Rabu, 18 Oktober 2017 | 16.14 WIB
KiniNEWS>Regional>DKI Jakarta>KPK Beberkan Gratifikasi yang Diterima Pejabat dari Raja Salman

KPK Beberkan Gratifikasi yang Diterima Pejabat dari Raja Salman

Reporter : Rakisa | Kamis, 16 Maret 2017 - 20:45 WIB

IMG-4729

Sejumlah hadiah (gratifikasi) yang diterima pejabat negara dari Raja Saudi Arabia, Salman Bin Abdul Aziz Al-Saud. (kininews/rakisa)

JAKARTA, kini.co.id – Sejumlah hadiah (gratifikasi) yang diterima pejabat negara dari Raja Saudi Arabia, Salman Bin Abdul Aziz Al-Saud dibeberkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hadiah tersebut terdiri dari dua buah pedang berwarna keemasan, sebilah belati, jam tangan Rolex Sky-Dweller, jam meja Rolex-Desk Clock 8235, pulpen emas merek chopard, dan tasbih.

Direktur Gratifikasi KPK, Giri Suprapdiono mengatakan sejumlah hadiah tersebut diterima pejabat saat kunjungan Raja Salman beberapa waktu lalu.

“Gratifikasi ini dilaporkan pada 7-15 Maret. Pertama pedang emas yang diterima Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan terakhir kemarin,” kata Giri di gedung KPK Jakarta, Kamis (16/3).

Menurut Giri, KPK mengapresiasi para pelapor penerima gratifikasi tersebut.

“Hanya dengan integritas dan kejujuranlah mereka melaporkan gratifikasi,” kata Giri.

Ditambahkannya, meski pemberian dari Raja Salman ini merupakan budaya dan tidak bisa ditolak.

Akan tetapi di negara Indonesia ada UU Pemberantasan Tipikor yang mengatur hadiah yang diterima penyelenggara negara atau pegawai negeri apabila terkait dengan jabatan bisa dianggap suap.

“Ini yang kami akan klarifikasi, menganalisa bahwa hal itu merupakan gratifikasi,” tegasnya.

Ia pun menghimbau kepada semua pihak yang menerima barang serupa dan relatif mewah agar melaporkan kepada KPK karena ada risiko pidana dalam penerimaan tersebut.

Walaupun si pemberi tidak memiliki niat apapun untuk pengaruhi keputusan penerima hadiah.

“Jika penerima, tidak dilaporkan selama 30 hari kerja, dianggap suap,” tegasnya.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 14:16 WIB

Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan tidak bisa memenuhi undangan dari PDI Perjuangan yang akan mengundang sembilan tokoh potensial sebagai ...
Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 12:46 WIB

Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI

Pemerintah Kota Bekasi meminta pada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno agar memandang ...
Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:00 WIB

Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai, Kota Bekasi memiliki hubungan yang erat dengan Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, ia meminta ...
Penyerang Truk Sampah DKI Bakal Sweeping Petugas
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 08:46 WIB

Penyerang Truk Sampah DKI Bakal Sweeping Petugas

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana mengatakan, pihaknya akan melakulan sweeping terhadap penyerang truk Sampah DKI.Ia sendiri mengaku telah ...
Kota Bekasi Bakal Bentuk Barikade Penghalau Batu Truk Sampah DKI
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 08:41 WIB

Kota Bekasi Bakal Bentuk Barikade Penghalau Batu Truk Sampah DKI

Pemerintah Kota Bekasi bakal membentuk barikade untuk menghalau penyerang truk sampah DKI Jakarta yang kerap terjadi di Jalan Raya Narogong. ...
Ketua Dewan Belum Tahu Ada Seleksi Dirut PDAM TP, Kok Bisa?
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 08:38 WIB

Ketua Dewan Belum Tahu Ada Seleksi Dirut PDAM TP, Kok Bisa?

Ketua DPRD Kota Bekasi Tumai belum mengetahui kalau sedang dilaksanakan seleksi Direktur Utama PDAM Tirta Patriot.Orang nomor satu di DPRD ...