Jumat, 27 April 2018 | 11.27 WIB
KiniNEWS>Regional>Sulawesi>BKSDA Sita Monyet Hitam Langka Yang Diikat di Halaman Hotel Bunaken

BKSDA Sita Monyet Hitam Langka Yang Diikat di Halaman Hotel Bunaken

Senin, 20 Maret 2017 - 11:38 WIB

IMG-4789

BKSDA Sita Monyet Hitam Langka Yang Diikat di Halaman Hotel Bunaken. (Ilustrasi)

Bunaken, kini.co.id – Seekor monyet hitam (Macaca Nigra) betina disita oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara (Sulut) karena kedapatan dipelihara dan diikat di halaman oelh pemilik salah satu hotel di Pulau Bunaken, Kecamatan Bunaken, Kota Manado.

Setelah disita, BKSDA lalu menyerahkan satwa langka yang dalam lokal disebut yaki pantat merah tersebut ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki, Sabtu (18/3/2017) lalu.

“Yaki ini hewan yang terancam punah endemik Minahasa dan dilindungi oleh undang- undang,” jelas salah satu anggota PPS, Simon Purser.

Monyet hitam itu diketahui dilindungi dalam Pasal 21 ayat 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi dan Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Pasal tersebut menyatakan larangan bagi setiap orang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup.

Menurut keterangan Simon, yaki tersebut diambil oleh pemilik hotel dari hutan yang ada di Pulau Manado Tua saat masih kecil bersama induknya.

“Tetapi, induknya telah dimakan, sedangkan monyet itu dipelihara dan diikat di pohon halaman Hotel Panorama di Bunaken,” tuturnya.

Masyarakat yang melihat keberadaan monyet yang diperkirakan berusia 5-6 tahun itu pun langsung melaporkan ke pihak BKSDA.

Dari pemeriksaan awal yang dilakukan pihak PPS Tasikoki, monyet malang tersebut dalam kondisi sedikit kurus dan dehidrasi.

“Dia juga gatal-gatal, maka sebelum masuk di pusat penyelamatan satwa di Tasikoki akan diperiksa lengkap dulu di klinik hewan karena ada risiko penyakit,” lanjut Simon.

Sekadar informasih, menurut data BKSDA Sulut, populasi satwa langka monyet hitam Sulawesi di Sulut berkurang signifikan. Penyebabnya adalah semakin menyempitnya habitat dan berkurangnya vegetasi.

Namun, penyebab terparah adalah perburuan untuk mengkonsumsi daging monyet tersebut.

Saat ini diperkirakan populasi monyet hitam itu di seluruh dunia hanya mencapai 5.000 ekor. Sebanyak 2.000 ekor di antaranya di kawasan konservasi Tangkoko, Bitung, Sulut.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Ridwan Kamil akan perjuangan status guru honor di Jawa Barat
Jawa Barat - Kamis, 19 April 2018 - 20:56 WIB

Ridwan Kamil akan perjuangan status guru honor di Jawa Barat

Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 1, Ridwan Kamil berjanji akan memperjuangkan status guru honor di Jawa Barat. Sehingga, abdi ...
Tim verifikasi nasional lomba lingkungan bersih dan sehat sambangi Desa Aek Tapa
Sumatera Utara - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:37 WIB

Tim verifikasi nasional lomba lingkungan bersih dan sehat sambangi Desa Aek Tapa

Tim verifikasi lapangan pelaksanaan terbaik tingkat nasional lomba lingkungan bersih dan sehat turun langsung ke lapangan ke Labuhanbatu Utara.Tim tersebut ...
Pemko Medan dan LKPP teken MOU pelaksanaan e-katalog daerah
Sumatera Utara - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:11 WIB

Pemko Medan dan LKPP teken MOU pelaksanaan e-katalog daerah

Pemko Medan tandatangani MOU pelaksanaan e-katalog daerah dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Penandatanganan ini dilakukan langsung ...
Balas surat cinta siswa, Bupati Labura kunjungi sekolah
Sumatera Utara - Selasa, 27 Maret 2018 - 05:52 WIB

Balas surat cinta siswa, Bupati Labura kunjungi sekolah

Bupati Labuhanbatu Utara Kharuddin Syah, memberikan kejutan kepada siswa dan siswi SMP Negeri 3 Kualuh Hulu dengan mendatangi langsung sekolah ...
Wabup Labura minta ASN tingkatkan disiplin  
Sumatera Utara - Selasa, 12 Desember 2017 - 10:56 WIB

Wabup Labura minta ASN tingkatkan disiplin  

Wakil Bupati Labuhanbatu Utara ((Labura), Dwi Prantara mengatakan Apartur Sipil paratur(ASN) dituntut untuk selalu meningkatkan kedisiplinan saat bekerja.Hal itu ...
Banjir kembali kepung Jakarta, Anies:  Saya bertanggungjawab
DKI Jakarta - Selasa, 12 Desember 2017 - 10:38 WIB

Banjir kembali kepung Jakarta, Anies: Saya bertanggungjawab

Hujan deras yang mengguyur hampir seluruh wilayah Ibukota pada Senin (11/12) siang kemarin mengakibatkan banjir di beberapa titik seperti kawasan ...