Senin, 26 Juni 2017 | 05.21 WIB
KiniNEWS>Regional>DKI Jakarta>KPK Beberkan Gratifikasi yang Diterima Pejabat dari Raja Salman

KPK Beberkan Gratifikasi yang Diterima Pejabat dari Raja Salman

Reporter : Rakisa | Kamis, 16 Maret 2017 - 20:45 WIB

IMG-4729

Sejumlah hadiah (gratifikasi) yang diterima pejabat negara dari Raja Saudi Arabia, Salman Bin Abdul Aziz Al-Saud. (kininews/rakisa)

JAKARTA, kini.co.id – Sejumlah hadiah (gratifikasi) yang diterima pejabat negara dari Raja Saudi Arabia, Salman Bin Abdul Aziz Al-Saud dibeberkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hadiah tersebut terdiri dari dua buah pedang berwarna keemasan, sebilah belati, jam tangan Rolex Sky-Dweller, jam meja Rolex-Desk Clock 8235, pulpen emas merek chopard, dan tasbih.

Direktur Gratifikasi KPK, Giri Suprapdiono mengatakan sejumlah hadiah tersebut diterima pejabat saat kunjungan Raja Salman beberapa waktu lalu.

“Gratifikasi ini dilaporkan pada 7-15 Maret. Pertama pedang emas yang diterima Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan terakhir kemarin,” kata Giri di gedung KPK Jakarta, Kamis (16/3).

Menurut Giri, KPK mengapresiasi para pelapor penerima gratifikasi tersebut.

“Hanya dengan integritas dan kejujuranlah mereka melaporkan gratifikasi,” kata Giri.

Ditambahkannya, meski pemberian dari Raja Salman ini merupakan budaya dan tidak bisa ditolak.

Akan tetapi di negara Indonesia ada UU Pemberantasan Tipikor yang mengatur hadiah yang diterima penyelenggara negara atau pegawai negeri apabila terkait dengan jabatan bisa dianggap suap.

“Ini yang kami akan klarifikasi, menganalisa bahwa hal itu merupakan gratifikasi,” tegasnya.

Ia pun menghimbau kepada semua pihak yang menerima barang serupa dan relatif mewah agar melaporkan kepada KPK karena ada risiko pidana dalam penerimaan tersebut.

Walaupun si pemberi tidak memiliki niat apapun untuk pengaruhi keputusan penerima hadiah.

“Jika penerima, tidak dilaporkan selama 30 hari kerja, dianggap suap,” tegasnya.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Pesan Kapolrestabes Medan untuk Pemudik
Sumatera Utara - Kamis, 22 Juni 2017 - 14:53 WIB

Pesan Kapolrestabes Medan untuk Pemudik

Bagi yang mau berangkat mudik ke kampung halaman. Ada baiknya mengikuti saran alias tips untuk para pemudik dari Kapolrestabes Medan, ...
Gubsu dan Kapolda Cek Kesiapan Mudik
Sumatera Utara - Rabu, 21 Juni 2017 - 21:21 WIB

Gubsu dan Kapolda Cek Kesiapan Mudik

Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi bersama Kapolda Sumut, Inspektur Jendral Rycko Amelza Dahniel melakukan pengecekan sejumlah sejumlah kesiapan transportasi ...
Politisi Gerindra : Saya Harap Media Tuliskan Ini
Sumatera Utara - Rabu, 21 Juni 2017 - 19:33 WIB

Politisi Gerindra : Saya Harap Media Tuliskan Ini

Anggota DPRD kota Medan, Dame Duma Sari Hutagalung mengaku mendapatkan pesan singkat dari masyarakat tentang tak merata pembagian bantuan dari ...
Selamatkan Hutan, 11 Perusahaan Tambang di Sumut jadi Sorotan   
Sumatera Utara - Rabu, 21 Juni 2017 - 13:59 WIB

Selamatkan Hutan, 11 Perusahaan Tambang di Sumut jadi Sorotan  

Kegiatan pertambangan ilegal seringkali menjadi biang kerok kerusakan hutan dan lingkungan.Sayangnya bukan cuma yang ilegal, perusahaan dengan izin yang masih ...
Sultan Yogya Larang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik
DI Yogyakarta - Rabu, 21 Juni 2017 - 01:34 WIB

Sultan Yogya Larang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sultan Hamengku Buwono X melarang seluruh pegawai di lingkungan Pemprov DIY menggunakan mobil dinas untuk ...
Mau Kabur, Mobil Napi Nabrak Rumah Warga
Sumatera Utara - Selasa, 20 Juni 2017 - 15:48 WIB

Mau Kabur, Mobil Napi Nabrak Rumah Warga

Selasa (20/6) pagi, Jalan Lembaga Pemasyarakat, Kelurahan Tanjunggusta, Kecamatan Medan Helvetia ramai. Sebuah mobil berwarna hitam menghantam sebuah rumah di ...