Rabu, 18 Oktober 2017 | 19.51 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Kejam, Gadis Lugu jadi Budak Seks Paman dan Sepupu Selama 5 Tahun

Kejam, Gadis Lugu jadi Budak Seks Paman dan Sepupu Selama 5 Tahun

Reporter : Yudi | Senin, 20 Maret 2017 - 14:55 WIB

IMG-4803

Korban pemerkosaan paman dan sepupu di Bekasi. (KiniNews/Yaqub)

Bekasi, kini.co.id – Kisah pahit dituturkan Bunga (bukan nama sebenarnya), seorang gadis belia berusia 17 tahun di hadapan penyidik Polres Metropolitan Bekasi Kota.

Ia menjadi budak seks paman dan sepupunya selama 5 tahun. Selama itu pula Bunga menjadi sasaran pelampiasan nafsu bejad pamannya BR (45) dan sepupunya DD (25).

Bunga selama ini tinggal di rumah pamannya itu karena faktor ekonomi. Ia dititipkan orangtuanya sejak tahun 2011.
Aksi bejad bapak dan anak ini diketahui oleh wali murid IN. Kala itu, wali murid gadis tak berdosa itu merasa aneh ketika melihat bagian leher korban terdapat banyak kemerahan (cupang) juga ditemukan luka lebam di wajah korban.

“Saya merasa aneh melihat ada tanda kemerahan dileher korban dan adanya luka lebam diwajahnya” ujar wali murid yang tak ingin disebut namanya, Minggu (19/3/2017).

Kepadanya Bunga mengaku sering disetubuhi secara bergantian oleh BR dan DD.

“Katanya, ia juga sering di intimidasi dan sering mendapatkan perlakuan kekerasan dari pelaku BR bila tidak bisa melayani,” cerita dia.

Mendengar pengakuan muridnya itu, ia pun langsung membuat laporan ke Markas Polres Metropolitan Bekasi Kota.

Kepala Subbagian Humas Polres Metropolitan Bekasi Kota, Komisaris Polisi Erna Ruswing membenarkan adanya laporan kasus pencabulan dengan nomor laporan LP/193/K/ISI/2017/SPKT/Restro Bekasi Kota.

“Iya benar ada laporan seperti itu, namun sedang kami selidiki dulu ya apakah benar, karena itukan pengakuan dari korban, makanya kami lakukan visum terlebih dahulu dan kami akan melakukan pemeriksaan terhadap yang diduga pelaku” ucap Erna.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:26 WIB

Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau

Sebanyak 6.429 Kartu Keluarga di Kelurahan Cikiwul menerima dana kompensasi atau 'uang bau' dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk triwulan ...
Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:21 WIB

Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini

Warga Bekasi Timur meminta agar Kepolisian Republik Indonesia membangun kantor Kepolisian Sektor Bekasi Timur. Soalnya, warga setempat merasa disulitkan untuk ...
Aher: Pemprov tak larang transportasi daring
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 16:55 WIB

Aher: Pemprov tak larang transportasi daring

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tidak pernah melarang transportasi berbasis aplikasi online (daring) untuk ...
Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 14:16 WIB

Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan tidak bisa memenuhi undangan dari PDI Perjuangan yang akan mengundang sembilan tokoh potensial sebagai ...
Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 12:46 WIB

Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI

Pemerintah Kota Bekasi meminta pada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno agar memandang ...
Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:00 WIB

Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai, Kota Bekasi memiliki hubungan yang erat dengan Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, ia meminta ...