Rabu, 18 Oktober 2017 | 16.22 WIB
KiniNEWS>Regional>DKI Jakarta>Dianggap Berbohong Soal e-KTP, Papah Novanto Dilaporkan ke MKD

Dianggap Berbohong Soal e-KTP, Papah Novanto Dilaporkan ke MKD

Reporter : Rakisa | Kamis, 16 Maret 2017 - 21:02 WIB

IMG-4731

Setia Novanto. (Ist)

JAKARTA, kini.co.id – Ketua DPR Setya Novanto, diadukan oleh Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR, karena diduga melakukan pelanggaran kode etik terkait keterangannya kepada awak media dalam kasus e-KTP.

Dalam keterangannya beberapa waktu kepada media, Novanto menyatakan tidak melakukan pertemuan-pertemuan khusus berkaitan dengan e-KTP serta tidak mengenal dua terdakwa kasus ini, Imam dan Sugiarto.

Koordinator MAKI, Boyamin Saimin mengatakan, Novanto berbohong soal kasus e-KTP.

“Pernyataan Novanto kepada media tidak mengenal dan tidak pertemuan itu bohong. Padahal ada pertemuan khusus yakni sekitar akhir 2010 dan awal 2011 di Hotel Grand Mulia. Pak Setnov pagi-pagi bertemu dengan Andi Agustinus, Irman dan Sugiharto serta Diah Anggraini. Dan saya yakin di Hotel Grand Mulia ada catatannya. Saya yakin KPK juga tahu, saya aja tahu,” ujar Boyamin di MKD DPR, Kamis (16/3) petang.

Menurut Boyamin, Novanto juga melakukan pertemuan dalam ruangan Fraksi Golkar yang juga dihadiri ketiga orang disebut.

“Nah mengkritisi hal itu bahwa Setya Novanto dalam hal ini melakukan dugaan pelanggaran etik karena melakukan perbuatan tidak terpuji atau bohong,” terangnya.

Boyamin memaparkan Novanto diduga melanggar kode etik seperti termaktub dalam Pasal 3 ayat 1 Peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2015, yang isinya berbunyi; ‘Anggota harus menghindari perilaku tidak pantas atau tidak patut yang dapat merendahkan citra dan kehormatan DPR baik di dalam maupun di luar gedung DPR menurut pandangan etika dan norma yang berlaku dalam masyarakat,’

“Seorang pimpinan itu kan enggak boleh berbohong dan mencla-mencle. Jadi dengan dasar itu saya melaporkan dugaan pelanggaran kode etik ke MKD,” ujarnya.

Dalam laporannya ke MKD, Boyamin mengaku melampirkan foto-foto bukti pertemuan Setnov dan Andi Agustinus alias Andi Narongong serta beberapa pihak yang pernah bertemu.

“Selain foto, saya juga tadi nonton sidang, kesaksian Bu Diah juga hang menunjukkan ada pertemuan yang diikuti Irman dan Sugiharto bertemu dengan Novanto yang diikuti Andi Agustinus,” tegasnya.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 14:16 WIB

Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan tidak bisa memenuhi undangan dari PDI Perjuangan yang akan mengundang sembilan tokoh potensial sebagai ...
Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 12:46 WIB

Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI

Pemerintah Kota Bekasi meminta pada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno agar memandang ...
Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:00 WIB

Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai, Kota Bekasi memiliki hubungan yang erat dengan Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, ia meminta ...
Penyerang Truk Sampah DKI Bakal Sweeping Petugas
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 08:46 WIB

Penyerang Truk Sampah DKI Bakal Sweeping Petugas

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana mengatakan, pihaknya akan melakulan sweeping terhadap penyerang truk Sampah DKI.Ia sendiri mengaku telah ...
Kota Bekasi Bakal Bentuk Barikade Penghalau Batu Truk Sampah DKI
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 08:41 WIB

Kota Bekasi Bakal Bentuk Barikade Penghalau Batu Truk Sampah DKI

Pemerintah Kota Bekasi bakal membentuk barikade untuk menghalau penyerang truk sampah DKI Jakarta yang kerap terjadi di Jalan Raya Narogong. ...
Ketua Dewan Belum Tahu Ada Seleksi Dirut PDAM TP, Kok Bisa?
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 08:38 WIB

Ketua Dewan Belum Tahu Ada Seleksi Dirut PDAM TP, Kok Bisa?

Ketua DPRD Kota Bekasi Tumai belum mengetahui kalau sedang dilaksanakan seleksi Direktur Utama PDAM Tirta Patriot.Orang nomor satu di DPRD ...