Rabu, 18 Oktober 2017 | 20.05 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Timur>Tertangkap Pungli Warga Saat Urus IMB, Camat Ini Tidak Ditahan

Tertangkap Pungli Warga Saat Urus IMB, Camat Ini Tidak Ditahan

Reporter : Yudi | Kamis, 9 Maret 2017 - 12:18 WIB

IMG-4599

Ilustrasi

Mojokerto, kini.co.id – Pungli ternyata masih melekat di birokrasi daerah di Indonesia. Meski Presiden Jokowi berupaya memerangi pungli, perangkat daerah ternyata masih ada yang tanpa segan meminta uang secara terang-terangan kepada masyarakat.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Pungging Mojokerto, Jawa Timur.

Camat Pungging Khoirul Anam (47), dan Sekretarisnya Trianto Gandhi, (47) tertangkap tangan saat menerima uang dari pengusaha bernama Bagoes (45) yang pada saat itu mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Bagoes juga merupakan orang yang melaporkan tindakan 2 PNS itu ke polisi.

“Saat saya ke Kecamatan ditemui Pak Sekcam. Setelah berkas saya lengkap, kemudian saya ketemu Pak Camat. Dia bilang minta uang dan langsung sebut angka minta Rp31 juta,” ucap Bagoes seperti dikutip dari Okezone, Kamis (9/3/2017).

Namun, Bagoes keberatan dengan angka itu. Ia pun mengatakan akan bersedia memberikan Rp300 ribu kepada Anam, namun Anam menolak jumlah yang dianggapnya terlalu sedikit itu.

“Tidak mau. Gila kamu ya, masak saya kami samakan dengan pengemis di pinggir jalan,” kata Bagoes menirukan ucapan Anam.

Namun beberapa hari kemudian Anam bersedia memberikan uang tersebut. Tapi yang datang bukan camat melainkan sekretarisnya, Trianto. Saat penyerahan uang dan berkas itu pula polisi datang menangkap mereka.

“Saat itu saya hanya ditemui Sekcam sekira pukul 12.30 WIB. Saya nego-nego lewat Sekcam. Trianto coba menghubungi Pak Camat. Akhirnya mau turun harga, jadi Rp10 juta. Itu dikirim melalui pesan singkat ke nomor Sekcam, kemudian ditunjukkan kepada saya,” katanya.

Camat Pungging, Anam dan Sekcamnya hingga saat ini masih tidak ditahan polisi meski sudah terjaring Operasi Tangkap Tangan.

Anam mengatakan itu hanya jebakan dari Bagoes yang sengaja membuat dirinya ditangkap polisi.

“Penangkapan itu penuh kejanggalan. Saya merasa itu jebakan oleh oknum pengusaha saja,” ucapnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:26 WIB

Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau

Sebanyak 6.429 Kartu Keluarga di Kelurahan Cikiwul menerima dana kompensasi atau 'uang bau' dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk triwulan ...
Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:21 WIB

Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini

Warga Bekasi Timur meminta agar Kepolisian Republik Indonesia membangun kantor Kepolisian Sektor Bekasi Timur. Soalnya, warga setempat merasa disulitkan untuk ...
Aher: Pemprov tak larang transportasi daring
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 16:55 WIB

Aher: Pemprov tak larang transportasi daring

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tidak pernah melarang transportasi berbasis aplikasi online (daring) untuk ...
Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 14:16 WIB

Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan tidak bisa memenuhi undangan dari PDI Perjuangan yang akan mengundang sembilan tokoh potensial sebagai ...
Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 12:46 WIB

Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI

Pemerintah Kota Bekasi meminta pada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno agar memandang ...
Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:00 WIB

Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai, Kota Bekasi memiliki hubungan yang erat dengan Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, ia meminta ...