Sabtu, 21 Oktober 2017 | 17.14 WIB
KiniNEWS>Regional>DKI Jakarta>Polisi Cokok Sembilan Provokator Tawuran Jl Tambak-Manggarai

Polisi Cokok Sembilan Provokator Tawuran Jl Tambak-Manggarai

Reporter : Rakisa | Kamis, 9 Maret 2017 - 10:26 WIB

IMG-4598

Tawuran Manggarai. (KiniNews/Dok)

Jakarta, kini.co.id – Sembilan orang yang diduga sebagai provokator tawuran maut antara warga Jl Tambak, Menteng, Jakarta Pusat dengan warga Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan dicokok aparat kepolisian.

Mereka ditangkap dikediamannya masing-masing, Rabu (8/3) sore kemarin oleh petugas gabungan Satreskrim Polres Jakarta Selatan dengan Unit Jatanras Polda Metro Jaya.

“Iya lima orang dibawa ke Polda, empat kami bawa ke Polres Jakarta Selatan,” kata Kasatreskrim Polres Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Budi Hermanto, Kamis (9/3).

Selain mengamankan sembilan orang yang diduga sebagai provokator, polisi juga menyita sejumlah barang bukti diantaranya anak panah, ketapel, bom molotov serta senapan angin.

(Baca juga: Inilah Detik-Detik Tawuran di Manggarai, Jakarta Selatan)

“Iya ada ketapel, bom molotov dan lainnya,” tegas Budi.

Seperti diberitakan sebelumnya, tawuran antara warga Jl Tambak, Menteng, Jakarta Pusat dengan warga Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan tepatnya tak jauh dari Stasiun Manggarai dan Terminal Manggarai itu kembali pecah dan memakan dua korban tewas, yakni Sutan Rafi Hakim (16) dan Fikri Fadhlur Firmansyah (18), Minggu (5/3) lalu. Tawuran pun kembali pecah Senin (6/3).

Tawuran antar warga yang kerap kali terjadi itu diduga masalah sepele, yakni saling lempar petasan antar warga yang kemudian berbalas dengan lempar batu, botol hingga senjata tajam.

Tawuran juga bukan kali ini saja, beberapa tahun silam tepatnya tahun 2014 dan akhir tahun 2016 kedua warga yang hanya dibatasi dengan jembatan rel kereta api itu kerap tawuran dengan motif yang sama saling lempar petasan.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Gema Paluta Minta KPUD Tak Pungli Calon PPK dan PPS
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 15:24 WIB

Gema Paluta Minta KPUD Tak Pungli Calon PPK dan PPS

Pilkada serentak 2018 telah di depan mata. Untuk itu perlu dukungan dari masyarakat dan juga penyelenggara Pemilu baik di pusat ...
Inilah Kronologis Penyebab Mahasiswa USU Diserang Satpam
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 06:55 WIB

Inilah Kronologis Penyebab Mahasiswa USU Diserang Satpam

Bentrokan antara satpam dan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU menyisakan luka dan amarah membara di kalangan mahasiswa dan alumni.Hingga ...
Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 01:09 WIB

Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggelar rekonstruksi aksi teror penyerangan Pos Jaga Pintu 3 Mapolda, Jumat (20/10).Reka ulang yang ...
Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 23:17 WIB

Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati

Sungguh ironis nasib yang dialami Warga Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Firiani. Ia bersama anaknya yang baru saja lahir tidak ...
Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis
Sumatera Utara - Jumat, 20 Oktober 2017 - 22:31 WIB

Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis

Setelah sempat terkenal brutal mengeroyok wartawan, kini oknum Satpam USU diduga kembali terlibat dalam tindak kekerasan.Seorang mahasiswa bernama Imanuel Silaban ...
Kapolda bersama Gubsu komitmen awasi penggunaan dana desa
Sumatera Utara - Jumat, 20 Oktober 2017 - 19:59 WIB

Kapolda bersama Gubsu komitmen awasi penggunaan dana desa

Kapolda Sumut Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw bersama Gubsu Tengku Erry Nuradi menyatakan komitmennya bersama untuk mengawasi penggunaan dana desa yang ...