Rabu, 18 Oktober 2017 | 19.46 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Diduga Kehabisan Oksigen, Penonton Inbox SCTV Karnaval Majalengka Tewas

Diduga Kehabisan Oksigen, Penonton Inbox SCTV Karnaval Majalengka Tewas

Minggu, 9 April 2017 - 19:20 WIB

IMG-5162

Jenazah Panji Sukma (14), pelajar asal Majalengka yang tewas sat konser Inbox dibawa ke mobil ambulan (KiniNews/Ade Slamet)

Majalengka, kini.co.id – Seorang pelajar di Kabupaten Majalengka meninggal saat menonton konser Inbox SCTV yang berlangsung di Alun-alun Kabupaten Majalengka, Minggu (9/4/2017).

Pelajar yang diketahui bernama Panji Sukma (14) asal Desa Sumber Wetan, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka tiba-tiba pingsan ditengah ribuan penonton saat berlangsungnya konser imbox yang menampilkan sejumlah artis Ibukota.
Informasi yang dihimpun di Majalengka, Panji memiliki riwayat penyakit batuk-batuk.

Sebelum meninggal, Panji ditemukan yang pingsan ditengah ribuan penonton dibawa petugas medis ke Posko PMI dilokasi acara.

Karena kondisinya terus memburuk, petugas kesehatan membawanya ke RSUD Majalengka.

Namun nyawa pelajar SMPN 2 Jatitujuh, Majalengka itu tak tertolong, ia meninggal dalam perjalanan saat dibawa rumah sakit.

Kepala Bidang Pelayanan dan Keperawatan RSUD Majalengka, dr Erni Harleni mengatakan, saat korban tiba di rumah sakit wajah membiru dan pupil bola mata melebar.

Untuk mengetahui lebih jelas keadaan korban, pihaknya melakukan tindakan Reusitasi.

“Hasilnya, korban meninggal, dalam perjalanan mau ke sini. Berdasarkan keterangan keluarga, korban pernah mengalami penyakit asma,” kata Erni saat dihubungi, Minggu (9/4).

Sementara itu, berdasarkan kesakisan rekan Panji, Nono mengaku mereka berangkat ke alun-alun Majalengka bersama dengan temen-temen lainnya pada Sabtu (8/4/2017) sekitar pukul 22.00 WIB menaiki kendaraan bak terbuka.

Sekitar pukul 24.00 WIB, mereka tiba di alun-alun Majalengka kemudian tidur di trotoar, di samping Gedung DPRD Majalengka sambil menunggu pagi untuk nonton acara konser inbox tersebut.

Saat konser inbox dimulai, menurut Nono ia bersama Panji menuju alun-alun yang jaraknya hanya 20 meter kemudian ikut berjoget menikmati hiburan.

“Karena lapar belum sempat saran, saya dan Panji makan bubur ayam di alun-alun kemudian kembali menonton, namun karena susasan berdesakan tiba-tiba Panji batuk-batuk dan meminta tolong, kemudian pingsan, “ ujar Nono.

Bupati Majalengka Sutrisno yang mendengar salah satu warganya sempat pingsan dan dibawa ke RSUD Majalengka menggelar konferensi pers.

Dalam keterangan persnya Bupati Sutrisno menyampaikan duka citanya dan prihatin atas musibah yang menimpa Panji.

“Sebagai bentuk duka cita, sebagai Kepala Daerah saya menyampaikan bela sungkawa dan untuk itu kepada keluarga korban, kami memberikan santunan,” kata Sutrisno.

Kapolres Majalengka Ajun Komisaris Besar Mada Roostanto yang turut mendatangi korban di RSUD Majalengka bersama Bupati Majalengka memastikan bahwa korban mendapatkan perawatan medis sebelumnya akhirnya meninggal dunia.

“Korban berdasarkan penangangan medis diduga kehabisan oksigen, tidak ada tandaa-tanda kekerasan fisik, atas kejadian ini keluarga korban menerima dengan lapang dada dan dibawa untuk dimakamkan,” tegas Kapolres.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:26 WIB

Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau

Sebanyak 6.429 Kartu Keluarga di Kelurahan Cikiwul menerima dana kompensasi atau 'uang bau' dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk triwulan ...
Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:21 WIB

Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini

Warga Bekasi Timur meminta agar Kepolisian Republik Indonesia membangun kantor Kepolisian Sektor Bekasi Timur. Soalnya, warga setempat merasa disulitkan untuk ...
Aher: Pemprov tak larang transportasi daring
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 16:55 WIB

Aher: Pemprov tak larang transportasi daring

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tidak pernah melarang transportasi berbasis aplikasi online (daring) untuk ...
Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 14:16 WIB

Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan tidak bisa memenuhi undangan dari PDI Perjuangan yang akan mengundang sembilan tokoh potensial sebagai ...
Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 12:46 WIB

Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI

Pemerintah Kota Bekasi meminta pada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno agar memandang ...
Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:00 WIB

Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai, Kota Bekasi memiliki hubungan yang erat dengan Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, ia meminta ...