Jumat, 15 Desember 2017 | 13.19 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Tolak Fatwa MUI Terkait Cap Go Meh, Ini Alasan Walikota Bogor

Tolak Fatwa MUI Terkait Cap Go Meh, Ini Alasan Walikota Bogor

Reporter : Yudi | Jumat, 10 Februari 2017 - 13:12 WIB

IMG-4014

Perayaan Cap Go Meh. (Ilustrasi)

Bogor, kini.co.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bogor mengimbau umat Islam untuk tidak menghadiri hari besar keagamaan warga Tionghoa yakni Cap Go Meh.

MUI Bogor menganggap dengan mengikuti kegiatan yang digelar dari sore hingga malam itu, umat Islam akan meninggalkan ibadahnya. Sehingga mereka meminta acara itu digelar di pagi hari.

Selain itu, MUI juga meminta panitia menyediakan tempat shalat jika turut mengundang umat Muslim ke acara itu.

Namun, Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto menolak keputusan MUI terkait perayaan yang akan digelar pada 11 Februari 2017 itu.

”Itu jelas tidak bisa, karena kan sudah direncanakan sejak lama. Kalau masalah ibadah, panitia juga sudah berkomitmen menyediakan lokasi ibadah untuk umat muslim yang strategis,” kata Bima, Jumat (10/2/2017).

Bima menuturkan, ulama memang memiiki kewajiban mengingatkan umatnya untuk tidak mengikuti perayaan agama orang lain. Namun, kata dia lagi, selama ini pagelaran Cap Go Meh sebagai ajang budaya pemersatu bangsa.

”Dari tahun-ke tahun MUI kita undang untuk memberikan doa lintas agama. Saya memaknai ini sebagai proses acara kebudayaan yang sudah lama berjalan. Presiden hadir, gubernur hadir, pemerintah juga hadir, karena ini adalah bagian dari kultur kebudayaan yang sudah cukup lama berjalan di Bogor, dan sebagai ajang pemersatu,” katanya.

Sementara, Ketua Panitia Bogor Street Festival 2017 Arifin Himawan enggan berkomentar banyak terkait fatwa MUI tersebut. Sebab, imbauan itu bersifat internal keagamaan.

”Saya enggak bisa komentar soal itu. MUI itu kan mengimbau agar umat muslim tetap menjalani ibadahnya. Itu imbauan yang baik. Kami tidak masuk ke ranah agama,” ucap Arifin.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Menuju Transportasi yang Berkelanjutan
Jawa Barat - Kamis, 14 Desember 2017 - 19:39 WIB

Menuju Transportasi yang Berkelanjutan

Kemacetan menjadi pekerjaan rumah hampir disetiap daerah di Indonesia. Hal itu karena tingginya minat masyarakat menggunakan kendaraan pribadi.Untuk menyelesaikan permasalahan ...
Begini Cara Kota Bekasi Entaskan Kemacetan
Jawa Barat - Kamis, 14 Desember 2017 - 18:34 WIB

Begini Cara Kota Bekasi Entaskan Kemacetan

Dinas Perhubungan Kota Bekasi merancang sistem menuju transportasi Kota Bekasi berkelanjutan. Upaya ini dilakukan untuk mengentaskan kemacetan yang saat ini ...
Pendukung PSMS Protes Soal Stadion, Ini Kata Wawalikota Medan
Sumatera Utara - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:56 WIB

Pendukung PSMS Protes Soal Stadion, Ini Kata Wawalikota Medan

Pendukung PSMS menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Walikota Medan, Kamis (14/12).Ratusan massa yang berasal dari SMeCK Hooligan, ...
Disebut Ditinggalkan PAN dan PKS, Deddy Mizwar Santai
Jawa Barat - Kamis, 14 Desember 2017 - 09:06 WIB

Disebut Ditinggalkan PAN dan PKS, Deddy Mizwar Santai

Peta perpolitikan di Pilgub Jawa Barat memang menarik untuk disimak. Sederet nama besar digadang-gadang akan maju untuk memimpin provinsi beribukota ...
Pecahkan tiga rekor MURI, Erry didaulat bapak Literasi
Sumatera Utara - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:38 WIB

Pecahkan tiga rekor MURI, Erry didaulat bapak Literasi

Provinsi Sumatera Utara telah memecahkan tiga rekor MURI dalam aksi 10 ribu lebih masyarakat yang menulis pantun terbanyak, pembuatan alat ...
Angkot mogok, ratusan polisi di Medan dikerahkan bantu masyarakat
Sumatera Utara - Rabu, 13 Desember 2017 - 20:28 WIB

Angkot mogok, ratusan polisi di Medan dikerahkan bantu masyarakat

Ratusan personil dan puluhan kendaraan roda empat serta dua baik milik Polda Sumatera Utara, Polrestabes Medan dikerahkan bahu membahu mengantarkan masyarakat ...