Rabu, 28 Juni 2017 | 22.53 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Dipukuli Satpol PP, Awak Media Demo Kantor Gubsu

Dipukuli Satpol PP, Awak Media Demo Kantor Gubsu

Reporter : Nur Fatimah | Rabu, 15 Maret 2017 - 16:41 WIB

IMG-4707

kabag Humas yang menemui wartawan saat demo. (KiniNews/Ist)

Medan, kini.co.id – Meski dilindungi Undang-undang, profesi jurnalis seolah tak pernah lepas dari kekerasan.

Kekerasan kembali terjadi dan menimpa jurnalis di Medan. Kali ini personil Satpol PP Pemprovsu memukul seorang wartawan Bumantara Benny Pasaribu.

Bukan cuma Benny, wartawan lainnya yang bernama Edoy juga menerima makian dan kata-kata kasar dari oknum oknum Bantuan Satuan Satuan Polisi Pamong Praja (Bansatpol PP) Pemprovsu, bernama Awaluddin tersebut.

Untuk itu sebagai aksi solidaritas, jurnalis Kota Medan pun melakukan demonstrasi di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara.

Koordinator aksi, Iqbal mendesak agar pemerintah tidak mengkerdilkan profesi wartawan lewat kekerasan seperti yang dilakukan oknum Satpol PP tersebut.

“Kami bukan musuh pemerintah atau siapapun. Kami hanya bertugas mencari berita. Senjata kami hanya kata-kata dan pena. Jadi jangan tantang kami berduel, kami bukan preman,” teriak Iqbal berorasi.

Mereka juga meminta oknum Satpol PP bernama Awaluddin itu dipecat. Selain itu mereka meminta semua Satpol PP dites urinnya karena diduga memakai narkoba.

“Keberadaan Bansatpol PP hanyalah menghabis-habiskan anggaran Pendapatan Pemprovsu. Untuk itu kami tegaskan, kami minta pelaku untuk segera dipecat dan lakukan test urine terhadap petugas Satpol PP. Karena yang kami lihat petugas Satpol PP yang berada di Kantor Gubernur ini hanya duduk-duduk dan ketawa-ketawa,” kata Iqbal lagi.

Di tengah aksi, Kabag Humas Setdaprovsu, Indah D Kumala mencoba menemui wartawan yang sedang aksi.

“Saya kemari mewakili Gubernur dan Wagubsu. Kami akan minta teman-teman untuk menyampaikan aspirasinya dengan baik. Kami akan terima semua aspirasi dari teman-teman wartawan,” sebut Indah.

Namun, tanggapan Indah tersebut langsung ditolak oleh massa aksi. Mereka tak ingin ditemui Humas, melainkan langsung oleh petinggi Pemprovsu.

“Kami gak mau perwakilan, kami mau pimpinan langsung yang turun menemui kami,” teriak massa aksi.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Tiga Tersangka Penyerangan Mapolda Sumut Dibawa ke Jakarta
Sumatera Utara - Rabu, 28 Juni 2017 - 17:35 WIB

Tiga Tersangka Penyerangan Mapolda Sumut Dibawa ke Jakarta

Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri membawa 3 orang tersangka pelaku penyerangan pos jaga di Markas Polisi Daerah (Mapolda) Sumatera Utara ...
Disholatkan Perwira Polisi, Jenazah Ardial Dimakamkan Satu Lubang dengan Kakeknya
Sumatera Utara - Rabu, 28 Juni 2017 - 15:38 WIB

Disholatkan Perwira Polisi, Jenazah Ardial Dimakamkan Satu Lubang dengan Kakeknya

Setelah sempat ditolak warga Jl. Makmur, Dusun V, Desa Sambirejo Timur, Tembung, Deliserdang, akhirnya jenazah Ardial Ramadhana, salah satu pelaku ...
Warga Sambirejo Tolak Jenazah Ardial Dimakamkan Dikampungnya
Sumatera Utara - Rabu, 28 Juni 2017 - 15:10 WIB

Warga Sambirejo Tolak Jenazah Ardial Dimakamkan Dikampungnya

Puluhan warga menggelar aksi penolakan terhadap jenazah pelaku penyerangan Mapolda Sumut, Ardial Ramadhana di Jl. Makmur, Dusun V, Desa Sambirejo ...
Polda Sumut Berlakukan Maximum Security
Sumatera Utara - Rabu, 28 Juni 2017 - 10:02 WIB

Polda Sumut Berlakukan Maximum Security

Polda Sumatera Utara (Sumut) menerapkan sistem pengamanan maksimal untuk seluruh kantor polisi di wilayahnya dalam rangka mengantisipasi terjadinya serangan susulan ...
Kecelakaan di Medan, Empat Orang Tewas H+2 Lebaran
Sumatera Utara - Rabu, 28 Juni 2017 - 09:27 WIB

Kecelakaan di Medan, Empat Orang Tewas H+2 Lebaran

Petugas Operasi Ramadniya Toba 2017 menemukan adanya empat pengguna jalan yang tewas akibat kecelakaan lalu lintas pada Selasa (27/6) atau ...
Mapolda Sumut Dipenuhi Karangan Bunga Sepanjang 2 KM
Sumatera Utara - Selasa, 27 Juni 2017 - 20:03 WIB

Mapolda Sumut Dipenuhi Karangan Bunga Sepanjang 2 KM

Mapolda Sumatera Utara, dipenuhi ratusan papan bunga yang berisi ungkapan duka cita atas penyerangan yang menewaskan Inspektur Dua Anumerta Martua ...