Sabtu, 21 Oktober 2017 | 17.12 WIB
KiniNEWS>Regional>Bali>Meresahkan, 4 Pria Ditangkap Karena Hobi Pungli di Kintamani

Meresahkan, 4 Pria Ditangkap Karena Hobi Pungli di Kintamani

Reporter : Zainal Bakri | Senin, 13 Februari 2017 - 12:00 WIB

IMG-4054

(Ilustrasi)

Denpasar, kini.co.id – Pungutan liar (pungli) berkedok retribusi masih menghantui daerah-daerah wisata di Indonesia.

Seperti di Kintamani, Denpasar, Bali, pungli dilakukan sejumlah oknum yang mengaku mengutip uang retribusi.

Faktanya, mereka hanya mengutip uang tanpa memberikan karcis. Sehingga tidak diketahui kemana uang itu bermuara. Selain itu, mereka melakukan kecurangan-kecurangan tarif retribusi demi mengambil keuntungan pribadi.

Alhasil, polisi menangkap 4 pelaku pungli yakni INDD (47) dan IKS (47) di pos pemungutan karcis pariwisata di Banjar (Dusun) Petung, Desa Batur Tengah, Kintamani, dan INM (46) serta INL (47) di pos pemungutan karcis pariwisata di Simpang Tiga menuju Desa Sekaan, Jalan Raya Kintamani Singaraja, wilayah Desa Batur Tengah, Kintamani.

“Mereka menerima uang retribusi, tetapi tidak memberikan karcis kepada pemandu, sopir atau tamu. Selain itu memberikan karcis tidak sesuai dengan tamu di dalam mobil, seperti pengunjung berjumlah delapan orang namun diberikan karcis sejumlah enam lembar,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali AKBP Hengky Widjaja, di Denpasar, Senin (13/2/2017).

Selain itu, pelaku juga memberikan karcis lokal kepada turis asing, sementara biaya yang dipungut adalah sebesar tarif karcis turis asing.

“Karcisnya Rp16.000, namun uang yang dipungut senilai Rp31.000,” lanjutnya.

Polisi menerapkan pasal 3 subsider pasal 12 huruf e UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana seumur hidup atau pidana paling singkat satu tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp1 miliar.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Gema Paluta Minta KPUD Tak Pungli Calon PPK dan PPS
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 15:24 WIB

Gema Paluta Minta KPUD Tak Pungli Calon PPK dan PPS

Pilkada serentak 2018 telah di depan mata. Untuk itu perlu dukungan dari masyarakat dan juga penyelenggara Pemilu baik di pusat ...
Inilah Kronologis Penyebab Mahasiswa USU Diserang Satpam
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 06:55 WIB

Inilah Kronologis Penyebab Mahasiswa USU Diserang Satpam

Bentrokan antara satpam dan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU menyisakan luka dan amarah membara di kalangan mahasiswa dan alumni.Hingga ...
Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 01:09 WIB

Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggelar rekonstruksi aksi teror penyerangan Pos Jaga Pintu 3 Mapolda, Jumat (20/10).Reka ulang yang ...
Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 23:17 WIB

Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati

Sungguh ironis nasib yang dialami Warga Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Firiani. Ia bersama anaknya yang baru saja lahir tidak ...
Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis
Sumatera Utara - Jumat, 20 Oktober 2017 - 22:31 WIB

Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis

Setelah sempat terkenal brutal mengeroyok wartawan, kini oknum Satpam USU diduga kembali terlibat dalam tindak kekerasan.Seorang mahasiswa bernama Imanuel Silaban ...
Kapolda bersama Gubsu komitmen awasi penggunaan dana desa
Sumatera Utara - Jumat, 20 Oktober 2017 - 19:59 WIB

Kapolda bersama Gubsu komitmen awasi penggunaan dana desa

Kapolda Sumut Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw bersama Gubsu Tengku Erry Nuradi menyatakan komitmennya bersama untuk mengawasi penggunaan dana desa yang ...