Minggu, 25 Februari 2018 | 14.51 WIB
KiniNEWS>Regional>Bali>Meresahkan, 4 Pria Ditangkap Karena Hobi Pungli di Kintamani

Meresahkan, 4 Pria Ditangkap Karena Hobi Pungli di Kintamani

Reporter : Zainal Bakri | Senin, 13 Februari 2017 - 12:00 WIB

IMG-4054

(Ilustrasi)

Denpasar, kini.co.id – Pungutan liar (pungli) berkedok retribusi masih menghantui daerah-daerah wisata di Indonesia.

Seperti di Kintamani, Denpasar, Bali, pungli dilakukan sejumlah oknum yang mengaku mengutip uang retribusi.

Faktanya, mereka hanya mengutip uang tanpa memberikan karcis. Sehingga tidak diketahui kemana uang itu bermuara. Selain itu, mereka melakukan kecurangan-kecurangan tarif retribusi demi mengambil keuntungan pribadi.

Alhasil, polisi menangkap 4 pelaku pungli yakni INDD (47) dan IKS (47) di pos pemungutan karcis pariwisata di Banjar (Dusun) Petung, Desa Batur Tengah, Kintamani, dan INM (46) serta INL (47) di pos pemungutan karcis pariwisata di Simpang Tiga menuju Desa Sekaan, Jalan Raya Kintamani Singaraja, wilayah Desa Batur Tengah, Kintamani.

“Mereka menerima uang retribusi, tetapi tidak memberikan karcis kepada pemandu, sopir atau tamu. Selain itu memberikan karcis tidak sesuai dengan tamu di dalam mobil, seperti pengunjung berjumlah delapan orang namun diberikan karcis sejumlah enam lembar,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali AKBP Hengky Widjaja, di Denpasar, Senin (13/2/2017).

Selain itu, pelaku juga memberikan karcis lokal kepada turis asing, sementara biaya yang dipungut adalah sebesar tarif karcis turis asing.

“Karcisnya Rp16.000, namun uang yang dipungut senilai Rp31.000,” lanjutnya.

Polisi menerapkan pasal 3 subsider pasal 12 huruf e UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana seumur hidup atau pidana paling singkat satu tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp1 miliar.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Resmi Dilantik, PAC BMI Rawalumbu Siap Jadi Organisasi yang Kritis
Jawa Barat - Minggu, 25 Februari 2018 - 10:26 WIB

Resmi Dilantik, PAC BMI Rawalumbu Siap Jadi Organisasi yang Kritis

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Banteng Muda Indonesia (BMI) Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi siap menjadi organisasi yang kritis terhadap segala macam ...
Ketua Panwaslu dan Komisioner KPU Garut ditangkap Satgas Anti Money PoliticĀ 
Jawa Barat - Sabtu, 24 Februari 2018 - 22:37 WIB

Ketua Panwaslu dan Komisioner KPU Garut ditangkap Satgas Anti Money PoliticĀ 

Satgas Anti-Politik Uang Bareksrim Polri dikabarkan mengamankan Komisioner KPU, Ade Sudrajad dan Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri pada ...
10 ribu ton beras impor asal Thailand masuk ke Sumut
Sumatera Utara - Sabtu, 24 Februari 2018 - 18:01 WIB

10 ribu ton beras impor asal Thailand masuk ke Sumut

Sebanyak 10 ribu ton beras impor jatah Sumatera Utara, sudah memasuki Pelabuhan Belawan dan langsung dibongkar untuk disimpan di gudang ...
Jalur Cirebon lumpuh, KAI operasikan kereta luar biasa Purwokerto-Kroya
Jawa Tengah - Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:15 WIB

Jalur Cirebon lumpuh, KAI operasikan kereta luar biasa Purwokerto-Kroya

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengoperasikan kereta luar biasa (KLB) relasi Purwokerto-Kroya untuk mengangkut penumpang tujuan Jakarta. Hal ini disampaikan ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal masih lumpuh
Jawa Barat - Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:00 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal masih lumpuh

Jalur kereta utara atau Cirebon, Jawa Barat, ke Tegal, Jawa Tengah hingga saat ini belum bisa dilewati, dikarenakan air masih ...
Pergerakan tanah di Majalengka, belasan rumah terancam ambruk warga diungsikan
Jawa Barat - Jumat, 23 Februari 2018 - 23:43 WIB

Pergerakan tanah di Majalengka, belasan rumah terancam ambruk warga diungsikan

Belasan rumah di Blok Cinangka RT 01/02 Desa Cengal, Kecamatan Maka, Kabupaten Majelengka, retak-retak dan terancam ambruk akibat pergerakan tanah ...