Sabtu, 21 Oktober 2017 | 17.15 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Inspektorat Disuruh Hitung Kerugian Negara dari Polemik Pasar Pringgan Medan

Inspektorat Disuruh Hitung Kerugian Negara dari Polemik Pasar Pringgan Medan

Reporter : Nur Fatimah | Rabu, 8 Februari 2017 - 11:44 WIB

IMG-3952

Pasar Pringgan Medan. (Ilustrasi)

Medan, kini.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Medan dinilai abai dalam menjaga aset-aset negara termasuk di pasar-pasar tradisional. Setelah polemik sewa-menyewa Gedung Pasar Aksara, kini Pemko Medan mengulang kesalahan yang sama di Pasar Pringgan.

Pasalnya, sejak April 2016 masa penyewaan gedung atas nama PT Tri Wira Loka Jaya (TWJL) itu telah berakhir. Namun Pemko Medan melakukan pembiaran sehingga biaya sewa selama 9 bulan tidak tahu kemana muaranya.

Anggota DPRD Medan dari Fraksi PAN, Kuat Surbakti mengingatkan Pemko Medan seharusnya tidak tutup mata terhadap aset-aset negara yang seharusnya menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kita tidak tahu sewa bangunan itu masih dibayar atau tidak. Jika dibayar kepada siapa juga kita tidak mengetahui uangnya masuk kantong siapa,” ucapnya pada Kini.co.id, Rabu (8/2/2017).

Kuat juga mengingatkan jangan sampai dana yang seharusnya masuk ke PAD jadi masuk ke kantong oknum-oknum yang memanfaatkan situasi ini.

Ia pun mengatakan pihaknya sudah pernah menyampaikan ini kepada Pemko Medan, namun Pemko mengatakan belum mengutip sewa karena masih menghitung.

Tapi tahun berlalu perhitungan yang dimaksud masih juga belum selesai.

“Saya lihat, pemko tak kuasai persoalan ini. Kenapa tidak direspon masa sewa yang sudah berakhir. Ini kan lucu, luar biasa pemko membiarkan aset-asetnya seperti ini,” pungkasnya.

Anggota Komisi C DPRD Medan ini pun meminta Inspektorat Kota Medan menghitung kerugian negara akibat kelalaian ini.

“Inspektorat perlu periksa ini, berapa ┬ákerugian kota Medan dengan tidak bayarnya sewa bangunan tersebut, jangan sampai pembayaran nya masuk ke kantong pribadi,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Gema Paluta Minta KPUD Tak Pungli Calon PPK dan PPS
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 15:24 WIB

Gema Paluta Minta KPUD Tak Pungli Calon PPK dan PPS

Pilkada serentak 2018 telah di depan mata. Untuk itu perlu dukungan dari masyarakat dan juga penyelenggara Pemilu baik di pusat ...
Inilah Kronologis Penyebab Mahasiswa USU Diserang Satpam
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 06:55 WIB

Inilah Kronologis Penyebab Mahasiswa USU Diserang Satpam

Bentrokan antara satpam dan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU menyisakan luka dan amarah membara di kalangan mahasiswa dan alumni.Hingga ...
Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 01:09 WIB

Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggelar rekonstruksi aksi teror penyerangan Pos Jaga Pintu 3 Mapolda, Jumat (20/10).Reka ulang yang ...
Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 23:17 WIB

Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati

Sungguh ironis nasib yang dialami Warga Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Firiani. Ia bersama anaknya yang baru saja lahir tidak ...
Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis
Sumatera Utara - Jumat, 20 Oktober 2017 - 22:31 WIB

Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis

Setelah sempat terkenal brutal mengeroyok wartawan, kini oknum Satpam USU diduga kembali terlibat dalam tindak kekerasan.Seorang mahasiswa bernama Imanuel Silaban ...
Kapolda bersama Gubsu komitmen awasi penggunaan dana desa
Sumatera Utara - Jumat, 20 Oktober 2017 - 19:59 WIB

Kapolda bersama Gubsu komitmen awasi penggunaan dana desa

Kapolda Sumut Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw bersama Gubsu Tengku Erry Nuradi menyatakan komitmennya bersama untuk mengawasi penggunaan dana desa yang ...