Selasa, 27 Juni 2017 | 07.15 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Timur>Ngaku Hamil 6 Bulan, Fajar Gorok Leher Kekasihnya Pakai Pelat Besi

Ngaku Hamil 6 Bulan, Fajar Gorok Leher Kekasihnya Pakai Pelat Besi

Reporter : Ary Syahputra | Sabtu, 1 April 2017 - 13:35 WIB

IMG-5033

Fajar Infantoro (21), pelaku pembunuhan dari mayat perempuan yang ditemukan di Kali Abab, Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. (Ist)

Blitar, kini.co.id – Gegara panik kekasihnya mengaku telah hamil dan minta tanggung jawab, Fajar Infantoro (21) tega mebunuh kekasihnya, Fitriatul Janah (19), dengan cara menggorok lehernya menggunakan pelat besi.

Tidak hanya itu, setelah melakukan pembunuhan itu, Fajar pun membuang mayatnya ke Kali Abab wilayah Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Fajar diamankan karena menurut saksi, dialah yang terlihat menjemput korban sebelum ditemukan tewas di tepi kali itu.

Kejadian yang terjadi pada Rabu (29/3/2017) itu bermula saat keduanya sedang berjalan-jalan dengan menggunakan sepeda motor dan berhenti di kawasan Kali Abab.

Di sana, mereka mengobrol layaknya sepasang kekasih. Namun, keadaan berubah menegang saat tiba-tiba korban mengatakan kalau saat itu dia sudah mengandung selama 6 bulan dan minta untuk dinikahi.

Panik dan merasa usia pacaran mereka belum sampai 6 bulan, Fajar pun lalu menggorok leher Janah dengan pelat besi. Kalut, pelaku lalu membuang mayat Janah ke Kali Abab beserta barang bukti pelat besi yang digunakan untuk membunuh.

“Saya tidak merencanakan. Saya melakukan ini karena panik,” ungkap Fajar, Sabtu (1/4/2017).

Pengakuan pelaku pun dibenarkan oleh Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya, yang mengatakan bahwa motif pembunuhan tersebut murni karena pelaku panik atas tuntutan korban yang meminta dinikahi.

“Pelaku panik setelah korban meminta pertanggungjawaban menikahi. Karena saat itu korban telah mengandung enam bulan,” beber Slamet.

Penangkapan terhadap pelaku sendiri dilakukan pada Jumat (31/3/2017). Dari situ, petugas juga mengamankan barang bukti berupa sepeda motor, sepatu, tas dan beberapa potong pakaian korban serta pelaku.

Slamet juga mengatakan kalau pihaknya sampai saat ini masih mencari pelat besi yang dibuang pelaku ke Kali Abab.

Atas perbuatanya itu, pelaku terancam Pasal 338 KUHP dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Tokoh Gereja Bersama Ratusan Jemaat Doakan Aipda Anumerta Martua
Sumatera Utara - Senin, 26 Juni 2017 - 23:22 WIB

Tokoh Gereja Bersama Ratusan Jemaat Doakan Aipda Anumerta Martua

Ratusan jemaat dari berbagai gereja dan tokoh gereja dan pemuda berkumpul di Halaman KS Tubun Mapolda Sumut, Jl Sisingamangaraja ...
Pemudik di Bandara Hasanuddin Meningkat 20 Persen
Sulawesi - Senin, 26 Juni 2017 - 22:50 WIB

Pemudik di Bandara Hasanuddin Meningkat 20 Persen

Jumlah penumpang selama mudik Lebaran 2017 di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar-Maros, Sulawesi Selatan mengalami peningkatan 20 persen sejak H-10 ...
Tunjangan Komunikasi Intensif DPRD Naik 7 Kali Lipat
Jawa Barat - Senin, 26 Juni 2017 - 18:25 WIB

Tunjangan Komunikasi Intensif DPRD Naik 7 Kali Lipat

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 18 tahun 2017 tertanggal 2 Juni 2017, tentang hak keuangan dan administratif pimpinan dan anggota ...
Pesan Kapolrestabes Medan untuk Pemudik
Sumatera Utara - Kamis, 22 Juni 2017 - 14:53 WIB

Pesan Kapolrestabes Medan untuk Pemudik

Bagi yang mau berangkat mudik ke kampung halaman. Ada baiknya mengikuti saran alias tips untuk para pemudik dari Kapolrestabes Medan, ...
Gubsu dan Kapolda Cek Kesiapan Mudik
Sumatera Utara - Rabu, 21 Juni 2017 - 21:21 WIB

Gubsu dan Kapolda Cek Kesiapan Mudik

Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi bersama Kapolda Sumut, Inspektur Jendral Rycko Amelza Dahniel melakukan pengecekan sejumlah sejumlah kesiapan transportasi ...
Politisi Gerindra : Saya Harap Media Tuliskan Ini
Sumatera Utara - Rabu, 21 Juni 2017 - 19:33 WIB

Politisi Gerindra : Saya Harap Media Tuliskan Ini

Anggota DPRD kota Medan, Dame Duma Sari Hutagalung mengaku mendapatkan pesan singkat dari masyarakat tentang tak merata pembagian bantuan dari ...