Sabtu, 16 Desember 2017 | 06.32 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Timur>Ngaku Hamil 6 Bulan, Fajar Gorok Leher Kekasihnya Pakai Pelat Besi

Ngaku Hamil 6 Bulan, Fajar Gorok Leher Kekasihnya Pakai Pelat Besi

Reporter : Ary Syahputra | Sabtu, 1 April 2017 - 13:35 WIB

IMG-5033

Fajar Infantoro (21), pelaku pembunuhan dari mayat perempuan yang ditemukan di Kali Abab, Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. (Ist)

Blitar, kini.co.id – Gegara panik kekasihnya mengaku telah hamil dan minta tanggung jawab, Fajar Infantoro (21) tega mebunuh kekasihnya, Fitriatul Janah (19), dengan cara menggorok lehernya menggunakan pelat besi.

Tidak hanya itu, setelah melakukan pembunuhan itu, Fajar pun membuang mayatnya ke Kali Abab wilayah Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Fajar diamankan karena menurut saksi, dialah yang terlihat menjemput korban sebelum ditemukan tewas di tepi kali itu.

Kejadian yang terjadi pada Rabu (29/3/2017) itu bermula saat keduanya sedang berjalan-jalan dengan menggunakan sepeda motor dan berhenti di kawasan Kali Abab.

Di sana, mereka mengobrol layaknya sepasang kekasih. Namun, keadaan berubah menegang saat tiba-tiba korban mengatakan kalau saat itu dia sudah mengandung selama 6 bulan dan minta untuk dinikahi.

Panik dan merasa usia pacaran mereka belum sampai 6 bulan, Fajar pun lalu menggorok leher Janah dengan pelat besi. Kalut, pelaku lalu membuang mayat Janah ke Kali Abab beserta barang bukti pelat besi yang digunakan untuk membunuh.

“Saya tidak merencanakan. Saya melakukan ini karena panik,” ungkap Fajar, Sabtu (1/4/2017).

Pengakuan pelaku pun dibenarkan oleh Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya, yang mengatakan bahwa motif pembunuhan tersebut murni karena pelaku panik atas tuntutan korban yang meminta dinikahi.

“Pelaku panik setelah korban meminta pertanggungjawaban menikahi. Karena saat itu korban telah mengandung enam bulan,” beber Slamet.

Penangkapan terhadap pelaku sendiri dilakukan pada Jumat (31/3/2017). Dari situ, petugas juga mengamankan barang bukti berupa sepeda motor, sepatu, tas dan beberapa potong pakaian korban serta pelaku.

Slamet juga mengatakan kalau pihaknya sampai saat ini masih mencari pelat besi yang dibuang pelaku ke Kali Abab.

Atas perbuatanya itu, pelaku terancam Pasal 338 KUHP dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Warga Tasikmalaya dihimbau mengungsi
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 02:17 WIB

Warga Tasikmalaya dihimbau mengungsi

Warga yang tinggal di pesisir pantai Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengungsi ke dataran tinggi untuk menghindari ancaman bahaya ...
BMKG keluarkan peringatan potensi Tsunami gempa Tasikmalaya
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 01:14 WIB

BMKG keluarkan peringatan potensi Tsunami gempa Tasikmalaya

Gempa berkekuatan 7,3 skala richter (SR) terjadi di 43 km barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat, pada pukul 23.47 WIB, Jumat. ...
Warga Majalengka rasakan gempa Tasikmalaya
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 01:12 WIB

Warga Majalengka rasakan gempa Tasikmalaya

Sejumlah warga di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat dibuat panik dengan gempa bumi yang terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 23.48 ...
Gempa berkekuatan 7,3 SR juga goncang Tasikmalaya
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 00:57 WIB

Gempa berkekuatan 7,3 SR juga goncang Tasikmalaya

Gempa bumi berkekuatan 7,3 Skala Richter di Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya terasa hingga ke Bandung, Jawa Barat pada Jumat pukul ...
Gempa berkekuatan 6,7 SR guncang Sukabumi
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 00:51 WIB

Gempa berkekuatan 6,7 SR guncang Sukabumi

Gempa berkekuatan 6,7 skala richter (SR) mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat dan sekitarnya yang menyebabkan warga panik dan berhamburan keluar ...
Panitia festival durian minta maaf, siap kembalikan uang tiket yang dibeli
Jawa Barat - Jumat, 15 Desember 2017 - 21:01 WIB

Panitia festival durian minta maaf, siap kembalikan uang tiket yang dibeli

Panitia festival durian Sindangwangi 2017 menyampaikan permintaan maafnya kepada publik atas ketidaknyamanan pelaksanaan festival pada, Sabtu (9/12) lalu.Permintaan maaf itu ...