Rabu, 18 Oktober 2017 | 19.49 WIB
KiniNEWS>Regional>Riau>BMKG Deteksi 12 Titik Panas di Riau

BMKG Deteksi 12 Titik Panas di Riau

Reporter : Yudi | Selasa, 21 Februari 2017 - 10:44 WIB

IMG-4226

Ilustrasi

Pekanbaru, kini.co.id – Setidaknya ada 12 titik panas yang terdeteksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru setelah melakukan pemantauan melalui pencitraan satelit Terra dan Aqua pada Selasa (21/2/2017) pukul 06.00 WIB pagi tadi.

“12 titik panas dengan tingkat kepercayaan di atas 50% terdeteksi di lima kabupaten di Riau,” kata Kepala BMKG Pekanbaru, Sugarin.

Lima kecamatan yaitu, Kecamatan Tanah Putih, di mana pada lokasi tersebut telah terbakar setidaknya 20 hektare lahan gambut dalam lima hari. Selain itu, di Siak terpantau tiga titik di Sungai Apit dan Kecamatan Siak Sri Indrapura.

Di Indragiri Hilir, terpantau dua titik panas yang berada di Kecamatan Mandah. Di Pelalawan, dua titik panas terdeteksi di Kecamatan Kuala Kampar dan Bunut. Satu titik panas di Kampar terdeteksi di Kecamatan Tapung.

“Dari 12 titik panas, BMKG mendeteksi tujuh titik sebagai titik api atau diduga kuat adanya kebakaran lahan dengan tingkat kepercayaan di atas 70%,” lanjutnya lagi.

Tujuh titik api tersebut menyebar di Rokan Hilir sebanyak empat titik, dan Pelalawan, Siak, serta Indragiri Hilir, masing-masing satu titik api.

Berdasarkan prediksi BMKG, wilayah pesisir Provinsi Riau telah memasuki musim kemarau sejak medio Februari 2017 yang diperkirakan akan terjadi hingga pertengahan Maret mendatang.

Pertimbangan itu yang kemudian dijadikan alasan Pemprov Riau menetapkan status siaga darurat kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan hingga 30 April 2016.

Gubernur Riau, Aryadjuliandi Rachman, mengungkapkan, penetapan status siaga tersebut sebagai upaya mengoptimalkan pencegahan dan penanggulangan secara terpadu bencana kebakaran hutan dan lahan di Riau.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:26 WIB

Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau

Sebanyak 6.429 Kartu Keluarga di Kelurahan Cikiwul menerima dana kompensasi atau 'uang bau' dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk triwulan ...
Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:21 WIB

Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini

Warga Bekasi Timur meminta agar Kepolisian Republik Indonesia membangun kantor Kepolisian Sektor Bekasi Timur. Soalnya, warga setempat merasa disulitkan untuk ...
Aher: Pemprov tak larang transportasi daring
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 16:55 WIB

Aher: Pemprov tak larang transportasi daring

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tidak pernah melarang transportasi berbasis aplikasi online (daring) untuk ...
Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 14:16 WIB

Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan tidak bisa memenuhi undangan dari PDI Perjuangan yang akan mengundang sembilan tokoh potensial sebagai ...
Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 12:46 WIB

Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI

Pemerintah Kota Bekasi meminta pada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno agar memandang ...
Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:00 WIB

Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai, Kota Bekasi memiliki hubungan yang erat dengan Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, ia meminta ...