Kamis, 22 Februari 2018 | 01.45 WIB
KiniNEWS>Regional>Kalimantan>Diduga Terjerat Jaring Nelayan, Pesut Mahakam Ditemukan Tewas

Diduga Terjerat Jaring Nelayan, Pesut Mahakam Ditemukan Tewas

Reporter : Yudi | Senin, 27 Maret 2017 - 14:29 WIB

IMG-4939

Diduga Terjerat Jaring Nelayan, Pesut Mahakam Ditemukan Tewas. (Save Mahakam Dolphin/Henson)

Kutai Kartanegara, kini.co.id – Diduga terjerat renggek (sejenis jaring nelayan), ikan Pesut Mahakam (Orcaella Brevirostris) ditemukan tewas di perairan Sungai Mahakam, Desa Rantau Hempang, kecamatan Muara Kaman, kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

“Dari informasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), panjangnya pesut itu sekitar 1,5 meter, berarti pesut muda. Sayang, kita belum bisa pastikan penyebab kematiannya. Cuma dugaan kuat bukan karena sakit, tapi terjerat jaring (renggek),” ungkap Peneliti Pesut Mahakam dari Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI), Danielle Kreb, Senin (27/3/2017).

Hal tersebut semakin diperkuat dengan ditemukannya bekas seperti ikatan di sekujur tubuh bangkai hewan malang tersebut.

“Mungkin karena warga takut akan kewenangannya, tali yang menjerat pesut sudah dipotong. Diperhatikan, ada bekas-bekas tarikan tali yang masuk ke kulit pesut,” lanjut Danielle lagi.

Temuan pesut muda yang sudah tak bernyawa itu dinilai sangat mengkhawatirkan, dikarenakan populasi dari satwa langka tersebut semakin sedikit.

Menurut data dari RASI, populasi pesut di perairan Sungai Mahakam diperkirakan hanya tinggal 75-80 ekor. Dan itu semakin berkurang.

Beberapa penyebab dari kematian pesut Mahakam antara lain karena sakit, kurangnya makanan dan yang paling banyak adalah karena terjerat jaring nelayan.

Pesut yang sudah mati tersebut ditemukan pertama kali oleh warga sekira pukul 11.30 WITA, Minggu (26/3/2017) kemarin. Pesut tersebut diduga mati di hulu lalu terbawa arus hingga ke hilir.

Satwa langka itu pun saat ini sudah dikuburkan oleh warga bersama petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, pagi tadi.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Personil TNI-Polri bersihkan material menutup lahar dingin Sinabung
Sumatera Utara - Rabu, 21 Februari 2018 - 21:37 WIB

Personil TNI-Polri bersihkan material menutup lahar dingin Sinabung

Ratusan personil gabungan TNI-Polri melaksanakan gotong royong membersihkan material berupa batu dan kayu yang menutup arus aliran lahar dingin gunung ...
Calon kepala daerah dilarang kampanye di pesantren
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 21:01 WIB

Calon kepala daerah dilarang kampanye di pesantren

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat mengingatkan pasangan calon kepala daerah agar tidak berkampanye di pesantren. Larangan itu sesuai ...
Waspada! 3 Pabrik di Bekasi Belum Kantongi IPLC
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 20:11 WIB

Waspada! 3 Pabrik di Bekasi Belum Kantongi IPLC

Sedikitnya, ada tiga dari 14 pabrik yang berdiri di sepanjang bantaran Kali Bekasi belum mengantongi Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC).Bahkan, ...
Satpam Sekolah Jadi Pengedar Sabu, Berakhir Dipenjara
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 19:50 WIB

Satpam Sekolah Jadi Pengedar Sabu, Berakhir Dipenjara

Seorang Satpam sekolah berinisial AS (33) rupanya merangkap kariernya sebagai pengedar sabu. Selain pengedar, AS juga sebagai pemakai yang mana ...
75 Persen SMP Swasta Bekasi Ditargetkan Laksanakan UNBK
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 18:59 WIB

75 Persen SMP Swasta Bekasi Ditargetkan Laksanakan UNBK

Dinas Pendidikan Kota Bekasi menargetkan pada tahun 2018 ini, minimal 75 persen SMP Swasta di dan 100 persen SMP Negeri ...
5 SMP Negeri di Bekasi Tak Dapat Lakukan UNBK
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 18:40 WIB

5 SMP Negeri di Bekasi Tak Dapat Lakukan UNBK

Dinas Pendidikan Kota Bekasi menunda pengadaan komputer untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi 5 SMP Negeri Kota Bekasi.Soalnya, ...