Senin, 26 Juni 2017 | 05.28 WIB
KiniNEWS>Regional>Kalimantan>Diancam Tidak Diantar Pulang, Siswi SMP Dicabuli Pria 39 Tahun

Diancam Tidak Diantar Pulang, Siswi SMP Dicabuli Pria 39 Tahun

Reporter : Yudi | Kamis, 23 Maret 2017 - 14:44 WIB

IMG-4868

Ilustrasi

Palangka Raya, kini.co.id – Sarwan (39) kini harus merasakan dinginnya lantai tahanan setelah melakukan tindak asusila pencabulan kebada seorang gadis di bawah umur, Mawar (nama samaran).

Tidak hanya sekali, Sarwan melakukan tindak senonoh itu sebanyak 12 kali. Sarwan bahkan nekat membawa lari ABG tersebut agar bisa menyetubuhi gadis malang itu.

Berawal dari kenalan lewat jejaring Facebook, korban yang kemudian dijadikan pacar oleh pelaku itu diketahui pergi dari rumah tanpa diketahui orangtuanya pada 10 Maret 2017 lalu.

Korban ternyata diajak oleh pelaku untuk meninggalkan desanya ke rumah kontrakan pelaku di Desa Tahai Jaya, Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

“Di rumah kontrakannya di Desa Tahai Jaya, Sarwan lalu mencabuli anak di bawah umur itu yang masih duduk kelas tiga SMP,” beber Kanit Reskrim Polsek Maliku, Brigadir Asev Ribut Wibowo, Kamis (23/3/2017).

Menurut keterangan korban, pelaku saat akan menyetubuhi korban menghidupkan musik dengan suara yang keras.

“Korban mengaku disetubuhi sebanyak tiga kali di Desa Tahai Jaya,” lanjut Asev.

Keesokannya, korban dibawa ke Kota Palangka Raya oleh pelaku. Di sana Sarwan menyewa sebuah barak.

“Karena tidak mengetahui jalan pulang, pelaku mengancam tidak akan mengantar korban pulang jika tidak mau disetubuhi,” kata Asev.

Di barak itu, korban dicabuli sebanyak sembilan kali. Korban baru diantar pulang pada Selasa (21/3/2017) oleh pelaku.

Korban pun menceritakan apa yang dialaminya kepada orangtuanya. Tak terima anak gadisnya diperlakukan seperti itu, orangtua korban pun lalu melaporkan pelaku ke pihak berwenang.

“Pelaku langsung kita ditangkap di kontrakannya pada Rabu 22 Maret 2017,” lanjutnya

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81, Ayat 1 juncto Pasal 76b, Pasal 81, Ayat 2, Undang-Undang tentang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Pesan Kapolrestabes Medan untuk Pemudik
Sumatera Utara - Kamis, 22 Juni 2017 - 14:53 WIB

Pesan Kapolrestabes Medan untuk Pemudik

Bagi yang mau berangkat mudik ke kampung halaman. Ada baiknya mengikuti saran alias tips untuk para pemudik dari Kapolrestabes Medan, ...
Gubsu dan Kapolda Cek Kesiapan Mudik
Sumatera Utara - Rabu, 21 Juni 2017 - 21:21 WIB

Gubsu dan Kapolda Cek Kesiapan Mudik

Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi bersama Kapolda Sumut, Inspektur Jendral Rycko Amelza Dahniel melakukan pengecekan sejumlah sejumlah kesiapan transportasi ...
Politisi Gerindra : Saya Harap Media Tuliskan Ini
Sumatera Utara - Rabu, 21 Juni 2017 - 19:33 WIB

Politisi Gerindra : Saya Harap Media Tuliskan Ini

Anggota DPRD kota Medan, Dame Duma Sari Hutagalung mengaku mendapatkan pesan singkat dari masyarakat tentang tak merata pembagian bantuan dari ...
Selamatkan Hutan, 11 Perusahaan Tambang di Sumut jadi Sorotan   
Sumatera Utara - Rabu, 21 Juni 2017 - 13:59 WIB

Selamatkan Hutan, 11 Perusahaan Tambang di Sumut jadi Sorotan  

Kegiatan pertambangan ilegal seringkali menjadi biang kerok kerusakan hutan dan lingkungan.Sayangnya bukan cuma yang ilegal, perusahaan dengan izin yang masih ...
Sultan Yogya Larang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik
DI Yogyakarta - Rabu, 21 Juni 2017 - 01:34 WIB

Sultan Yogya Larang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sultan Hamengku Buwono X melarang seluruh pegawai di lingkungan Pemprov DIY menggunakan mobil dinas untuk ...
Mau Kabur, Mobil Napi Nabrak Rumah Warga
Sumatera Utara - Selasa, 20 Juni 2017 - 15:48 WIB

Mau Kabur, Mobil Napi Nabrak Rumah Warga

Selasa (20/6) pagi, Jalan Lembaga Pemasyarakat, Kelurahan Tanjunggusta, Kecamatan Medan Helvetia ramai. Sebuah mobil berwarna hitam menghantam sebuah rumah di ...