Rabu, 18 Oktober 2017 | 20.04 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>SBY Tak Dampingi Agus di Pidato Kekalahan, Kenapa?

SBY Tak Dampingi Agus di Pidato Kekalahan, Kenapa?

Reporter : Ardiansyah | Kamis, 16 Februari 2017 - 11:36 WIB

IMG-4123

SBY hadir di rumah pemenangan Agus-Sylvi. (KiniNews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Linangan airmata Anissa Pohan, mengiringi pidato kekalahan suaminya Agus Harimurti Yudhoyono di Pilkada DKI Jakarta, Rabu (15/2/2017).

Agus menyampaikan pidato di posko pemenangan Agus-Sylvi di Wisma Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat didampingi sang istri dan calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sylviana Murni.

Namun, ayah Agus Yudhoyono, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak terlihat mendampingi anaknya saat berusaha berlapang dada berdiri di depan pendukungnya menyampaikan permohonan maaf dan ucapan terimakasih.

Terkait ini Juru Bicara Demokrat Rico Rustumbi mengatakan SBY memiliki sejumlah alasan. Salahsatunya ia ingin Agus dan Sylvi menjadi sosok yang sangat ksatria dengan menyampaikan langsung kepada rakyat kekalahan mereka. Itu kenapa SBY tidak mendampingi Agus meski hadir di lokasi.

Selain itu, SBY juga saat itu sedang menggelar rapat bersama kader Demokrat dan membahas Pilkada 2017.

“Rapat bersama kader Demokrat termasuk yang datang dari daerah. Konsolidasi untuk pilkada serentak dan evaluasi, dan memberikan semangat untuk tetap bekerja keras untuk mempersiapkan pilkada 2018,” ucapnya.

Sebelumnya, setelah hasil hitung cepat Pilkada DKI Jakarta keluar, Agus Yudhoyono menyampaikan pidato kekalahannya di di Wisma Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat. Hal itu karena perolehan suara Agus-Sylvi jauh tertinggal dibanding paslon lainnya.

Sebagai informasi berdasarkan C1 pasangan Ahok-Djarot masih unggul di putaran pertama Pilgub DKI Jakarta dengan perolehan suara 703.637 atau 44,14%. Kemudian disusul oleh pasangan Anies-Sandi dengan perolehan suara 630.114 suara atau 39,53%. Sedangkan posisi terakhir ditempati oleh pasangan Agus-Sylvi dengan perolehan suara 260.185 atau 16,32%.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:26 WIB

Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau

Sebanyak 6.429 Kartu Keluarga di Kelurahan Cikiwul menerima dana kompensasi atau 'uang bau' dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk triwulan ...
Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:21 WIB

Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini

Warga Bekasi Timur meminta agar Kepolisian Republik Indonesia membangun kantor Kepolisian Sektor Bekasi Timur. Soalnya, warga setempat merasa disulitkan untuk ...
Aher: Pemprov tak larang transportasi daring
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 16:55 WIB

Aher: Pemprov tak larang transportasi daring

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tidak pernah melarang transportasi berbasis aplikasi online (daring) untuk ...
Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 14:16 WIB

Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan tidak bisa memenuhi undangan dari PDI Perjuangan yang akan mengundang sembilan tokoh potensial sebagai ...
Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 12:46 WIB

Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI

Pemerintah Kota Bekasi meminta pada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno agar memandang ...
Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:00 WIB

Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai, Kota Bekasi memiliki hubungan yang erat dengan Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, ia meminta ...