Minggu, 17 Desember 2017 | 20.52 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Inspektorat Disuruh Hitung Kerugian Negara dari Polemik Pasar Pringgan Medan

Inspektorat Disuruh Hitung Kerugian Negara dari Polemik Pasar Pringgan Medan

Reporter : Nur Fatimah | Rabu, 8 Februari 2017 - 11:44 WIB

IMG-3952

Pasar Pringgan Medan. (Ilustrasi)

Medan, kini.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Medan dinilai abai dalam menjaga aset-aset negara termasuk di pasar-pasar tradisional. Setelah polemik sewa-menyewa Gedung Pasar Aksara, kini Pemko Medan mengulang kesalahan yang sama di Pasar Pringgan.

Pasalnya, sejak April 2016 masa penyewaan gedung atas nama PT Tri Wira Loka Jaya (TWJL) itu telah berakhir. Namun Pemko Medan melakukan pembiaran sehingga biaya sewa selama 9 bulan tidak tahu kemana muaranya.

Anggota DPRD Medan dari Fraksi PAN, Kuat Surbakti mengingatkan Pemko Medan seharusnya tidak tutup mata terhadap aset-aset negara yang seharusnya menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kita tidak tahu sewa bangunan itu masih dibayar atau tidak. Jika dibayar kepada siapa juga kita tidak mengetahui uangnya masuk kantong siapa,” ucapnya pada Kini.co.id, Rabu (8/2/2017).

Kuat juga mengingatkan jangan sampai dana yang seharusnya masuk ke PAD jadi masuk ke kantong oknum-oknum yang memanfaatkan situasi ini.

Ia pun mengatakan pihaknya sudah pernah menyampaikan ini kepada Pemko Medan, namun Pemko mengatakan belum mengutip sewa karena masih menghitung.

Tapi tahun berlalu perhitungan yang dimaksud masih juga belum selesai.

“Saya lihat, pemko tak kuasai persoalan ini. Kenapa tidak direspon masa sewa yang sudah berakhir. Ini kan lucu, luar biasa pemko membiarkan aset-asetnya seperti ini,” pungkasnya.

Anggota Komisi C DPRD Medan ini pun meminta Inspektorat Kota Medan menghitung kerugian negara akibat kelalaian ini.

“Inspektorat perlu periksa ini, berapa ┬ákerugian kota Medan dengan tidak bayarnya sewa bangunan tersebut, jangan sampai pembayaran nya masuk ke kantong pribadi,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
BPBD Cilacap catat 110 rumah rusak akibat gempa
Jawa Tengah - Minggu, 17 Desember 2017 - 14:00 WIB

BPBD Cilacap catat 110 rumah rusak akibat gempa

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap Tri Komara Sidhy mengatakan, sebanyak 110 rumah di Kabupaten Cilacap, Jawa ...
PAN resmi usung Sudirman Said di Pilgub Jateng
Jawa Tengah - Sabtu, 16 Desember 2017 - 19:44 WIB

PAN resmi usung Sudirman Said di Pilgub Jateng

Partai Amanat Nasional (PAN) secara resmi mendukung pencalonan Sudirman Said sebagai calon gubernur Jawa Tengah dalam Pilkada 2018. Kepastian tersebut ...
Disparbud ajak wisatawan tak ragu datang ke Majalengka
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 14:54 WIB

Disparbud ajak wisatawan tak ragu datang ke Majalengka

Kepala Bidang Pengelolaan IndustriPariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka, Mumuh Muhidin mengatakan persoalan festival durian Sindangwangi 2017 yang sempat ...
Golkar Jabar desak DPP cabut dukungan untuk Ridwan Kamil
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 14:11 WIB

Golkar Jabar desak DPP cabut dukungan untuk Ridwan Kamil

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat mendesak agar pimpinan pusat partai berlambang beringin itu mencabut dukungan bagi ...
Polisi sebut belum temukan indikasi  penyalahgunaan narkoba di acara DWP
DKI Jakarta - Sabtu, 16 Desember 2017 - 13:39 WIB

Polisi sebut belum temukan indikasi penyalahgunaan narkoba di acara DWP

Pihak Polda Metro Jaya mengatakan sejauh ini belum didapatkan indikasi adanya penyalahgunaan dan peredaran narkoba di ajang Djakarta Warehouse Project ...
Gempa 6,9 SR, 2 Tewas Puluhan Rumah Rusak
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 12:05 WIB

Gempa 6,9 SR, 2 Tewas Puluhan Rumah Rusak

Penanganan darurat dampak gempabumi 6,9 SR yang mengguncang wilayah bagian selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta masih terus ...