Selasa, 27 Juni 2017 | 07.16 WIB
KiniNEWS>Regional>DKI Jakarta>Dianggap Berbohong Soal e-KTP, Papah Novanto Dilaporkan ke MKD

Dianggap Berbohong Soal e-KTP, Papah Novanto Dilaporkan ke MKD

Reporter : Rakisa | Kamis, 16 Maret 2017 - 21:02 WIB

IMG-4731

Setia Novanto. (Ist)

JAKARTA, kini.co.id – Ketua DPR Setya Novanto, diadukan oleh Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR, karena diduga melakukan pelanggaran kode etik terkait keterangannya kepada awak media dalam kasus e-KTP.

Dalam keterangannya beberapa waktu kepada media, Novanto menyatakan tidak melakukan pertemuan-pertemuan khusus berkaitan dengan e-KTP serta tidak mengenal dua terdakwa kasus ini, Imam dan Sugiarto.

Koordinator MAKI, Boyamin Saimin mengatakan, Novanto berbohong soal kasus e-KTP.

“Pernyataan Novanto kepada media tidak mengenal dan tidak pertemuan itu bohong. Padahal ada pertemuan khusus yakni sekitar akhir 2010 dan awal 2011 di Hotel Grand Mulia. Pak Setnov pagi-pagi bertemu dengan Andi Agustinus, Irman dan Sugiharto serta Diah Anggraini. Dan saya yakin di Hotel Grand Mulia ada catatannya. Saya yakin KPK juga tahu, saya aja tahu,” ujar Boyamin di MKD DPR, Kamis (16/3) petang.

Menurut Boyamin, Novanto juga melakukan pertemuan dalam ruangan Fraksi Golkar yang juga dihadiri ketiga orang disebut.

“Nah mengkritisi hal itu bahwa Setya Novanto dalam hal ini melakukan dugaan pelanggaran etik karena melakukan perbuatan tidak terpuji atau bohong,” terangnya.

Boyamin memaparkan Novanto diduga melanggar kode etik seperti termaktub dalam Pasal 3 ayat 1 Peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2015, yang isinya berbunyi; ‘Anggota harus menghindari perilaku tidak pantas atau tidak patut yang dapat merendahkan citra dan kehormatan DPR baik di dalam maupun di luar gedung DPR menurut pandangan etika dan norma yang berlaku dalam masyarakat,’

“Seorang pimpinan itu kan enggak boleh berbohong dan mencla-mencle. Jadi dengan dasar itu saya melaporkan dugaan pelanggaran kode etik ke MKD,” ujarnya.

Dalam laporannya ke MKD, Boyamin mengaku melampirkan foto-foto bukti pertemuan Setnov dan Andi Agustinus alias Andi Narongong serta beberapa pihak yang pernah bertemu.

“Selain foto, saya juga tadi nonton sidang, kesaksian Bu Diah juga hang menunjukkan ada pertemuan yang diikuti Irman dan Sugiharto bertemu dengan Novanto yang diikuti Andi Agustinus,” tegasnya.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Tokoh Gereja Bersama Ratusan Jemaat Doakan Aipda Anumerta Martua
Sumatera Utara - Senin, 26 Juni 2017 - 23:22 WIB

Tokoh Gereja Bersama Ratusan Jemaat Doakan Aipda Anumerta Martua

Ratusan jemaat dari berbagai gereja dan tokoh gereja dan pemuda berkumpul di Halaman KS Tubun Mapolda Sumut, Jl Sisingamangaraja ...
Pemudik di Bandara Hasanuddin Meningkat 20 Persen
Sulawesi - Senin, 26 Juni 2017 - 22:50 WIB

Pemudik di Bandara Hasanuddin Meningkat 20 Persen

Jumlah penumpang selama mudik Lebaran 2017 di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar-Maros, Sulawesi Selatan mengalami peningkatan 20 persen sejak H-10 ...
Tunjangan Komunikasi Intensif DPRD Naik 7 Kali Lipat
Jawa Barat - Senin, 26 Juni 2017 - 18:25 WIB

Tunjangan Komunikasi Intensif DPRD Naik 7 Kali Lipat

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 18 tahun 2017 tertanggal 2 Juni 2017, tentang hak keuangan dan administratif pimpinan dan anggota ...
Pesan Kapolrestabes Medan untuk Pemudik
Sumatera Utara - Kamis, 22 Juni 2017 - 14:53 WIB

Pesan Kapolrestabes Medan untuk Pemudik

Bagi yang mau berangkat mudik ke kampung halaman. Ada baiknya mengikuti saran alias tips untuk para pemudik dari Kapolrestabes Medan, ...
Gubsu dan Kapolda Cek Kesiapan Mudik
Sumatera Utara - Rabu, 21 Juni 2017 - 21:21 WIB

Gubsu dan Kapolda Cek Kesiapan Mudik

Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi bersama Kapolda Sumut, Inspektur Jendral Rycko Amelza Dahniel melakukan pengecekan sejumlah sejumlah kesiapan transportasi ...
Politisi Gerindra : Saya Harap Media Tuliskan Ini
Sumatera Utara - Rabu, 21 Juni 2017 - 19:33 WIB

Politisi Gerindra : Saya Harap Media Tuliskan Ini

Anggota DPRD kota Medan, Dame Duma Sari Hutagalung mengaku mendapatkan pesan singkat dari masyarakat tentang tak merata pembagian bantuan dari ...