Senin, 11 Desember 2017 | 12.44 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Dukungan PFI Medan dengan Pelaksanaan Sabang Photography Competition

Dukungan PFI Medan dengan Pelaksanaan Sabang Photography Competition

Reporter : Nur Fatimah | Jumat, 24 Maret 2017 - 21:34 WIB

IMG-4910

Ketua Panitia SPC 2017, Ihsan Putra bersama PFI Medan, Rahmad Suryadi dan anggota PFI Medan, Albert Damanik. (kininews/ist)

MEDAN, kini.co.id – Pelaksanaan Sabang Photography Competition (SPC) 2017 mendapat respons positif dari Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan, Rahmad Suryadi. Menurutnya, selain berlibur, kegiatan ini dapat memacu dan mengasah kreativitas fotografer dalam mengabadikan momen.

“Kegiatan ini kami lihat sangat positif. Makanya kami juga melihat ini sebagai ajang silaturrahmi antara traveller dan fotografer. Dengan demikian, keindahan destinasi wisata Indonesia bisa terabadikan dan tersampaikan kepada masyarakat luas,” kata Rahmat saat menerima Ketua Panitia SPC 2017, Ihsan Putra di kawasan Jalan Sei Serayu Medan.

Rahmad mengatakan, PFI Medan melihat kegiatan ini juga momen untuk memperkaya khazanah serta pengetahuan fotografer tentang keindahan alam. Apalagi, SPC 2017 yang akan berlangsung di Sabang, Pulau Weh, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pada 21-25 April ini juga akan melibatkan Arbain Rambey, sebagai coacher juga dipercaya merupakan kesempatan langka bagi fotografer menimba ilmu dan pengalaman.

“Pengalaman dan coaching clinic dari Bang Arbain Rambey sebagai legenda fotografer Indonesia adalah kesempatan langka. Jadi ini bisa dikatakan sebagai liburan, ajang silaturrahmi, edukasi fotografi dan promosi wisata. Jadi sangat bagus,” ujarnya, Jumat (24/3).

Sementara Ihsan menyebut even yang mereka buat untuk memperkenalkan ragam destinasi yang dimiliki Indonesia. Mengapa memilih Sabang? Ihsan mengatakan bahwa Sabang di Pulau Weh, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) adalah ujung barat Indonesia dan dekat dengan Sumatera Utara.

“Kami ingin memulai dari barat Indonesia, kemudian mengeksplorasi Sumut dan daerah lain, agar jangan ada lagi orang Indonesia yang lebih bangga liburan keluar negeri dari apa kepada tanah airnya sendiri. Orang Indonesia harus tahu ada banyak sekali spot foto terbaik di negeri ini,” ujarnya.

Untuk mengubah paradigma dan animo masyarakat itu, WS Tour yang didukung oleh Kafe Potret dan segenap penggiat fotografi serta pariwisata, menyediakan hadiah istimewa bagi para pemenangnya. Sebuah drone (pesawat tanpa awak) keluaran terbaru jadi pengikatnya.

“Berkat dukungan dari beberapa rekan, maka kami menyiapkan drone terbaru dari Xima Xplorer 4K untuk para pemenang tersebut nantinya,” kata Ihsan.

Pulau Weh adalah destinasi wisata dunia yang indah dan paling unik. Letaknya di paling ujung negeri tercinta ini. Maka tak heran, titik nol Indonesia diukur dari Sabang. Pemandangan alam dan bawah lautnya juga sangat indah.

“Bisa jadi ini adalah perjalanan wisata bersejarah, karena belum banyak yang datang ke sini. Alamnya juga masih asri,” ujarnya.

Ihsan menyebut, untuk mengikuti kegiatan ini, pihaknya sudah membuka pendaftaran sejak awal Maret 2017 dengan biaya pendaftaran sangat murah, yakni sebesar Rp 1,5 juta per peserta. Biaya itu meliputi transportasi Medan-Banda Aceh-Sabang, pulang pergi dan akomodasi selama kegiatan berlangsung.

“Penginapan dan makan peserta juga include di dalamnya. Jadi kalau dikalkulasikan, biaya itu sangat ekonomis, bukan profit oriented yang dikejar,” ujarnya.

Selain itu, para peserta juga berkesempatan memenangkan 3 unit drone Xiro Xplorer 4K. Para peserta juga bisa mengeksplorasi landscape, aerial (foto udara) dan underwater (foto bawah laut).

“Kita pastikan bahwa penjurian sangat independen, karena juri juga sangat profesional. Ada Bang Andi Lubis (Sumut) dan Anton Chandra (Jakarta). Kredibilitas kedua juri ini sudah teruji sehingga foto yang dihasilkan nanti adalah yang terbaik,” pungkasnya.

Sejauh ini, katanya, sudah menjaring para pendaftar dari luar Pulau Sumatera, seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya. Melihat antusias itu, senior dan penggiat fotografi Sumatera Utara, Heinrico Hardi yang ditemui di Kafe Potret, Jalan Wahid Hasyim No 90 Medan juga menyambut baik kegiatan ini. Dirinya secara pribadi sudah sangat menantikan kegiatan seperti ini. Makanya dia mengaku sangat mendukung kegiatan ini.

“Kita rindu juga ada kegiatan akbar fotografi di Sumatera Utara dan Aceh. Karena kedua daerah ini sangat dekat secara emosional. Tidak tertutup kemungkinan kegiatan yang sama juga dilakukan di Sumut. Jadi saya yakin kegiatan ini cukup sukses,” ujarnya

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Ivan Iskandar Batubara siap dampingi Tengku Erry di Pilgub Sumut
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 09:10 WIB

Ivan Iskandar Batubara siap dampingi Tengku Erry di Pilgub Sumut

Mengikuti jejak Sandiaga Salahudin Uno yang melepas jabatan Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) dan berkiprah di politik, hal itu ...
Pelanggaran HAM di Sumut masih tinggi
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 06:48 WIB

Pelanggaran HAM di Sumut masih tinggi

Kasus pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) di Sumatera Utara masih sangat tinggi dan memprihatinkan. Berdasarkan catatan Komisi Orang Hilang dan ...
Banyak dikeluhkan, penggagas festival durian Sindangwangi 2017 bungkam
Jawa Barat - Senin, 11 Desember 2017 - 00:02 WIB

Banyak dikeluhkan, penggagas festival durian Sindangwangi 2017 bungkam

Pihak penggagas dan panitia festival durian Sindangwangi 2017 masih belum memberikan jawaban terkait banyaknya keluhan pengunjung yang sudah membeli tiket ...
PAN usung Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut 2018
Sumatera Utara - Minggu, 10 Desember 2017 - 20:42 WIB

PAN usung Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut 2018

Partai Amanat Nasional (PAN) resmi mencalonkan mantan Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi dalam pemilihan gubernur Sumatera Utara 2018.Dukungan ...
Panitia Festival Durian Sindangwangi 2017 bakal diperkarakan
Jawa Barat - Minggu, 10 Desember 2017 - 20:26 WIB

Panitia Festival Durian Sindangwangi 2017 bakal diperkarakan

Banyaknya keluhan masyarakat terkait kekecewaannya saat mengunjungi Festival Durian Sindangwangi 2017 di Pasar Ikan, Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten ...
KLHK segel limbah medis di TPS  Cirebon
Jawa Barat - Minggu, 10 Desember 2017 - 19:27 WIB

KLHK segel limbah medis di TPS Cirebon

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyegel tempat pembuangan sementara (TPS) yang berisikan limbah medis di Cirebon, Jawa Barat. "Saat ini ...