Rabu, 18 Oktober 2017 | 19.50 WIB
KiniNEWS>Regional>Sulawesi>Melawan Saat Diamankan, Raja Begal Makassar Tewas Didor

Melawan Saat Diamankan, Raja Begal Makassar Tewas Didor

Reporter : Ary Syahputra | Kamis, 23 Februari 2017 - 10:26 WIB

IMG-4295

Ilustrasi

Makassar, kini.co.id – Aswar (22) menghembuskan nafas terakhirnya saat dalam perjalan ke rumah sakit setelah ditembak oleh petugas karena mencoba melawan saat akan ditangkap, Rabu (23/2/2017).

Aswar sendiri dikenal sebagai raja begal di Makassar dan telah melakukan aksi tak terpuji itu sebanyak 50 kali. Aswar juga telah lama menjadi target kepolisian.

Pelaku ditangkap di tempat persembunyiannya yang berada di Jalan Sungai Cerekang, Makassar. Saat akan diamankan oleh Unit Resmob Polrestabes Makassar, Aswar melakukan pemberontakan serta melawan dan mencoba kabur.

Aksi kejar-kejaran pun tak terelakkan.

“Setelah ditangkap, dilakukan pengembangan untuk penunjukan TKP, pelaku berusaha melawan dan mengelabui petugas untuk melarikan diri. Sehingga diberikan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali, akan tetapi tetap tidak diindahkan,” ungkap kasubbag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Burhanuddin, Kamis (23/2/2017).

Petugaspun akhitnya memilih untuk mengambil tindakan tegas dengan memberikan tembakan yang mengenai dada sebelah kiri Aswar dan membuat dirinya langsung tumbang.

Namun, saat dalam perjalanan menuju RS Bhayangkara, pelaku dinyatakan meninggal dunia. Petugas pun lalu menghubungi pihak keluarga untuk menjemput jenazah pelaku.

“Saat ini, mayat pelaku Aswar sudah di jemput oleh keluarga dari ruang jenazah RS Bayangkara,” lanjut Burhanuddin.

Semasa hidup, pelaku diketahui melakukan begal dengan menyasar pengendara sepeda motor. Pelaku bahkan tak segan untuk melukai korbannya dengan sadis.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:26 WIB

Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau

Sebanyak 6.429 Kartu Keluarga di Kelurahan Cikiwul menerima dana kompensasi atau 'uang bau' dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk triwulan ...
Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:21 WIB

Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini

Warga Bekasi Timur meminta agar Kepolisian Republik Indonesia membangun kantor Kepolisian Sektor Bekasi Timur. Soalnya, warga setempat merasa disulitkan untuk ...
Aher: Pemprov tak larang transportasi daring
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 16:55 WIB

Aher: Pemprov tak larang transportasi daring

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tidak pernah melarang transportasi berbasis aplikasi online (daring) untuk ...
Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 14:16 WIB

Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan tidak bisa memenuhi undangan dari PDI Perjuangan yang akan mengundang sembilan tokoh potensial sebagai ...
Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 12:46 WIB

Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI

Pemerintah Kota Bekasi meminta pada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno agar memandang ...
Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:00 WIB

Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai, Kota Bekasi memiliki hubungan yang erat dengan Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, ia meminta ...