Kamis, 22 Februari 2018 | 01.27 WIB
KiniNEWS>Regional>DKI Jakarta>KPK Beberkan Gratifikasi yang Diterima Pejabat dari Raja Salman

KPK Beberkan Gratifikasi yang Diterima Pejabat dari Raja Salman

Reporter : Rakisa | Kamis, 16 Maret 2017 - 20:45 WIB

IMG-4729

Sejumlah hadiah (gratifikasi) yang diterima pejabat negara dari Raja Saudi Arabia, Salman Bin Abdul Aziz Al-Saud. (kininews/rakisa)

JAKARTA, kini.co.id – Sejumlah hadiah (gratifikasi) yang diterima pejabat negara dari Raja Saudi Arabia, Salman Bin Abdul Aziz Al-Saud dibeberkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hadiah tersebut terdiri dari dua buah pedang berwarna keemasan, sebilah belati, jam tangan Rolex Sky-Dweller, jam meja Rolex-Desk Clock 8235, pulpen emas merek chopard, dan tasbih.

Direktur Gratifikasi KPK, Giri Suprapdiono mengatakan sejumlah hadiah tersebut diterima pejabat saat kunjungan Raja Salman beberapa waktu lalu.

“Gratifikasi ini dilaporkan pada 7-15 Maret. Pertama pedang emas yang diterima Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan terakhir kemarin,” kata Giri di gedung KPK Jakarta, Kamis (16/3).

Menurut Giri, KPK mengapresiasi para pelapor penerima gratifikasi tersebut.

“Hanya dengan integritas dan kejujuranlah mereka melaporkan gratifikasi,” kata Giri.

Ditambahkannya, meski pemberian dari Raja Salman ini merupakan budaya dan tidak bisa ditolak.

Akan tetapi di negara Indonesia ada UU Pemberantasan Tipikor yang mengatur hadiah yang diterima penyelenggara negara atau pegawai negeri apabila terkait dengan jabatan bisa dianggap suap.

“Ini yang kami akan klarifikasi, menganalisa bahwa hal itu merupakan gratifikasi,” tegasnya.

Ia pun menghimbau kepada semua pihak yang menerima barang serupa dan relatif mewah agar melaporkan kepada KPK karena ada risiko pidana dalam penerimaan tersebut.

Walaupun si pemberi tidak memiliki niat apapun untuk pengaruhi keputusan penerima hadiah.

“Jika penerima, tidak dilaporkan selama 30 hari kerja, dianggap suap,” tegasnya.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Personil TNI-Polri bersihkan material menutup lahar dingin Sinabung
Sumatera Utara - Rabu, 21 Februari 2018 - 21:37 WIB

Personil TNI-Polri bersihkan material menutup lahar dingin Sinabung

Ratusan personil gabungan TNI-Polri melaksanakan gotong royong membersihkan material berupa batu dan kayu yang menutup arus aliran lahar dingin gunung ...
Calon kepala daerah dilarang kampanye di pesantren
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 21:01 WIB

Calon kepala daerah dilarang kampanye di pesantren

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat mengingatkan pasangan calon kepala daerah agar tidak berkampanye di pesantren. Larangan itu sesuai ...
Waspada! 3 Pabrik di Bekasi Belum Kantongi IPLC
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 20:11 WIB

Waspada! 3 Pabrik di Bekasi Belum Kantongi IPLC

Sedikitnya, ada tiga dari 14 pabrik yang berdiri di sepanjang bantaran Kali Bekasi belum mengantongi Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC).Bahkan, ...
Satpam Sekolah Jadi Pengedar Sabu, Berakhir Dipenjara
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 19:50 WIB

Satpam Sekolah Jadi Pengedar Sabu, Berakhir Dipenjara

Seorang Satpam sekolah berinisial AS (33) rupanya merangkap kariernya sebagai pengedar sabu. Selain pengedar, AS juga sebagai pemakai yang mana ...
75 Persen SMP Swasta Bekasi Ditargetkan Laksanakan UNBK
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 18:59 WIB

75 Persen SMP Swasta Bekasi Ditargetkan Laksanakan UNBK

Dinas Pendidikan Kota Bekasi menargetkan pada tahun 2018 ini, minimal 75 persen SMP Swasta di dan 100 persen SMP Negeri ...
5 SMP Negeri di Bekasi Tak Dapat Lakukan UNBK
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 18:40 WIB

5 SMP Negeri di Bekasi Tak Dapat Lakukan UNBK

Dinas Pendidikan Kota Bekasi menunda pengadaan komputer untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi 5 SMP Negeri Kota Bekasi.Soalnya, ...