Rabu, 18 Oktober 2017 | 19.55 WIB
KiniNEWS>Regional>Banten>Tidak Punya Alasan Yang Jelas, 3 WN Maroko Dipulangkan

Tidak Punya Alasan Yang Jelas, 3 WN Maroko Dipulangkan

Reporter : Rakisa | Kamis, 2 Maret 2017 - 14:17 WIB

IMG-4467

Ilustrasi Deportasi

Tangerang, kini.co.id – Tiga orang wanita warga negara asing (WNA) asal Maroko ditolak masuk ke Indonesia dan dipulangkan kembali karena diduga menyalahgunakan izin keimigrasian untuk masuk ke Indonesia oleh Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Bandara Seokarno-Hatta.

Mereka adalah BW (22), EB (22) dan CL (22). Menurut Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi, Agung Sampurno, mereka ditolak masuk karena tidak bisa memberikan keterangan yang jelas dari maksud dan tujuan kedatangannya ke Indonesia.

“Ketiganya juga tidak dapat menunjukan reservasi hotel sebagai tempat tinggal selama berkunjung di Indonesia dan tidak dapat menunjukkan biaya hidup yang cukup untuk berkunjung di Indonesia,” lanjut Agung dikutip dari Jawa Pos, Kamis (2/3/2017).

Ketiga wanita tersebut diketahui datang ke Indonesia dengan menggunakan Qatar Airways dari Doha, Qatar, dengan nomor penerbangan QR954 pada pukul 21.50 WIB.

Mereka pun langsung dipulangkan kembali pada malam itu juga dengan menggunakan pesawat dan tujuan yang sama dengan kedatangan mereka sebelumnya.

“Kita pulangkan Embarkasi awal dengan Qatar Airways pada malam tujuan Doha pukul 00.00 WIB,” pungkas Agung.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:26 WIB

Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau

Sebanyak 6.429 Kartu Keluarga di Kelurahan Cikiwul menerima dana kompensasi atau 'uang bau' dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk triwulan ...
Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:21 WIB

Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini

Warga Bekasi Timur meminta agar Kepolisian Republik Indonesia membangun kantor Kepolisian Sektor Bekasi Timur. Soalnya, warga setempat merasa disulitkan untuk ...
Aher: Pemprov tak larang transportasi daring
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 16:55 WIB

Aher: Pemprov tak larang transportasi daring

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tidak pernah melarang transportasi berbasis aplikasi online (daring) untuk ...
Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 14:16 WIB

Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan tidak bisa memenuhi undangan dari PDI Perjuangan yang akan mengundang sembilan tokoh potensial sebagai ...
Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 12:46 WIB

Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI

Pemerintah Kota Bekasi meminta pada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno agar memandang ...
Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:00 WIB

Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai, Kota Bekasi memiliki hubungan yang erat dengan Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, ia meminta ...