Kamis, 22 Februari 2018 | 01.43 WIB
KiniNEWS>Regional>Kalimantan>Akan Dimakzulkan Karena Zina, Begini Reaksi Bupati Katingan

Akan Dimakzulkan Karena Zina, Begini Reaksi Bupati Katingan

Reporter : Zainal Bakri | Sabtu, 1 April 2017 - 13:25 WIB

IMG-5032

Farida Yeni dan Bupati Katingan, Ahmad Yantenglie. (KiniNews/Ist)

Katingan, kini.co.id – Meski Mahkamah Agung (MA) telah mengeluarkan putusan, Bupati Katingan Ahmad Yantenglie masih pede akan memimpin daerahnya.

Ia malah menilai putusan MA tidak bisa dijadikan acuan untuk memakzulkannya. Sebab menurut dia, putusan MA hanya berdasarkan dugaan bukan pembuktian secara hukum.

“Saya ingin bertanya, apakah dugaan bisa menjatuhkan atau memberhentikan seorang kepala daerah? Dugaan tanpa melalui sebuah proses berkekuatan hukum tetap,” ujarnya, Sabtu (1/4/2017).

Pencabutan laporan oleh suami Farida Yeni juga menjadi kekuatan bagi Yantenglie untuk bertahan sebagai bupati.

“Kita menghargai MA mengabulkan dugaan itu. Sekali lagi atas dugaan itu. Tapi semuanya berdasarkan dugaan. Karena sampai saat ini belum ada keputusan hukum tetap (karena Aipda Sulis Heri, suami Farida Yeni, telah mencabut laporan-red). Dan masalah ini sudah tutup buku,” jelas dia.

Namun demikian, Yantenglie tetap menghargai proses tersebut. Dia tidak mau gegabah dan bahkan mengajak semua pihak kembali ke ranah masing-masing agar tidak terjadi carut-marut persoalan.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Personil TNI-Polri bersihkan material menutup lahar dingin Sinabung
Sumatera Utara - Rabu, 21 Februari 2018 - 21:37 WIB

Personil TNI-Polri bersihkan material menutup lahar dingin Sinabung

Ratusan personil gabungan TNI-Polri melaksanakan gotong royong membersihkan material berupa batu dan kayu yang menutup arus aliran lahar dingin gunung ...
Calon kepala daerah dilarang kampanye di pesantren
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 21:01 WIB

Calon kepala daerah dilarang kampanye di pesantren

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat mengingatkan pasangan calon kepala daerah agar tidak berkampanye di pesantren. Larangan itu sesuai ...
Waspada! 3 Pabrik di Bekasi Belum Kantongi IPLC
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 20:11 WIB

Waspada! 3 Pabrik di Bekasi Belum Kantongi IPLC

Sedikitnya, ada tiga dari 14 pabrik yang berdiri di sepanjang bantaran Kali Bekasi belum mengantongi Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC).Bahkan, ...
Satpam Sekolah Jadi Pengedar Sabu, Berakhir Dipenjara
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 19:50 WIB

Satpam Sekolah Jadi Pengedar Sabu, Berakhir Dipenjara

Seorang Satpam sekolah berinisial AS (33) rupanya merangkap kariernya sebagai pengedar sabu. Selain pengedar, AS juga sebagai pemakai yang mana ...
75 Persen SMP Swasta Bekasi Ditargetkan Laksanakan UNBK
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 18:59 WIB

75 Persen SMP Swasta Bekasi Ditargetkan Laksanakan UNBK

Dinas Pendidikan Kota Bekasi menargetkan pada tahun 2018 ini, minimal 75 persen SMP Swasta di dan 100 persen SMP Negeri ...
5 SMP Negeri di Bekasi Tak Dapat Lakukan UNBK
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 18:40 WIB

5 SMP Negeri di Bekasi Tak Dapat Lakukan UNBK

Dinas Pendidikan Kota Bekasi menunda pengadaan komputer untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi 5 SMP Negeri Kota Bekasi.Soalnya, ...