Rabu, 18 Oktober 2017 | 19.56 WIB
KiniNEWS>Regional>Jambi>Mau Buka Usaha, Imigran Gelap Asal Cina Dideportasi

Mau Buka Usaha, Imigran Gelap Asal Cina Dideportasi

Reporter : Zainal Bakri | Selasa, 21 Maret 2017 - 09:17 WIB

IMG-4817

Imigran ilegal asal Cina dideportasi dari Palembang. (Ist)

Palembang, kini.co.id – Keberadaan imigran gelap di Indonesia semakin memprihatinkan. Bukan hanya tinggal di Indonesia secara ilegal, mereka bahkan mulai membuka usaha.

Sperti yang terjadi di Prabumulih, Palembang belum lama ini.

Seorang imigran ilegal, Lai Leping (27) ketahuan hendak membuka bisnis di daerah tersebut.

Ia kedapatan sedang memperhatikan rekannya membayarkan gaji. Ia pun disebut tertarik dengan usaha pemotongan es disana.

Saat diamankan petugas, warga negara asing itu diketahui sudah berada di Kota Prabumulih selama 20 hari.

Tertangkapnya Lai Leping menambah daftar imigran ilegal asal Cina yang masuk ke Palembang. Sejauh ini, imigrasi akan mendeportasi 7 orang WNA tersebut.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi klas I Palembang Jompang, mengatakan hingga Maret ini ada tujuh warga negara Tiongkok yang terjaring.

“Sesuai penegakan hukum dan setelah diproses sesuai UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, mereka akan dideportasi,” katanya, kemarin.

7 WNA asal Cina itu yakni Heilong Jang, Jiangsu, Guizhou, Heilong Jiang, Jiansu, Shanxi, dan yang terbaru Lai Leping (27) dideportasi pada Jumat 17 Maret 2017.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:26 WIB

Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau

Sebanyak 6.429 Kartu Keluarga di Kelurahan Cikiwul menerima dana kompensasi atau 'uang bau' dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk triwulan ...
Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:21 WIB

Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini

Warga Bekasi Timur meminta agar Kepolisian Republik Indonesia membangun kantor Kepolisian Sektor Bekasi Timur. Soalnya, warga setempat merasa disulitkan untuk ...
Aher: Pemprov tak larang transportasi daring
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 16:55 WIB

Aher: Pemprov tak larang transportasi daring

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tidak pernah melarang transportasi berbasis aplikasi online (daring) untuk ...
Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 14:16 WIB

Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan tidak bisa memenuhi undangan dari PDI Perjuangan yang akan mengundang sembilan tokoh potensial sebagai ...
Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 12:46 WIB

Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI

Pemerintah Kota Bekasi meminta pada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno agar memandang ...
Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:00 WIB

Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai, Kota Bekasi memiliki hubungan yang erat dengan Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, ia meminta ...