Rabu, 18 Oktober 2017 | 16.22 WIB
KiniNEWS>Regional>Sulawesi>BKSDA Sita Monyet Hitam Langka Yang Diikat di Halaman Hotel Bunaken

BKSDA Sita Monyet Hitam Langka Yang Diikat di Halaman Hotel Bunaken

Senin, 20 Maret 2017 - 11:38 WIB

IMG-4789

BKSDA Sita Monyet Hitam Langka Yang Diikat di Halaman Hotel Bunaken. (Ilustrasi)

Bunaken, kini.co.id – Seekor monyet hitam (Macaca Nigra) betina disita oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara (Sulut) karena kedapatan dipelihara dan diikat di halaman oelh pemilik salah satu hotel di Pulau Bunaken, Kecamatan Bunaken, Kota Manado.

Setelah disita, BKSDA lalu menyerahkan satwa langka yang dalam lokal disebut yaki pantat merah tersebut ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki, Sabtu (18/3/2017) lalu.

“Yaki ini hewan yang terancam punah endemik Minahasa dan dilindungi oleh undang- undang,” jelas salah satu anggota PPS, Simon Purser.

Monyet hitam itu diketahui dilindungi dalam Pasal 21 ayat 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi dan Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Pasal tersebut menyatakan larangan bagi setiap orang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup.

Menurut keterangan Simon, yaki tersebut diambil oleh pemilik hotel dari hutan yang ada di Pulau Manado Tua saat masih kecil bersama induknya.

“Tetapi, induknya telah dimakan, sedangkan monyet itu dipelihara dan diikat di pohon halaman Hotel Panorama di Bunaken,” tuturnya.

Masyarakat yang melihat keberadaan monyet yang diperkirakan berusia 5-6 tahun itu pun langsung melaporkan ke pihak BKSDA.

Dari pemeriksaan awal yang dilakukan pihak PPS Tasikoki, monyet malang tersebut dalam kondisi sedikit kurus dan dehidrasi.

“Dia juga gatal-gatal, maka sebelum masuk di pusat penyelamatan satwa di Tasikoki akan diperiksa lengkap dulu di klinik hewan karena ada risiko penyakit,” lanjut Simon.

Sekadar informasih, menurut data BKSDA Sulut, populasi satwa langka monyet hitam Sulawesi di Sulut berkurang signifikan. Penyebabnya adalah semakin menyempitnya habitat dan berkurangnya vegetasi.

Namun, penyebab terparah adalah perburuan untuk mengkonsumsi daging monyet tersebut.

Saat ini diperkirakan populasi monyet hitam itu di seluruh dunia hanya mencapai 5.000 ekor. Sebanyak 2.000 ekor di antaranya di kawasan konservasi Tangkoko, Bitung, Sulut.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 14:16 WIB

Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan tidak bisa memenuhi undangan dari PDI Perjuangan yang akan mengundang sembilan tokoh potensial sebagai ...
Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 12:46 WIB

Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI

Pemerintah Kota Bekasi meminta pada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno agar memandang ...
Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:00 WIB

Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai, Kota Bekasi memiliki hubungan yang erat dengan Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, ia meminta ...
Penyerang Truk Sampah DKI Bakal Sweeping Petugas
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 08:46 WIB

Penyerang Truk Sampah DKI Bakal Sweeping Petugas

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana mengatakan, pihaknya akan melakulan sweeping terhadap penyerang truk Sampah DKI.Ia sendiri mengaku telah ...
Kota Bekasi Bakal Bentuk Barikade Penghalau Batu Truk Sampah DKI
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 08:41 WIB

Kota Bekasi Bakal Bentuk Barikade Penghalau Batu Truk Sampah DKI

Pemerintah Kota Bekasi bakal membentuk barikade untuk menghalau penyerang truk sampah DKI Jakarta yang kerap terjadi di Jalan Raya Narogong. ...
Ketua Dewan Belum Tahu Ada Seleksi Dirut PDAM TP, Kok Bisa?
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 08:38 WIB

Ketua Dewan Belum Tahu Ada Seleksi Dirut PDAM TP, Kok Bisa?

Ketua DPRD Kota Bekasi Tumai belum mengetahui kalau sedang dilaksanakan seleksi Direktur Utama PDAM Tirta Patriot.Orang nomor satu di DPRD ...