cek Kesiapan Mudik
Sumatera Utara - Rabu, 21 Juni 2017 - 21:21 WIB

Gubsu dan Kapolda Cek Kesiapan Mudik

Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi bersama Kapolda Sumut, Inspektur Jendral Rycko Amelza Dahniel melakukan pengecekan sejumlah sejumlah kesiapan transportasi ...
Politisi Gerindra : Saya Harap Media Tuliskan Ini
Sumatera Utara - Rabu, 21 Juni 2017 - 19:33 WIB

Politisi Gerindra : Saya Harap Media Tuliskan Ini

Anggota DPRD kota Medan, Dame Duma Sari Hutagalung mengaku mendapatkan pesan singkat dari masyarakat tentang tak merata pembagian bantuan dari ...
Selamatkan Hutan, 11 Perusahaan Tambang di Sumut jadi Sorotan   
Sumatera Utara - Rabu, 21 Juni 2017 - 13:59 WIB

Selamatkan Hutan, 11 Perusahaan Tambang di Sumut jadi Sorotan  

Kegiatan pertambangan ilegal seringkali menjadi biang kerok kerusakan hutan dan lingkungan.Sayangnya bukan cuma yang ilegal, perusahaan dengan izin yang masih ...
Sultan Yogya Larang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik
DI Yogyakarta - Rabu, 21 Juni 2017 - 01:34 WIB

Sultan Yogya Larang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sultan Hamengku Buwono X melarang seluruh pegawai di lingkungan Pemprov DIY menggunakan mobil dinas untuk ...
Mau Kabur, Mobil Napi Nabrak Rumah Warga
Sumatera Utara - Selasa, 20 Juni 2017 - 15:48 WIB

Mau Kabur, Mobil Napi Nabrak Rumah Warga

Selasa (20/6) pagi, Jalan Lembaga Pemasyarakat, Kelurahan Tanjunggusta, Kecamatan Medan Helvetia ramai. Sebuah mobil berwarna hitam menghantam sebuah rumah di ...