Sabtu, 19 Agustus 2017 | 08.40 WIB
KiniNEWS>Regional>Nusa Tenggara>Bacakan Nota Pembelaan, Penyuap Pejabat Pajak Nangis

Bacakan Nota Pembelaan, Penyuap Pejabat Pajak Nangis

Reporter : Fadillah | Senin, 10 April 2017 - 13:47 WIB

IMG-5173

Ramapanicker Rajamohanan Nair. (kininews/fadillah)

JAKARTA, kini.co.id – Terdakwa suap terhadap pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Ramapanicker Rajamohanan Nair menangis saat membacakan nota pembelaan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin, (10/4/2017).

Rajamohanan mengaku khilaf telah memberikan uang kepada pegawai negeri. Karenanya Ia meminta maaf karena telah terlibat kasus tindak pidana korupsi.

“Perkenankan saya meminta maaf saya khilaf memberikan dana pada pegawai negeri. Saya tahu itu salah tapi saya tersudut, saya terpaksa,” ujarnya.

“Dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya minta maaf, khususnya pada kemenkeu dan masyarakat Indinesia. Saya lahir di India, tapi saya mencintai Indonesia. Saya siap menerima hukuman. Saya sangat menghormati proses hukum. Saya menyesal yang terjadi tidak akan diulangi,” ucap dia melanjutkan.

Sebelumnya, Tim jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) meminta majelis hakim menjatuhkan vonis pidana penjara 4 tahun dan denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan kepada Ramapanicker yang merupakan Direktur PT EK Prima Ekspor Indonesia (PT EKP).

Tim jaksa menilai Rajamohanan terbukti menyuap Kepala Subdirektorat Bukti Permulaan Direktorat Jenderal Pajak Handang Soekarno untuk memudahkan kepengurusan pajak PT EKP.

Rajamohanan terbukti menyuap Handang sebesar Rp 1,9 miliar. Duit itu merupakan bagian dari total komitmen fee Rp 6 miliar yang telah disepakati keduanya. Dalam kesaksian sebelumnya, Handang juga mengaku menerima uang dari Rajamohanan.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Ratusan Angkot di Kota Bekasi Tak Layak
Jawa Barat - Jumat, 18 Agustus 2017 - 23:39 WIB

Ratusan Angkot di Kota Bekasi Tak Layak

Sebanyak 755 mobil angkutan umum di Kota Bekasi dinyatakan belum melakukan pengujian kelayakan. Padahal pengujian itu penting untuk keselamatan penumpang ...
PDI-P Kota Bekasi Enggan Berkoalisi dengan Golkar
Jawa Barat - Jumat, 18 Agustus 2017 - 23:26 WIB

PDI-P Kota Bekasi Enggan Berkoalisi dengan Golkar

Meski DPD DI-Perjuangan Jawa Barat menyatakan koalisi dengan Partai Golkar di 12 Kabupaten/Kota untuk menghadapi pilkada serentak.Namun langkah itu belum ...
Larangan Sepeda Motor Masuk Sudirman Mulai Berlaku Akhir September
DKI Jakarta - Jumat, 18 Agustus 2017 - 15:54 WIB

Larangan Sepeda Motor Masuk Sudirman Mulai Berlaku Akhir September

Bagi Anda pengendara sepeda yang kerap melintas Jalan Jenderal Sudirman sepanjang Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Bundaran Senayan harap melalui ...
Malam Resepsi Kenegaraan, Paskibra Labura Dijamu Bupati
Sumatera Utara - Jumat, 18 Agustus 2017 - 13:46 WIB

Malam Resepsi Kenegaraan, Paskibra Labura Dijamu Bupati

Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Labuhan Batu Utara dijamu di kediaman Wakil Bupati Labura, Tanjung Sari Aek Kanopan, (17/8).Pasukan tersebut ...
Ini Alasan Rahmad Hasibuan Maju di Pilkada Palas
Sumatera Utara - Jumat, 18 Agustus 2017 - 11:29 WIB

Ini Alasan Rahmad Hasibuan Maju di Pilkada Palas

Sosok Rahmad Pardamean Hasibuan tak asing lagi di mata warga Padang Lawas, Sumut.Meski kalah pada Pilkada yang lalu, Rahmad tak ...
Jembatan Beton Belasan Miliar Ini Ambruk
Kalimantan - Kamis, 17 Agustus 2017 - 22:01 WIB

Jembatan Beton Belasan Miliar Ini Ambruk

Sebuah jembatan beton di Desa Bangkit Baru - Desa Tanifah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola patah dibagian tengah. Akibat patahnya ...