Sabtu, 16 Desember 2017 | 06.29 WIB
KiniNEWS>Regional>Riau>Gegara Karpet, Ini Kronologi Kasus Mutilasi di Bengkalis

Gegara Karpet, Ini Kronologi Kasus Mutilasi di Bengkalis

Reporter : Ary Syahputra | Jumat, 31 Maret 2017 - 13:06 WIB

IMG-5023

Ilustrasi

Bengkalis, kini.co.id – Sebelumnya diberitakan bahwa tim gabungan dari Polres Bengkalis dan Polda Riau berhasil meringkus Harianto alias Ari (31), pelaku pemutilasi mayat di dalam koper di Bengkalis, Riau.

Dari hasil interogasi dengan Ari, Kapolres Bengkalis, AKBP Hadi Wicaksono, mengatakan bahwa motif pelaku membunuh Bayu Susanto berawal dari uang untuk membeli karpet.

(Baca Juga: Buron 2 Hari, Polisi Bekuk Pelaku Mutilasi)

Kepada petugas, Ari mengatakan kalau ia sempat memberi korban uang beberapa bulan sebelum kejadian untuk pembelian karpet biliar milik pelaku.

“Uang itu diberikan untuk membeli karpet biliar milik Ha (Harianto). Uang habis, karpet juga tak diganti, makanya ditagih,” ujar Hadi, mengutip Liputan6, Jumat (31/3/2017).

Namun, lanjut Guntur, korban selalu mengelak saat ditagih sehingga membuat Ari kesal. Ia lantas menceritakan kekesalannya itu kepada dua rekannya, yaitu AA dan Andrean alias Gondrong.

Ternyata, dari cerita Ari itu, kedua temannya tersebut yang juga merupakan tersangka, merasakan kekesalan yang sama sehingga merencanakan pembunuhan.

Sebagai otak pembunuhan, Ari lalu menyuruh Andrean untuk memanggil korban ke ruko tempat usaha biliar miliknya itu.

“Kejadian pemanggilan ini pada 24 Maret, pembunuhannya sendiri terjadi pada 25 Maret dini hari,” lanjut Hadi lagi.

Sesampainya di tempat biliar, Ari lalu mengunci pintu dari dalam dan lalu mengambil dua bilah pisau. Kedua tersangka lain, AA dan Andrean diketahui membantu Ari dengan cara memegang tangan korban yang berbadan gempal itu.

Ari lalu menusuk tubuh Bayu berkali-kali. Dari hasil visum Tim Dokter dan Kesehatan Bid Dokkes Polda Riau, dari beberapa tusukan itu ada yang mengenai jantung hingga paru-paru sehingga menyebabkan korban tewas.

“Setelah dua tersangka lainnya kabur karena ketakutan, pelaku utama panik dan bingung berbuat apa. Kemudian terjadilah peristiwa mutilasi,” Ungkap Kabid Humas Polda Riau, Kombes Guntur Aryo Tejo.

Jasad korban yang tidak utuh lagi itu lalu dimasukkan Ari ke dalam tas hitam yang kemudian dimasukkan lagi ke tong bekas minyak warna biru dan ditutup pakai kardus di bagian atasnya.

Dengan ditangkapnya Ari serta Andrean yang merupakan tersangka sekaligus pelapor dari kejadian itu, kini petugas masih mengejar AA yang masih buron.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Warga Tasikmalaya dihimbau mengungsi
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 02:17 WIB

Warga Tasikmalaya dihimbau mengungsi

Warga yang tinggal di pesisir pantai Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengungsi ke dataran tinggi untuk menghindari ancaman bahaya ...
BMKG keluarkan peringatan potensi Tsunami gempa Tasikmalaya
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 01:14 WIB

BMKG keluarkan peringatan potensi Tsunami gempa Tasikmalaya

Gempa berkekuatan 7,3 skala richter (SR) terjadi di 43 km barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat, pada pukul 23.47 WIB, Jumat. ...
Warga Majalengka rasakan gempa Tasikmalaya
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 01:12 WIB

Warga Majalengka rasakan gempa Tasikmalaya

Sejumlah warga di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat dibuat panik dengan gempa bumi yang terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 23.48 ...
Gempa berkekuatan 7,3 SR juga goncang Tasikmalaya
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 00:57 WIB

Gempa berkekuatan 7,3 SR juga goncang Tasikmalaya

Gempa bumi berkekuatan 7,3 Skala Richter di Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya terasa hingga ke Bandung, Jawa Barat pada Jumat pukul ...
Gempa berkekuatan 6,7 SR guncang Sukabumi
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 00:51 WIB

Gempa berkekuatan 6,7 SR guncang Sukabumi

Gempa berkekuatan 6,7 skala richter (SR) mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat dan sekitarnya yang menyebabkan warga panik dan berhamburan keluar ...
Panitia festival durian minta maaf, siap kembalikan uang tiket yang dibeli
Jawa Barat - Jumat, 15 Desember 2017 - 21:01 WIB

Panitia festival durian minta maaf, siap kembalikan uang tiket yang dibeli

Panitia festival durian Sindangwangi 2017 menyampaikan permintaan maafnya kepada publik atas ketidaknyamanan pelaksanaan festival pada, Sabtu (9/12) lalu.Permintaan maaf itu ...