Minggu, 17 Desember 2017 | 20.59 WIB
KiniNEWS>Regional>Kalimantan>Diancam Tidak Diantar Pulang, Siswi SMP Dicabuli Pria 39 Tahun

Diancam Tidak Diantar Pulang, Siswi SMP Dicabuli Pria 39 Tahun

Reporter : Yudi | Kamis, 23 Maret 2017 - 14:44 WIB

IMG-4868

Ilustrasi

Palangka Raya, kini.co.id – Sarwan (39) kini harus merasakan dinginnya lantai tahanan setelah melakukan tindak asusila pencabulan kebada seorang gadis di bawah umur, Mawar (nama samaran).

Tidak hanya sekali, Sarwan melakukan tindak senonoh itu sebanyak 12 kali. Sarwan bahkan nekat membawa lari ABG tersebut agar bisa menyetubuhi gadis malang itu.

Berawal dari kenalan lewat jejaring Facebook, korban yang kemudian dijadikan pacar oleh pelaku itu diketahui pergi dari rumah tanpa diketahui orangtuanya pada 10 Maret 2017 lalu.

Korban ternyata diajak oleh pelaku untuk meninggalkan desanya ke rumah kontrakan pelaku di Desa Tahai Jaya, Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

“Di rumah kontrakannya di Desa Tahai Jaya, Sarwan lalu mencabuli anak di bawah umur itu yang masih duduk kelas tiga SMP,” beber Kanit Reskrim Polsek Maliku, Brigadir Asev Ribut Wibowo, Kamis (23/3/2017).

Menurut keterangan korban, pelaku saat akan menyetubuhi korban menghidupkan musik dengan suara yang keras.

“Korban mengaku disetubuhi sebanyak tiga kali di Desa Tahai Jaya,” lanjut Asev.

Keesokannya, korban dibawa ke Kota Palangka Raya oleh pelaku. Di sana Sarwan menyewa sebuah barak.

“Karena tidak mengetahui jalan pulang, pelaku mengancam tidak akan mengantar korban pulang jika tidak mau disetubuhi,” kata Asev.

Di barak itu, korban dicabuli sebanyak sembilan kali. Korban baru diantar pulang pada Selasa (21/3/2017) oleh pelaku.

Korban pun menceritakan apa yang dialaminya kepada orangtuanya. Tak terima anak gadisnya diperlakukan seperti itu, orangtua korban pun lalu melaporkan pelaku ke pihak berwenang.

“Pelaku langsung kita ditangkap di kontrakannya pada Rabu 22 Maret 2017,” lanjutnya

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81, Ayat 1 juncto Pasal 76b, Pasal 81, Ayat 2, Undang-Undang tentang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
BPBD Cilacap catat 110 rumah rusak akibat gempa
Jawa Tengah - Minggu, 17 Desember 2017 - 14:00 WIB

BPBD Cilacap catat 110 rumah rusak akibat gempa

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap Tri Komara Sidhy mengatakan, sebanyak 110 rumah di Kabupaten Cilacap, Jawa ...
PAN resmi usung Sudirman Said di Pilgub Jateng
Jawa Tengah - Sabtu, 16 Desember 2017 - 19:44 WIB

PAN resmi usung Sudirman Said di Pilgub Jateng

Partai Amanat Nasional (PAN) secara resmi mendukung pencalonan Sudirman Said sebagai calon gubernur Jawa Tengah dalam Pilkada 2018. Kepastian tersebut ...
Disparbud ajak wisatawan tak ragu datang ke Majalengka
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 14:54 WIB

Disparbud ajak wisatawan tak ragu datang ke Majalengka

Kepala Bidang Pengelolaan IndustriPariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka, Mumuh Muhidin mengatakan persoalan festival durian Sindangwangi 2017 yang sempat ...
Golkar Jabar desak DPP cabut dukungan untuk Ridwan Kamil
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 14:11 WIB

Golkar Jabar desak DPP cabut dukungan untuk Ridwan Kamil

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat mendesak agar pimpinan pusat partai berlambang beringin itu mencabut dukungan bagi ...
Polisi sebut belum temukan indikasi  penyalahgunaan narkoba di acara DWP
DKI Jakarta - Sabtu, 16 Desember 2017 - 13:39 WIB

Polisi sebut belum temukan indikasi penyalahgunaan narkoba di acara DWP

Pihak Polda Metro Jaya mengatakan sejauh ini belum didapatkan indikasi adanya penyalahgunaan dan peredaran narkoba di ajang Djakarta Warehouse Project ...
Gempa 6,9 SR, 2 Tewas Puluhan Rumah Rusak
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 12:05 WIB

Gempa 6,9 SR, 2 Tewas Puluhan Rumah Rusak

Penanganan darurat dampak gempabumi 6,9 SR yang mengguncang wilayah bagian selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta masih terus ...