Minggu, 22 Oktober 2017 | 15.19 WIB
KiniNEWS>Regional>Kalimantan>Demi Ganti Ponsel Teman Yang Dihilangkan, Siswi SMP Nekat Jual Diri

Demi Ganti Ponsel Teman Yang Dihilangkan, Siswi SMP Nekat Jual Diri

Reporter : Ardiansyah | Selasa, 14 Maret 2017 - 12:17 WIB

IMG-4685

Ilustrasi

Pontianak, kini.co.id – Uang bisa membuat siapa saja rela melakukan apapun demi mendapatkannya. Salah satunya adalah Bunga (bukan nama sebenarnya). Gadis berusia 15 tahun dan masih berstatus sebagai pelajar SMP itu rela menjajakan tubuhnya demi mengganti ponsel milik temannya yang Ia hilangkan.

Melalui RS, Bunga lalu bertemu dengan YP (23) yang berniat memakai jasanya untuk memuaskan hasrat birahinya. Kemudian keduanya pun bertemu untuk pertama kali di rumah RS pada Minggu (12/3/2017) lalu.

“Karena menurut keterangan YP, Bunga butuh uang untuk mengganti ponsel temannya yang dihilangkan, di rumah inilah mereka bernegosiasi,” ujar Kapolsek Pontianak Utara, Kompol Ridho Hidayat, Selas (14/3/2017).

Awalnya YP menawar Bunga seharga Rp200 ribu untuk sekali berhubungan badan, namun ditolak oleh Bunga. YP lantas mengatakan kalau Ia akan membayar sebesar Rp800 ribu dan akhirnya disepakati oleh Bunga.

Keduanya pun lalu keluar dari rumah RS dan menuju salah satu ruma kosong yang berada di Jalan Parwasal, Siantan.

“Di rumah itulah mereka hubungan intim sebagaimana layaknya suami istri. Sekali saja,” lanjut Ridho.

Setelah selesai melakukan hal tersebut, keduanya berniat untuk kembali ke rumah RS. Namun, YP malah menghilang dalam perjalanan dan meninggalkan Bunga tanpa memberikan uang seperti yang telah disepakati.

“Kejadian akhirnya diketahui oleh orangtua korban. Kemudian malam setelah kejadian itu, pihak keluarga melaporkan ke Polsek Pontianak Utara untuk proses hukum lebih lanjut,” tutur Ridho lagi.

Setelah menerima laporan tersebut, Tim Jatanras Reskrim Polsek Pontianak Utara melakukan serangkaian penyelidikan. Kemudian pada saat itu juga tim mendapatkan informasi tentang keberadaan YP di Jalan Sungai Selamat.

YP pun langsung diamankan. Tanpa perlawanan, YP dibawa ke Polsek Pontianak Utara untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Selain itu, petugas juga akan memeriksa sejumlah saksi dan melakukan visum terhadap korban untuk memperkuat data.

Jika terbukti bersalah, YP akan dipersangkakan UU No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Yakin ? Anies-Sandi tak gusur warga DKI ?
DKI Jakarta - Minggu, 22 Oktober 2017 - 14:30 WIB

Yakin ? Anies-Sandi tak gusur warga DKI ?

Tampaknya apa yang dulu disampaikan dan dijanjikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno saat kampanye lalu mulai ...
Gema Paluta Minta KPUD Tak Pungli Calon PPK dan PPS
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 15:24 WIB

Gema Paluta Minta KPUD Tak Pungli Calon PPK dan PPS

Pilkada serentak 2018 telah di depan mata. Untuk itu perlu dukungan dari masyarakat dan juga penyelenggara Pemilu baik di pusat ...
Inilah Kronologis Penyebab Mahasiswa USU Diserang Satpam
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 06:55 WIB

Inilah Kronologis Penyebab Mahasiswa USU Diserang Satpam

Bentrokan antara satpam dan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU menyisakan luka dan amarah membara di kalangan mahasiswa dan alumni.Hingga ...
Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 01:09 WIB

Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggelar rekonstruksi aksi teror penyerangan Pos Jaga Pintu 3 Mapolda, Jumat (20/10).Reka ulang yang ...
Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 23:17 WIB

Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati

Sungguh ironis nasib yang dialami Warga Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Firiani. Ia bersama anaknya yang baru saja lahir tidak ...
Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis
Sumatera Utara - Jumat, 20 Oktober 2017 - 22:31 WIB

Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis

Setelah sempat terkenal brutal mengeroyok wartawan, kini oknum Satpam USU diduga kembali terlibat dalam tindak kekerasan.Seorang mahasiswa bernama Imanuel Silaban ...