Senin, 11 Desember 2017 | 12.36 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Timur>Tertangkap Pungli Warga Saat Urus IMB, Camat Ini Tidak Ditahan

Tertangkap Pungli Warga Saat Urus IMB, Camat Ini Tidak Ditahan

Reporter : Yudi | Kamis, 9 Maret 2017 - 12:18 WIB

IMG-4599

Ilustrasi

Mojokerto, kini.co.id – Pungli ternyata masih melekat di birokrasi daerah di Indonesia. Meski Presiden Jokowi berupaya memerangi pungli, perangkat daerah ternyata masih ada yang tanpa segan meminta uang secara terang-terangan kepada masyarakat.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Pungging Mojokerto, Jawa Timur.

Camat Pungging Khoirul Anam (47), dan Sekretarisnya Trianto Gandhi, (47) tertangkap tangan saat menerima uang dari pengusaha bernama Bagoes (45) yang pada saat itu mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Bagoes juga merupakan orang yang melaporkan tindakan 2 PNS itu ke polisi.

“Saat saya ke Kecamatan ditemui Pak Sekcam. Setelah berkas saya lengkap, kemudian saya ketemu Pak Camat. Dia bilang minta uang dan langsung sebut angka minta Rp31 juta,” ucap Bagoes seperti dikutip dari Okezone, Kamis (9/3/2017).

Namun, Bagoes keberatan dengan angka itu. Ia pun mengatakan akan bersedia memberikan Rp300 ribu kepada Anam, namun Anam menolak jumlah yang dianggapnya terlalu sedikit itu.

“Tidak mau. Gila kamu ya, masak saya kami samakan dengan pengemis di pinggir jalan,” kata Bagoes menirukan ucapan Anam.

Namun beberapa hari kemudian Anam bersedia memberikan uang tersebut. Tapi yang datang bukan camat melainkan sekretarisnya, Trianto. Saat penyerahan uang dan berkas itu pula polisi datang menangkap mereka.

“Saat itu saya hanya ditemui Sekcam sekira pukul 12.30 WIB. Saya nego-nego lewat Sekcam. Trianto coba menghubungi Pak Camat. Akhirnya mau turun harga, jadi Rp10 juta. Itu dikirim melalui pesan singkat ke nomor Sekcam, kemudian ditunjukkan kepada saya,” katanya.

Camat Pungging, Anam dan Sekcamnya hingga saat ini masih tidak ditahan polisi meski sudah terjaring Operasi Tangkap Tangan.

Anam mengatakan itu hanya jebakan dari Bagoes yang sengaja membuat dirinya ditangkap polisi.

“Penangkapan itu penuh kejanggalan. Saya merasa itu jebakan oleh oknum pengusaha saja,” ucapnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Ivan Iskandar Batubara siap dampingi Tengku Erry di Pilgub Sumut
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 09:10 WIB

Ivan Iskandar Batubara siap dampingi Tengku Erry di Pilgub Sumut

Mengikuti jejak Sandiaga Salahudin Uno yang melepas jabatan Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) dan berkiprah di politik, hal itu ...
Pelanggaran HAM di Sumut masih tinggi
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 06:48 WIB

Pelanggaran HAM di Sumut masih tinggi

Kasus pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) di Sumatera Utara masih sangat tinggi dan memprihatinkan. Berdasarkan catatan Komisi Orang Hilang dan ...
Banyak dikeluhkan, penggagas festival durian Sindangwangi 2017 bungkam
Jawa Barat - Senin, 11 Desember 2017 - 00:02 WIB

Banyak dikeluhkan, penggagas festival durian Sindangwangi 2017 bungkam

Pihak penggagas dan panitia festival durian Sindangwangi 2017 masih belum memberikan jawaban terkait banyaknya keluhan pengunjung yang sudah membeli tiket ...
PAN usung Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut 2018
Sumatera Utara - Minggu, 10 Desember 2017 - 20:42 WIB

PAN usung Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut 2018

Partai Amanat Nasional (PAN) resmi mencalonkan mantan Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi dalam pemilihan gubernur Sumatera Utara 2018.Dukungan ...
Panitia Festival Durian Sindangwangi 2017 bakal diperkarakan
Jawa Barat - Minggu, 10 Desember 2017 - 20:26 WIB

Panitia Festival Durian Sindangwangi 2017 bakal diperkarakan

Banyaknya keluhan masyarakat terkait kekecewaannya saat mengunjungi Festival Durian Sindangwangi 2017 di Pasar Ikan, Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten ...
KLHK segel limbah medis di TPS  Cirebon
Jawa Barat - Minggu, 10 Desember 2017 - 19:27 WIB

KLHK segel limbah medis di TPS Cirebon

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyegel tempat pembuangan sementara (TPS) yang berisikan limbah medis di Cirebon, Jawa Barat. "Saat ini ...