Kamis, 22 Februari 2018 | 01.36 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Timur>Tertangkap Pungli Warga Saat Urus IMB, Camat Ini Tidak Ditahan

Tertangkap Pungli Warga Saat Urus IMB, Camat Ini Tidak Ditahan

Reporter : Yudi | Kamis, 9 Maret 2017 - 12:18 WIB

IMG-4599

Ilustrasi

Mojokerto, kini.co.id – Pungli ternyata masih melekat di birokrasi daerah di Indonesia. Meski Presiden Jokowi berupaya memerangi pungli, perangkat daerah ternyata masih ada yang tanpa segan meminta uang secara terang-terangan kepada masyarakat.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Pungging Mojokerto, Jawa Timur.

Camat Pungging Khoirul Anam (47), dan Sekretarisnya Trianto Gandhi, (47) tertangkap tangan saat menerima uang dari pengusaha bernama Bagoes (45) yang pada saat itu mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Bagoes juga merupakan orang yang melaporkan tindakan 2 PNS itu ke polisi.

“Saat saya ke Kecamatan ditemui Pak Sekcam. Setelah berkas saya lengkap, kemudian saya ketemu Pak Camat. Dia bilang minta uang dan langsung sebut angka minta Rp31 juta,” ucap Bagoes seperti dikutip dari Okezone, Kamis (9/3/2017).

Namun, Bagoes keberatan dengan angka itu. Ia pun mengatakan akan bersedia memberikan Rp300 ribu kepada Anam, namun Anam menolak jumlah yang dianggapnya terlalu sedikit itu.

“Tidak mau. Gila kamu ya, masak saya kami samakan dengan pengemis di pinggir jalan,” kata Bagoes menirukan ucapan Anam.

Namun beberapa hari kemudian Anam bersedia memberikan uang tersebut. Tapi yang datang bukan camat melainkan sekretarisnya, Trianto. Saat penyerahan uang dan berkas itu pula polisi datang menangkap mereka.

“Saat itu saya hanya ditemui Sekcam sekira pukul 12.30 WIB. Saya nego-nego lewat Sekcam. Trianto coba menghubungi Pak Camat. Akhirnya mau turun harga, jadi Rp10 juta. Itu dikirim melalui pesan singkat ke nomor Sekcam, kemudian ditunjukkan kepada saya,” katanya.

Camat Pungging, Anam dan Sekcamnya hingga saat ini masih tidak ditahan polisi meski sudah terjaring Operasi Tangkap Tangan.

Anam mengatakan itu hanya jebakan dari Bagoes yang sengaja membuat dirinya ditangkap polisi.

“Penangkapan itu penuh kejanggalan. Saya merasa itu jebakan oleh oknum pengusaha saja,” ucapnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Personil TNI-Polri bersihkan material menutup lahar dingin Sinabung
Sumatera Utara - Rabu, 21 Februari 2018 - 21:37 WIB

Personil TNI-Polri bersihkan material menutup lahar dingin Sinabung

Ratusan personil gabungan TNI-Polri melaksanakan gotong royong membersihkan material berupa batu dan kayu yang menutup arus aliran lahar dingin gunung ...
Calon kepala daerah dilarang kampanye di pesantren
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 21:01 WIB

Calon kepala daerah dilarang kampanye di pesantren

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat mengingatkan pasangan calon kepala daerah agar tidak berkampanye di pesantren. Larangan itu sesuai ...
Waspada! 3 Pabrik di Bekasi Belum Kantongi IPLC
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 20:11 WIB

Waspada! 3 Pabrik di Bekasi Belum Kantongi IPLC

Sedikitnya, ada tiga dari 14 pabrik yang berdiri di sepanjang bantaran Kali Bekasi belum mengantongi Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC).Bahkan, ...
Satpam Sekolah Jadi Pengedar Sabu, Berakhir Dipenjara
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 19:50 WIB

Satpam Sekolah Jadi Pengedar Sabu, Berakhir Dipenjara

Seorang Satpam sekolah berinisial AS (33) rupanya merangkap kariernya sebagai pengedar sabu. Selain pengedar, AS juga sebagai pemakai yang mana ...
75 Persen SMP Swasta Bekasi Ditargetkan Laksanakan UNBK
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 18:59 WIB

75 Persen SMP Swasta Bekasi Ditargetkan Laksanakan UNBK

Dinas Pendidikan Kota Bekasi menargetkan pada tahun 2018 ini, minimal 75 persen SMP Swasta di dan 100 persen SMP Negeri ...
5 SMP Negeri di Bekasi Tak Dapat Lakukan UNBK
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 18:40 WIB

5 SMP Negeri di Bekasi Tak Dapat Lakukan UNBK

Dinas Pendidikan Kota Bekasi menunda pengadaan komputer untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi 5 SMP Negeri Kota Bekasi.Soalnya, ...