Kamis, 24 Agustus 2017 | 10.12 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Timur>Tertangkap Pungli Warga Saat Urus IMB, Camat Ini Tidak Ditahan

Tertangkap Pungli Warga Saat Urus IMB, Camat Ini Tidak Ditahan

Reporter : Yudi | Kamis, 9 Maret 2017 - 12:18 WIB

IMG-4599

Ilustrasi

Mojokerto, kini.co.id – Pungli ternyata masih melekat di birokrasi daerah di Indonesia. Meski Presiden Jokowi berupaya memerangi pungli, perangkat daerah ternyata masih ada yang tanpa segan meminta uang secara terang-terangan kepada masyarakat.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Pungging Mojokerto, Jawa Timur.

Camat Pungging Khoirul Anam (47), dan Sekretarisnya Trianto Gandhi, (47) tertangkap tangan saat menerima uang dari pengusaha bernama Bagoes (45) yang pada saat itu mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Bagoes juga merupakan orang yang melaporkan tindakan 2 PNS itu ke polisi.

“Saat saya ke Kecamatan ditemui Pak Sekcam. Setelah berkas saya lengkap, kemudian saya ketemu Pak Camat. Dia bilang minta uang dan langsung sebut angka minta Rp31 juta,” ucap Bagoes seperti dikutip dari Okezone, Kamis (9/3/2017).

Namun, Bagoes keberatan dengan angka itu. Ia pun mengatakan akan bersedia memberikan Rp300 ribu kepada Anam, namun Anam menolak jumlah yang dianggapnya terlalu sedikit itu.

“Tidak mau. Gila kamu ya, masak saya kami samakan dengan pengemis di pinggir jalan,” kata Bagoes menirukan ucapan Anam.

Namun beberapa hari kemudian Anam bersedia memberikan uang tersebut. Tapi yang datang bukan camat melainkan sekretarisnya, Trianto. Saat penyerahan uang dan berkas itu pula polisi datang menangkap mereka.

“Saat itu saya hanya ditemui Sekcam sekira pukul 12.30 WIB. Saya nego-nego lewat Sekcam. Trianto coba menghubungi Pak Camat. Akhirnya mau turun harga, jadi Rp10 juta. Itu dikirim melalui pesan singkat ke nomor Sekcam, kemudian ditunjukkan kepada saya,” katanya.

Camat Pungging, Anam dan Sekcamnya hingga saat ini masih tidak ditahan polisi meski sudah terjaring Operasi Tangkap Tangan.

Anam mengatakan itu hanya jebakan dari Bagoes yang sengaja membuat dirinya ditangkap polisi.

“Penangkapan itu penuh kejanggalan. Saya merasa itu jebakan oleh oknum pengusaha saja,” ucapnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
DPD Golkar Sumut Siapkan Lima Bakal Calon Kepala Daerah
Sumatera Utara - Kamis, 24 Agustus 2017 - 01:27 WIB

DPD Golkar Sumut Siapkan Lima Bakal Calon Kepala Daerah

Dari delapan daerah yang akan menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 di Sumatera Utara (Sumut), DPD Partai Golkar Sumut ...
Kapolri Akan Temui Korban Erupsi Gunung Sinabung di Karo
Sumatera Utara - Kamis, 24 Agustus 2017 - 00:02 WIB

Kapolri Akan Temui Korban Erupsi Gunung Sinabung di Karo

Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan menghadiri bakti kesehatan dan sosial dengan memberi bantuan untuk korban erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten ...
Meski Ketuanya Ditempatkan sebagai Wakil, Golkar Sumut Mengaku Tetap Solid
Sumatera Utara - Rabu, 23 Agustus 2017 - 19:59 WIB

Meski Ketuanya Ditempatkan sebagai Wakil, Golkar Sumut Mengaku Tetap Solid

Keputusan DPP Golkar yang menduetkan Tengku Erry Nuradi dan Ngogesa Sitepu sebagai pasangan bakal calon gubernur/wakil gubernur Sumatera Utara dinilai ...
Realisasi Pendapatan Medan Rp4,3 T, Gerindra Minta SKPD Dievaluasi
Sumatera Utara - Rabu, 23 Agustus 2017 - 16:19 WIB

Realisasi Pendapatan Medan Rp4,3 T, Gerindra Minta SKPD Dievaluasi

Realisasi pendapatan daerah Kota Medan dinilai masih belum maksimal. Di beberapa sektor, pendapatan justru jauh dari target.Untuk itu Fraksi Gerindra ...
Pendapatan Reklame Jauh dari Target, PKS: Penghinaan Bagi Kota Medan
Sumatera Utara - Rabu, 23 Agustus 2017 - 16:03 WIB

Pendapatan Reklame Jauh dari Target, PKS: Penghinaan Bagi Kota Medan

Persoalan reklame terus menjadi sorotan. Pasalnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan dari sektor reklame masih sangat memprihatinkan.Dari target Rp89,9 ...
Nunggak Uang Sewa, Pusat Kuliner Merdeka Walk Medan Diminta Tutup
Sumatera Utara - Rabu, 23 Agustus 2017 - 15:40 WIB

Nunggak Uang Sewa, Pusat Kuliner Merdeka Walk Medan Diminta Tutup

Keterbatasan ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Medan menjadi perhatian anggota legislatif.Hal ini mengingat semakin menyempitnya RTH seiring berdirinya bangunan ...