Rabu, 18 Oktober 2017 | 19.52 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Pedagang Pasar Petisah tak Nyaman

Pedagang Pasar Petisah tak Nyaman

Reporter : Nur Fatimah | Senin, 3 April 2017 - 17:08 WIB

IMG-5056

Mulia Asri Rambe (dua dari kiri) saat menerima kunjungan Pengurus Pelindung Persatuan pedagang Pasar Bersatu. (kininews/ist)

MEDAN, kini.co.id – Pengurus Pelindung Persatuan pedagang Pasar Bersatu (P4B) mengadu ke ruang Komisi C DPRD kota Medan, Senin (3/4). Mereka menyampaikan rasa kecewa terhadap kinerja Direktur Utama PD Pasar, Rusdi Sinuraya yang belum membaik.

Mewakili P4B, Rahmat mengatakan dari lima blower yang ada di Pasar Petisah Medan hanya satu yang berfungsi. Namun cuma satu saja yang bisa menyala dan berdampak tak baik bagi pedagang.

“Kami para pedagang tidak nyaman untuk bergadang karena udaranya sangat pengap,” ujar Rahmat.

Menurutnya, dampak buruk dari banyaknya bakteri menghantui para pedagang. Mulai dari pedagang ikan, pemotongan ayam, pedagang daging terganggu.

“Bayangkan saja, pak disana berbagai macam dagang dijual mulai dari ikan, pemotongan ayam dan lainya sampai parkir pun ada. Sementara udara tidak berganti.Jelas kondisi ini membuat kami tergangu berjualan,” katanya di hadapan pimpinan rapat, Mulia Asri Rambe.

“Sudah ada beberapa pedagang sakit.Baik itu terserang Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) belum lagi terkena virus.Sekarang pun kami siap menyampaikan bukti-buktinya,” jelasnya.

Ketua Umum P4B, Suwarno juga menyatakan, pihanya telah menyampaikan permohonan kepada Kepala Pasar Petisah Medan pertanggal 4 Januari 207 lalu. Surat permohonan perbaikan blower sudah kali kelima dilayangkan.

“Namun hingga kini permohonan itu belum ditanggapi. Untuk itu kami kembali mengajukan surat permohonan agar lima blower yang berada di basemen Pasar Petisah segera diperbaiki agar berfungsi sebagaimana mestinya,” katanya.

Mulia Asri Rambe menyayangkan sikap ketidakpedulian pihak PD Pasar Kota Medan.

“Harusnya basement itu bukan tempat berjualan harusnya menjadi area parkir.Kita pun merasa prihatin atas hal ini karena sudah terlalu lami terjadi. Kita akan jadwal pemanggilan segera atas persoalan ini,” kata Mulia.

Rusdi Sinuraya yang dihubungi menyatakan bahwa kawasan basement tersebut bukan bagian dari tanggung jawab pihakPD Pasar Medan.

“Itu bukan tanggungjawab kita tapi pihak PT GKKS. Harusnya basement itu menjadi area parkir, kita pun bigung kenapa bisa jadi area penjualan. Tapi tetap persoalan ini akan carikan solusi dengan memanggil pihak pengelolanya juga,termasuk mengatasi solusi pedagang,” ujarnya.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:26 WIB

Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau

Sebanyak 6.429 Kartu Keluarga di Kelurahan Cikiwul menerima dana kompensasi atau 'uang bau' dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk triwulan ...
Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:21 WIB

Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini

Warga Bekasi Timur meminta agar Kepolisian Republik Indonesia membangun kantor Kepolisian Sektor Bekasi Timur. Soalnya, warga setempat merasa disulitkan untuk ...
Aher: Pemprov tak larang transportasi daring
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 16:55 WIB

Aher: Pemprov tak larang transportasi daring

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tidak pernah melarang transportasi berbasis aplikasi online (daring) untuk ...
Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 14:16 WIB

Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan tidak bisa memenuhi undangan dari PDI Perjuangan yang akan mengundang sembilan tokoh potensial sebagai ...
Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 12:46 WIB

Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI

Pemerintah Kota Bekasi meminta pada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno agar memandang ...
Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:00 WIB

Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai, Kota Bekasi memiliki hubungan yang erat dengan Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, ia meminta ...