Jumat, 27 April 2018 | 11.52 WIB
KiniNEWS>Regional>Kalimantan>Diduga Terjerat Jaring Nelayan, Pesut Mahakam Ditemukan Tewas

Diduga Terjerat Jaring Nelayan, Pesut Mahakam Ditemukan Tewas

Reporter : Yudi | Senin, 27 Maret 2017 - 14:29 WIB

IMG-4939

Diduga Terjerat Jaring Nelayan, Pesut Mahakam Ditemukan Tewas. (Save Mahakam Dolphin/Henson)

Kutai Kartanegara, kini.co.id – Diduga terjerat renggek (sejenis jaring nelayan), ikan Pesut Mahakam (Orcaella Brevirostris) ditemukan tewas di perairan Sungai Mahakam, Desa Rantau Hempang, kecamatan Muara Kaman, kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

“Dari informasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), panjangnya pesut itu sekitar 1,5 meter, berarti pesut muda. Sayang, kita belum bisa pastikan penyebab kematiannya. Cuma dugaan kuat bukan karena sakit, tapi terjerat jaring (renggek),” ungkap Peneliti Pesut Mahakam dari Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI), Danielle Kreb, Senin (27/3/2017).

Hal tersebut semakin diperkuat dengan ditemukannya bekas seperti ikatan di sekujur tubuh bangkai hewan malang tersebut.

“Mungkin karena warga takut akan kewenangannya, tali yang menjerat pesut sudah dipotong. Diperhatikan, ada bekas-bekas tarikan tali yang masuk ke kulit pesut,” lanjut Danielle lagi.

Temuan pesut muda yang sudah tak bernyawa itu dinilai sangat mengkhawatirkan, dikarenakan populasi dari satwa langka tersebut semakin sedikit.

Menurut data dari RASI, populasi pesut di perairan Sungai Mahakam diperkirakan hanya tinggal 75-80 ekor. Dan itu semakin berkurang.

Beberapa penyebab dari kematian pesut Mahakam antara lain karena sakit, kurangnya makanan dan yang paling banyak adalah karena terjerat jaring nelayan.

Pesut yang sudah mati tersebut ditemukan pertama kali oleh warga sekira pukul 11.30 WITA, Minggu (26/3/2017) kemarin. Pesut tersebut diduga mati di hulu lalu terbawa arus hingga ke hilir.

Satwa langka itu pun saat ini sudah dikuburkan oleh warga bersama petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, pagi tadi.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Ridwan Kamil akan perjuangan status guru honor di Jawa Barat
Jawa Barat - Kamis, 19 April 2018 - 20:56 WIB

Ridwan Kamil akan perjuangan status guru honor di Jawa Barat

Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 1, Ridwan Kamil berjanji akan memperjuangkan status guru honor di Jawa Barat. Sehingga, abdi ...
Tim verifikasi nasional lomba lingkungan bersih dan sehat sambangi Desa Aek Tapa
Sumatera Utara - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:37 WIB

Tim verifikasi nasional lomba lingkungan bersih dan sehat sambangi Desa Aek Tapa

Tim verifikasi lapangan pelaksanaan terbaik tingkat nasional lomba lingkungan bersih dan sehat turun langsung ke lapangan ke Labuhanbatu Utara.Tim tersebut ...
Pemko Medan dan LKPP teken MOU pelaksanaan e-katalog daerah
Sumatera Utara - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:11 WIB

Pemko Medan dan LKPP teken MOU pelaksanaan e-katalog daerah

Pemko Medan tandatangani MOU pelaksanaan e-katalog daerah dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Penandatanganan ini dilakukan langsung ...
Balas surat cinta siswa, Bupati Labura kunjungi sekolah
Sumatera Utara - Selasa, 27 Maret 2018 - 05:52 WIB

Balas surat cinta siswa, Bupati Labura kunjungi sekolah

Bupati Labuhanbatu Utara Kharuddin Syah, memberikan kejutan kepada siswa dan siswi SMP Negeri 3 Kualuh Hulu dengan mendatangi langsung sekolah ...
Wabup Labura minta ASN tingkatkan disiplin  
Sumatera Utara - Selasa, 12 Desember 2017 - 10:56 WIB

Wabup Labura minta ASN tingkatkan disiplin  

Wakil Bupati Labuhanbatu Utara ((Labura), Dwi Prantara mengatakan Apartur Sipil paratur(ASN) dituntut untuk selalu meningkatkan kedisiplinan saat bekerja.Hal itu ...
Banjir kembali kepung Jakarta, Anies:  Saya bertanggungjawab
DKI Jakarta - Selasa, 12 Desember 2017 - 10:38 WIB

Banjir kembali kepung Jakarta, Anies: Saya bertanggungjawab

Hujan deras yang mengguyur hampir seluruh wilayah Ibukota pada Senin (11/12) siang kemarin mengakibatkan banjir di beberapa titik seperti kawasan ...