Jumat, 20 Oktober 2017 | 17.39 WIB
KiniNEWS>Regional>Nusa Tenggara>Bacakan Nota Pembelaan, Penyuap Pejabat Pajak Nangis

Bacakan Nota Pembelaan, Penyuap Pejabat Pajak Nangis

Reporter : Fadillah | Senin, 10 April 2017 - 13:47 WIB

IMG-5173

Ramapanicker Rajamohanan Nair. (kininews/fadillah)

JAKARTA, kini.co.id – Terdakwa suap terhadap pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Ramapanicker Rajamohanan Nair menangis saat membacakan nota pembelaan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin, (10/4/2017).

Rajamohanan mengaku khilaf telah memberikan uang kepada pegawai negeri. Karenanya Ia meminta maaf karena telah terlibat kasus tindak pidana korupsi.

“Perkenankan saya meminta maaf saya khilaf memberikan dana pada pegawai negeri. Saya tahu itu salah tapi saya tersudut, saya terpaksa,” ujarnya.

“Dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya minta maaf, khususnya pada kemenkeu dan masyarakat Indinesia. Saya lahir di India, tapi saya mencintai Indonesia. Saya siap menerima hukuman. Saya sangat menghormati proses hukum. Saya menyesal yang terjadi tidak akan diulangi,” ucap dia melanjutkan.

Sebelumnya, Tim jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) meminta majelis hakim menjatuhkan vonis pidana penjara 4 tahun dan denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan kepada Ramapanicker yang merupakan Direktur PT EK Prima Ekspor Indonesia (PT EKP).

Tim jaksa menilai Rajamohanan terbukti menyuap Kepala Subdirektorat Bukti Permulaan Direktorat Jenderal Pajak Handang Soekarno untuk memudahkan kepengurusan pajak PT EKP.

Rajamohanan terbukti menyuap Handang sebesar Rp 1,9 miliar. Duit itu merupakan bagian dari total komitmen fee Rp 6 miliar yang telah disepakati keduanya. Dalam kesaksian sebelumnya, Handang juga mengaku menerima uang dari Rajamohanan.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sah! APBD Perubahan Kota Bekasi Rp 5,7 Triliun
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 17:21 WIB

Sah! APBD Perubahan Kota Bekasi Rp 5,7 Triliun

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2017 Kota Bekasi resmi diketuk dalam rapat paripurna.Dalam rapat tersebut DPRD Kota ...
Dua tewas, 13 terluka akibat tabrakan maut bus Simpati di Aceh
Aceh - Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:49 WIB

Dua tewas, 13 terluka akibat tabrakan maut bus Simpati di Aceh

Tabrakan maut antara dua bus "Simpati Star" di jalan negara Medan-Banda Aceh, tepatnya di Desa Meunasah Drang, Kecamatan Muara Batu, ...
Bupati Labura: Menabung dengan emas keputusan bijak
Sumatera Utara - Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:02 WIB

Bupati Labura: Menabung dengan emas keputusan bijak

Bupati Labuhanbatu Utara (Labura), Kharuddin Syah mengatakan menabung dengan emas merupakan keputusan yang bijak. Karena menabung emas lebih terjamin dibanding ...
Bekasi Berencana Berikan Beasiswa Bagi Mahasiswa Kurang Mampu
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 15:09 WIB

Bekasi Berencana Berikan Beasiswa Bagi Mahasiswa Kurang Mampu

Dinas Pendidikan Kota Bekasi berencana memberi dana beasiswa bagi para mahasiswa berprestasi dari kalangan yang tidak mampu pada 2018 mendatang.Dana ...
Duh… Titik Banjir di Kota Bekasi Tak Berkurang, Masih 49 Titik
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 15:03 WIB

Duh… Titik Banjir di Kota Bekasi Tak Berkurang, Masih 49 Titik

Rupanya, beberapa tahun belakangan ini titik banjir di Kota Bekasi masih tidak berkurang.Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota ...
Januari- Oktober puluhan ribu mobil parkir liar diderek Pemprov DKI
DKI Jakarta - Jumat, 20 Oktober 2017 - 14:56 WIB

Januari- Oktober puluhan ribu mobil parkir liar diderek Pemprov DKI

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta terus menggencarkan penindakan terhadap kendaraan roda empat yang memarkirkan sembarangan atau parkir liar di sepanjang ...