Sabtu, 19 Agustus 2017 | 08.53 WIB
KiniNEWS>Regional>DKI Jakarta>Pilkada DKI Jakarta Dipantau 15 Negara

Pilkada DKI Jakarta Dipantau 15 Negara

Reporter : Rakisa | Kamis, 9 Februari 2017 - 18:01 WIB

IMG-4000

KPU DKI Jakarta akan gelar debat final Pilgub DKI. (KiniNews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Magnet Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 15 Februari depan menjadi perhatian tersendiri bagi negara luar untuk ikut serta memantau jalannya pesta demokrasi, terutama Pilkada DKI Jakarta.

Tak tanggung-tanggung sebanyak lima belas negara dari Asia, Eropa dan Amerika ikut memantau langsung Pilkada DKI Jakarta nanti.

Apakah ini imbas dari isu petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menjadi isu internasional.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos mengatakan 15 negara yang akan memantau Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta pada 15 Februari nanti merupakan kesepakatan internasional, beberapa negara ketika ada kegiatan pemilu di suatu tempat biasanya mereka ikut memantau saja.

Menurut Betty, 15 negara tersebut diverifikasi dan diakreditasi oleh KPU RI karena menurut ketentuan untuk pemantau luar negeri akreditasinya tidak di KPU DKI tetapi ada di KPU RI.

“Kami hanya menerima surat dari KPU RI bahwa akan ada 15 negara pemantau. Mungkin dari sekian banyak akan ada 15 negara yang akan melihat. Saya yang ingatnya antara lain Singapura, Malaysia, Filipina, Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Australia. Itu antara lain yang akan ikut memantau,” kata Betty kepada Wartawan di KPUD DKI Jakarta, Kamis (9/2).

Ia menyatakan hal tersebut merupakan kebiasaan dalam pelaksanaan demokrasi jika ada pemilu di manapun biasanya mereka ikut mengundang kami.

“Kami juga pernah ikut memantau di Sri Lanka, Filipina. Ya memantau saja, observer. Jadi mereka juga melihat bagaimana kami melakukan kegiatan demokratisasinya melalui Pilkada, melalui pemilu juga,” ujarnya.

Pihaknya pun sudah menentukan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang akan dikunjungi pemantau dari luar negeri itu, yakni lapas, rutan, kawasan kumuh, dan kawasan elit.

“Jadi akan tersebar. Tetapi nanti mereka datangnya rombongan dan kami yang melayani. Mereka mencatat saja. Biasanya kan mereka bertanya, “TPS buka jam berapa?, Bagaimana prosesnya?” Karena mereka biasanya membandingkan dengan negara mereka,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Ratusan Angkot di Kota Bekasi Tak Layak
Jawa Barat - Jumat, 18 Agustus 2017 - 23:39 WIB

Ratusan Angkot di Kota Bekasi Tak Layak

Sebanyak 755 mobil angkutan umum di Kota Bekasi dinyatakan belum melakukan pengujian kelayakan. Padahal pengujian itu penting untuk keselamatan penumpang ...
PDI-P Kota Bekasi Enggan Berkoalisi dengan Golkar
Jawa Barat - Jumat, 18 Agustus 2017 - 23:26 WIB

PDI-P Kota Bekasi Enggan Berkoalisi dengan Golkar

Meski DPD DI-Perjuangan Jawa Barat menyatakan koalisi dengan Partai Golkar di 12 Kabupaten/Kota untuk menghadapi pilkada serentak.Namun langkah itu belum ...
Larangan Sepeda Motor Masuk Sudirman Mulai Berlaku Akhir September
DKI Jakarta - Jumat, 18 Agustus 2017 - 15:54 WIB

Larangan Sepeda Motor Masuk Sudirman Mulai Berlaku Akhir September

Bagi Anda pengendara sepeda yang kerap melintas Jalan Jenderal Sudirman sepanjang Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Bundaran Senayan harap melalui ...
Malam Resepsi Kenegaraan, Paskibra Labura Dijamu Bupati
Sumatera Utara - Jumat, 18 Agustus 2017 - 13:46 WIB

Malam Resepsi Kenegaraan, Paskibra Labura Dijamu Bupati

Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Labuhan Batu Utara dijamu di kediaman Wakil Bupati Labura, Tanjung Sari Aek Kanopan, (17/8).Pasukan tersebut ...
Ini Alasan Rahmad Hasibuan Maju di Pilkada Palas
Sumatera Utara - Jumat, 18 Agustus 2017 - 11:29 WIB

Ini Alasan Rahmad Hasibuan Maju di Pilkada Palas

Sosok Rahmad Pardamean Hasibuan tak asing lagi di mata warga Padang Lawas, Sumut.Meski kalah pada Pilkada yang lalu, Rahmad tak ...
Jembatan Beton Belasan Miliar Ini Ambruk
Kalimantan - Kamis, 17 Agustus 2017 - 22:01 WIB

Jembatan Beton Belasan Miliar Ini Ambruk

Sebuah jembatan beton di Desa Bangkit Baru - Desa Tanifah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola patah dibagian tengah. Akibat patahnya ...