Senin, 11 Desember 2017 | 12.42 WIB
KiniNEWS>Regional>Sulawesi>BKSDA Sita Monyet Hitam Langka Yang Diikat di Halaman Hotel Bunaken

BKSDA Sita Monyet Hitam Langka Yang Diikat di Halaman Hotel Bunaken

Senin, 20 Maret 2017 - 11:38 WIB

IMG-4789

BKSDA Sita Monyet Hitam Langka Yang Diikat di Halaman Hotel Bunaken. (Ilustrasi)

Bunaken, kini.co.id – Seekor monyet hitam (Macaca Nigra) betina disita oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara (Sulut) karena kedapatan dipelihara dan diikat di halaman oelh pemilik salah satu hotel di Pulau Bunaken, Kecamatan Bunaken, Kota Manado.

Setelah disita, BKSDA lalu menyerahkan satwa langka yang dalam lokal disebut yaki pantat merah tersebut ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki, Sabtu (18/3/2017) lalu.

“Yaki ini hewan yang terancam punah endemik Minahasa dan dilindungi oleh undang- undang,” jelas salah satu anggota PPS, Simon Purser.

Monyet hitam itu diketahui dilindungi dalam Pasal 21 ayat 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi dan Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Pasal tersebut menyatakan larangan bagi setiap orang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup.

Menurut keterangan Simon, yaki tersebut diambil oleh pemilik hotel dari hutan yang ada di Pulau Manado Tua saat masih kecil bersama induknya.

“Tetapi, induknya telah dimakan, sedangkan monyet itu dipelihara dan diikat di pohon halaman Hotel Panorama di Bunaken,” tuturnya.

Masyarakat yang melihat keberadaan monyet yang diperkirakan berusia 5-6 tahun itu pun langsung melaporkan ke pihak BKSDA.

Dari pemeriksaan awal yang dilakukan pihak PPS Tasikoki, monyet malang tersebut dalam kondisi sedikit kurus dan dehidrasi.

“Dia juga gatal-gatal, maka sebelum masuk di pusat penyelamatan satwa di Tasikoki akan diperiksa lengkap dulu di klinik hewan karena ada risiko penyakit,” lanjut Simon.

Sekadar informasih, menurut data BKSDA Sulut, populasi satwa langka monyet hitam Sulawesi di Sulut berkurang signifikan. Penyebabnya adalah semakin menyempitnya habitat dan berkurangnya vegetasi.

Namun, penyebab terparah adalah perburuan untuk mengkonsumsi daging monyet tersebut.

Saat ini diperkirakan populasi monyet hitam itu di seluruh dunia hanya mencapai 5.000 ekor. Sebanyak 2.000 ekor di antaranya di kawasan konservasi Tangkoko, Bitung, Sulut.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Ivan Iskandar Batubara siap dampingi Tengku Erry di Pilgub Sumut
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 09:10 WIB

Ivan Iskandar Batubara siap dampingi Tengku Erry di Pilgub Sumut

Mengikuti jejak Sandiaga Salahudin Uno yang melepas jabatan Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) dan berkiprah di politik, hal itu ...
Pelanggaran HAM di Sumut masih tinggi
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 06:48 WIB

Pelanggaran HAM di Sumut masih tinggi

Kasus pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) di Sumatera Utara masih sangat tinggi dan memprihatinkan. Berdasarkan catatan Komisi Orang Hilang dan ...
Banyak dikeluhkan, penggagas festival durian Sindangwangi 2017 bungkam
Jawa Barat - Senin, 11 Desember 2017 - 00:02 WIB

Banyak dikeluhkan, penggagas festival durian Sindangwangi 2017 bungkam

Pihak penggagas dan panitia festival durian Sindangwangi 2017 masih belum memberikan jawaban terkait banyaknya keluhan pengunjung yang sudah membeli tiket ...
PAN usung Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut 2018
Sumatera Utara - Minggu, 10 Desember 2017 - 20:42 WIB

PAN usung Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut 2018

Partai Amanat Nasional (PAN) resmi mencalonkan mantan Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi dalam pemilihan gubernur Sumatera Utara 2018.Dukungan ...
Panitia Festival Durian Sindangwangi 2017 bakal diperkarakan
Jawa Barat - Minggu, 10 Desember 2017 - 20:26 WIB

Panitia Festival Durian Sindangwangi 2017 bakal diperkarakan

Banyaknya keluhan masyarakat terkait kekecewaannya saat mengunjungi Festival Durian Sindangwangi 2017 di Pasar Ikan, Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten ...
KLHK segel limbah medis di TPS  Cirebon
Jawa Barat - Minggu, 10 Desember 2017 - 19:27 WIB

KLHK segel limbah medis di TPS Cirebon

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyegel tempat pembuangan sementara (TPS) yang berisikan limbah medis di Cirebon, Jawa Barat. "Saat ini ...