Minggu, 22 Oktober 2017 | 15.27 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Tolak Fatwa MUI Terkait Cap Go Meh, Ini Alasan Walikota Bogor

Tolak Fatwa MUI Terkait Cap Go Meh, Ini Alasan Walikota Bogor

Reporter : Yudi | Jumat, 10 Februari 2017 - 13:12 WIB

IMG-4014

Perayaan Cap Go Meh. (Ilustrasi)

Bogor, kini.co.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bogor mengimbau umat Islam untuk tidak menghadiri hari besar keagamaan warga Tionghoa yakni Cap Go Meh.

MUI Bogor menganggap dengan mengikuti kegiatan yang digelar dari sore hingga malam itu, umat Islam akan meninggalkan ibadahnya. Sehingga mereka meminta acara itu digelar di pagi hari.

Selain itu, MUI juga meminta panitia menyediakan tempat shalat jika turut mengundang umat Muslim ke acara itu.

Namun, Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto menolak keputusan MUI terkait perayaan yang akan digelar pada 11 Februari 2017 itu.

”Itu jelas tidak bisa, karena kan sudah direncanakan sejak lama. Kalau masalah ibadah, panitia juga sudah berkomitmen menyediakan lokasi ibadah untuk umat muslim yang strategis,” kata Bima, Jumat (10/2/2017).

Bima menuturkan, ulama memang memiiki kewajiban mengingatkan umatnya untuk tidak mengikuti perayaan agama orang lain. Namun, kata dia lagi, selama ini pagelaran Cap Go Meh sebagai ajang budaya pemersatu bangsa.

”Dari tahun-ke tahun MUI kita undang untuk memberikan doa lintas agama. Saya memaknai ini sebagai proses acara kebudayaan yang sudah lama berjalan. Presiden hadir, gubernur hadir, pemerintah juga hadir, karena ini adalah bagian dari kultur kebudayaan yang sudah cukup lama berjalan di Bogor, dan sebagai ajang pemersatu,” katanya.

Sementara, Ketua Panitia Bogor Street Festival 2017 Arifin Himawan enggan berkomentar banyak terkait fatwa MUI tersebut. Sebab, imbauan itu bersifat internal keagamaan.

”Saya enggak bisa komentar soal itu. MUI itu kan mengimbau agar umat muslim tetap menjalani ibadahnya. Itu imbauan yang baik. Kami tidak masuk ke ranah agama,” ucap Arifin.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Yakin ? Anies-Sandi tak gusur warga DKI ?
DKI Jakarta - Minggu, 22 Oktober 2017 - 14:30 WIB

Yakin ? Anies-Sandi tak gusur warga DKI ?

Tampaknya apa yang dulu disampaikan dan dijanjikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno saat kampanye lalu mulai ...
Gema Paluta Minta KPUD Tak Pungli Calon PPK dan PPS
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 15:24 WIB

Gema Paluta Minta KPUD Tak Pungli Calon PPK dan PPS

Pilkada serentak 2018 telah di depan mata. Untuk itu perlu dukungan dari masyarakat dan juga penyelenggara Pemilu baik di pusat ...
Inilah Kronologis Penyebab Mahasiswa USU Diserang Satpam
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 06:55 WIB

Inilah Kronologis Penyebab Mahasiswa USU Diserang Satpam

Bentrokan antara satpam dan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU menyisakan luka dan amarah membara di kalangan mahasiswa dan alumni.Hingga ...
Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 01:09 WIB

Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggelar rekonstruksi aksi teror penyerangan Pos Jaga Pintu 3 Mapolda, Jumat (20/10).Reka ulang yang ...
Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 23:17 WIB

Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati

Sungguh ironis nasib yang dialami Warga Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Firiani. Ia bersama anaknya yang baru saja lahir tidak ...
Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis
Sumatera Utara - Jumat, 20 Oktober 2017 - 22:31 WIB

Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis

Setelah sempat terkenal brutal mengeroyok wartawan, kini oknum Satpam USU diduga kembali terlibat dalam tindak kekerasan.Seorang mahasiswa bernama Imanuel Silaban ...