Rabu, 18 Oktober 2017 | 20.03 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Permuda Angkutan Barang, KAI Tambah Tujuh Lokomotif di Sumut

Permuda Angkutan Barang, KAI Tambah Tujuh Lokomotif di Sumut

Reporter : Zainal Bakri | Senin, 3 April 2017 - 08:19 WIB

IMG-5048

Mudik dengan kereta api. (Ist)

Medan, kini.co.id – Untuk memperkuat layanan angkutan keretapi api, khusunya kereta barang di wilayah Sumatera Utara, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara menambah tujuh lokomotif.

Tujuh lokomotif dengan seri CC201 itu didatangkan dari Sumatera Selatan yang masuk melalui Pelabuhan Belawan pada pekan ini.

“Tujuh lokomotif tambahan itu, sebanyak empat lokomotif untuk angkutan barang dan tiga lokomotif lainnya untuk kereta penumpang,” kata Vice President PT KAI Divre I Sumut Mateta Rijalulhaq dalam keterangan tertulisnya di Medan, Minggu (2/4).

Mateta menegaskan dengan tambahan tujuh lokomotif itu, maka jumlah lokomotif yang ada di wilayah Sumut menjadi 35 lokomotif.

Hal ini dilakukan manajemen KAI untuk meningkatkan layanan angkutan barang menyusul potensinya yang cukup besar, khususnya pada angkutan komoditas sawit.

“Manajemen KAI menargetkan volume barang yang diangkut pada tahun ini juga meningkat dengan tambahan lokomotif itu,” tandasnya.

Manajer Humas KAI Divre 1 Sumut M. Ilud Siregar menambahkan pada tahun 2016 volume angkutan barang di Medan mencapai 655.805 ton atau naik dari tahun 2015 yang hanya mencapai 613.000 ton.

Kenaikan volume angkutan barang pada tahun 2017 karena adanya angkutan peti kemas yang sudah mulai diuji coba pada tahun 2016 sebesar 252.000 TEUs.

“Selain komoditas angkutan barang KAI berupa bahan bakar minyak (BBM) dan hantaran parsel. Dalam upaya meningkatkan angkutan volume itulah, selain memperluas dan menambah jumlah perjalanan kereta api, juga menambah jumlah lokomotif,” kata Ilud Siregar.

KAI, kata Ilud, pihaknya juga meningkatkan kerja sama dengan beberapa perusahaan untuk mempermuda pengangkutan produknya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:26 WIB

Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau

Sebanyak 6.429 Kartu Keluarga di Kelurahan Cikiwul menerima dana kompensasi atau 'uang bau' dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk triwulan ...
Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:21 WIB

Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini

Warga Bekasi Timur meminta agar Kepolisian Republik Indonesia membangun kantor Kepolisian Sektor Bekasi Timur. Soalnya, warga setempat merasa disulitkan untuk ...
Aher: Pemprov tak larang transportasi daring
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 16:55 WIB

Aher: Pemprov tak larang transportasi daring

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tidak pernah melarang transportasi berbasis aplikasi online (daring) untuk ...
Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 14:16 WIB

Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan tidak bisa memenuhi undangan dari PDI Perjuangan yang akan mengundang sembilan tokoh potensial sebagai ...
Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 12:46 WIB

Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI

Pemerintah Kota Bekasi meminta pada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno agar memandang ...
Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:00 WIB

Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai, Kota Bekasi memiliki hubungan yang erat dengan Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, ia meminta ...