Rabu, 18 Oktober 2017 | 19.56 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>2 Gadis SMP Digilir 4 Pria Setelah Dicekoki Obat

2 Gadis SMP Digilir 4 Pria Setelah Dicekoki Obat

Reporter : Yudi | Jumat, 10 Maret 2017 - 16:40 WIB

IMG-4635

Ilustrasi

Tasikmalaya, kini.co.id – Dua gadis belia berusia 13 tahun, SL dan AS, menjadi korban pencabulan bergilir oleh empat pria setelah diberi obat agar kehilangan kesadaran. Kedua korban diketahui berstatus sebgai pelajar SMP di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Dua dari empat pelaku, IK (31) dan RI (20) saat ini sudah diamankan di Polda Jabar, sedangkan dua lainnya, IP dan DK, masih dalam pengejaran petugas.

Penangkapan tersebut terjadi setelah orangtua dari kedua korban yang curiga saat anak mereka pulang dalam kondisi mabuk. Korban pun akhirnya menceritakan apa yang telah mereka alami.

Menurut keterangan korban, kejadian berawal saat mereka bertemu dengan IP, Minggu (5/3/2017) sekira pukul 16.00 WIB lalu. IP lalu diketahui memberikan obat kepada kedua korban.

Korban yang tidak tahu apa-apa lantas menurut saja. Namun tak lama keduanya merasa pusing.

“Saat itulah tersangka IP menyetubui dua korban yang dalam keadaan mabuk,” jelas Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, Jumat (10/3).

Setelah hasrat bejatnya terpuaskan, IP lantas meninggalkan keduanya begitu saja.

Dalam keadaan masih mabuk dan linglung, mereka bertemu dengan salah seorang warga, Asep. Namun, karena merasa kebingung lantaran keduanya tidak menjawab saat ditanya akan diantarkan kemana, Asep malah mengatar keduanya ke IK.

Nahas, di kontrakan itu, mereka justru kembali digilir oleh tiga pria.

“Justru dua gadis kembali menjadi korban. Dalam keadaan tidak sadarkan diri, IK bersama dua rekannya RI dan DK melakukan secara bergiliran,” lanjut Yusri.

Yusri melanjutkan, para pelaku nantinya akan dijerat Pasal 81 ayat 2 Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman di atas tujuh tahun penjara.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:26 WIB

Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau

Sebanyak 6.429 Kartu Keluarga di Kelurahan Cikiwul menerima dana kompensasi atau 'uang bau' dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk triwulan ...
Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:21 WIB

Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini

Warga Bekasi Timur meminta agar Kepolisian Republik Indonesia membangun kantor Kepolisian Sektor Bekasi Timur. Soalnya, warga setempat merasa disulitkan untuk ...
Aher: Pemprov tak larang transportasi daring
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 16:55 WIB

Aher: Pemprov tak larang transportasi daring

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tidak pernah melarang transportasi berbasis aplikasi online (daring) untuk ...
Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 14:16 WIB

Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan tidak bisa memenuhi undangan dari PDI Perjuangan yang akan mengundang sembilan tokoh potensial sebagai ...
Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 12:46 WIB

Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI

Pemerintah Kota Bekasi meminta pada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno agar memandang ...
Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:00 WIB

Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai, Kota Bekasi memiliki hubungan yang erat dengan Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, ia meminta ...