Sabtu, 21 Oktober 2017 | 17.15 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Bawang Selundupan Marak Beredar Resahkan Petani

Bawang Selundupan Marak Beredar Resahkan Petani

Reporter : Nur Fatimah | Kamis, 16 Maret 2017 - 11:31 WIB

IMG-4714

Penyelundupan bawah merah-ilustrasi

Medan, kini.co.id – Saat ini para petani bawang merah di Sumatera Utara (Sumut) direshkan dengan maraknya bawang merah selundupan dari luar negeri. Bagaimana tidak, hal tersebut akan membuat para petani tertekan dikarenakan harga bawang selundupan dijual sangat murah.

“Kami sebagai petani terus terang tertekan dengan maraknya penyelundupan bawang merah ini, baik dari India, Thailand, maupun Malaysia,” ujar salah satu petani bawang merah, Giantoro (57), Kamis (16/3/2017).

Giantoro yang juga merupakan Ketua Kelompok Tani Serba Jadi, menyebutkan, kalau saat ini petani bawang merah di daerah Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecematan Medan Marelan, Medan, akan memasuki masa panen.

Hal ini menjadi harapan banyak petani agar harga bawang di pesaran tetap normal. Ia berharap agar nantinya mereka dapat menjual hasil panen mereka dengan harga sesuai dan baik bagi petani dan masyarakat.

Sedangkan petani bawang lainnya, Koko, menyebutkan kalau harga bawang merah saat ini dijual dengan kisaran Rp28.000 hingga Rp30.000 per kilogramnya.

Namun, harga tersebut bisa menjadi sangat turun menjadi Rp18.000 jika ada bawang merah yang masuk dari luar.

ā€œItulah makanya, kami sebagai petani sangat berharap bawang merah selundupan dari luar negeri bisa dicegah,ā€ pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Lantamal I Belawan berhasil menggagalkan penyelundupan 30 ton bawang merah asal Thailand di wilayah Perairan Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, yang diangkut menggunakan KM Kuala Kapias II oleh lima anak buah kapal.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Gema Paluta Minta KPUD Tak Pungli Calon PPK dan PPS
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 15:24 WIB

Gema Paluta Minta KPUD Tak Pungli Calon PPK dan PPS

Pilkada serentak 2018 telah di depan mata. Untuk itu perlu dukungan dari masyarakat dan juga penyelenggara Pemilu baik di pusat ...
Inilah Kronologis Penyebab Mahasiswa USU Diserang Satpam
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 06:55 WIB

Inilah Kronologis Penyebab Mahasiswa USU Diserang Satpam

Bentrokan antara satpam dan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU menyisakan luka dan amarah membara di kalangan mahasiswa dan alumni.Hingga ...
Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 01:09 WIB

Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggelar rekonstruksi aksi teror penyerangan Pos Jaga Pintu 3 Mapolda, Jumat (20/10).Reka ulang yang ...
Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 23:17 WIB

Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati

Sungguh ironis nasib yang dialami Warga Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Firiani. Ia bersama anaknya yang baru saja lahir tidak ...
Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis
Sumatera Utara - Jumat, 20 Oktober 2017 - 22:31 WIB

Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis

Setelah sempat terkenal brutal mengeroyok wartawan, kini oknum Satpam USU diduga kembali terlibat dalam tindak kekerasan.Seorang mahasiswa bernama Imanuel Silaban ...
Kapolda bersama Gubsu komitmen awasi penggunaan dana desa
Sumatera Utara - Jumat, 20 Oktober 2017 - 19:59 WIB

Kapolda bersama Gubsu komitmen awasi penggunaan dana desa

Kapolda Sumut Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw bersama Gubsu Tengku Erry Nuradi menyatakan komitmennya bersama untuk mengawasi penggunaan dana desa yang ...